UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 03 Maret 2018 10:08
Rambu Lalin Sering Raib, Dishub Geram

Terminal dan Halte Juga Jadi Sasaran Kejahilan Oknum Tak Bertanggung Jawab

PROKAL.CO, TARAKAN – Keberadaan rambu lalu lintas (lalin) menjadi sorotan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan belakangan ini. Pasalnya, rambu yang diharapkan terawat dan dijaga oleh warga justru raib satu persatu. Kepala Dishub Kota Tarakan, Hamid Amren geram dengan tindakan oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Dia mengungkapkan, sedikitnya 10 kasus pencurian panel surya dan beberapa kasus perusakan tanda keselamatan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap keselamatan berkendara masih kurang.

“Kami sudah melaporkan 10 kasus pencurian panel surya dan perusakan beberapa rambu-rambu kepada kepolisian dan semoga pelaku pencurian bisa cepat tertangkap,” ungkap Hamid Amren saat ditemui Kaltara Pos, Jumat (2/3). 

Menurut Hamid, pencurian dan perusakan rambu-rambu lalin sudah tidak bisa ditolerir. Mengingat, tindakan itu merupakan pelanggaran hukum yang dapat mengancam keselamatan pengendara. Dalam catatan kerja Hamid Amren, tahun lalu terdata 23 korban jiwa yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Walaupun tanda keselamatan tidak terlalu signifikan terhadap kecelakaan, tekan Hamid Amren, bukan tidak mungkin hal itu terjadi karena fasilitas jalan yang kurang memadai.

“Misalnya di sebuah jalan ada rambu peringatan berisi imbauan pengendara untuk tidak melaju dengan kecepatan lebih dari 40km/jam. Kemudian tanda keselamatan itu dicuri orang. Setelah itu, ada pengendara yang melaju di atas 40km/jam melintasi area itu, kemudian menabrak pejalan kaki. Bisa saja kecelakaan itu tidak terjadi kalau tanda kesematannya tadi masih ada. Nah, kan tidak mungkin petugas menaruh peringatan jika tidak ada sebabnya,” paparnya.

Meski demikian, Hamid mengungkapkan, tahun ini pihaknya belum menerima laporan terkait pencurian rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi kepada pihak kepolisian agar pencurian rambu-rambu lalu lintas tidak terjadi lagi. “Dishub tentunya berharap masyarakat sadar bahwa rambu-rambu lalu lintas harus dijaga bersama, karena fasilitas jalan merupakan pendukung bagi keselamatan dan kelancaran berkendara,” imbuhnya.

Tidak hanya rambu lalin, infrastruktur pendukung lalu lintas juga rusak akibat ulang oknum masyarakat tak bertanggung jawab.  Akibatnya, infrastruktur itu tidak bisa dimanfaatkan lagi sesuai fungsinya.

Terminal bus di Juata Laut misalnya. Terminal ini tidak hanya rusak di sejumlah sudutnya, tapi juga dipenuhi coret-coretan di dinding, kacanya pecah, plafonnya rusak serta banyaknya kemasan alat kontrasepsi dan beberapa botol minuman keras ditemukan di terminal tersebut. Mendapat kabar ini, Hamid Amren pun mengaku kecewa dan prihatin.

Dia mengungkapkan, terbengkalainya terminal tersebut tidak terlepas karena fungsi halte dan terminal tidak berjalan semestinya. Akibatnya, tidak adanya aktivitas di terminal tersebut membuat sekelompok remaja memanfaatkan terminal tersebut untuk kegiatan tidak terpuji.

“Sebenarnya halte itu dibangun untuk menunjang kegiatan di pasar Juata Laut yang diprediksi sebagai pusat keramaian. Tapi seiring waktu berjalan, prediksi itu meleset, akhirnya berimbas pada halte bus juga. Kalau kegiatan jual beli di pasar sepi, secara otomatis halte bus juga tidak bisa berjalan, karena tidak ada penumpangnya,” imbuhnya.

Selain itu, Hamid mengakui pengawasan di terminal dan halte itu juga terbatas sehingga membuat potensi perusakan infrastrukur tidak dapat dihindarkan. Selama ini pihak Dishub dan kepolisian selalu bersinergi dalam pengawasan fasilitas transportasi, namun pengawasan tersebut tentunya tidak bisa dilakukan sepanjang hari lantaran banyaknya fasilitas lain yang juga mendapatkan pengawasan.

“Tidak ada petugas yang berjaga di halte seluruh daerah manapun. Kita tidak bisa menempatkan petugas untuk menjaga tempat itu dalam waktu 24 jam penuh, sedangkan personil dan keuangan kita terbatas. kalau kita menyewa keamanan untuk menjaga tempat itu, gajinya pakai apa,” tutur Hamid.

Dishub Tarakan berharap peran masyarakatlah dalam bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan pengawasan yang maksimal. Sehingga, tidak ada lagi fasilitas transportasi yang menjadi korban perusakan oknum yang tidak bertanggung jawab. (*/kp1)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .