UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Jumat, 09 Maret 2018 10:42
Cabuli Anak di Bawah Umur, Mantan Kepala UPP Dituntut 8,6 Tahun
DISIDANG : MNP turun dari mobil tahanan Jaksa sebelum menjalani persidangan di PN Tanjung Selor. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Terjerat kasus pencabulan, mantan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, MNP (57) menjalani persidangannya keempat di Pengadilan Negeri Bulungan.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu, MNP tampak hanya bisa terduduk dengan wajah datar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Nurul Hidayati SH mengatakan, terdakwa terbukti bersalah dengan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. “Jadi kita tuntut dengan hukuman penjara 8 tahun 6 bulan, denda Rp 60 juta,” jelasnya kepada Kaltara Pos, Rabu (7/3).

Sidang yang dipimpin hakim ketua Imelda Herawati Dewi P, SH MH bersama dengan hakim anggota Ahmad Syarif SH MH dan Indra Cahyadi SH MH berjalan cepat, karena hanya berupa pembacaan tuntutan saja. “Jadi kita akan menunggu sanggahan dari terdakwa Minggu depan,” tuturnya.

Usai menjalani sidang tuntutan, pekan depan dijadwalkan mendengarkan pembelaan terdakwa atau dari penasehat hukum yang ditunjuk terdakwa. “Nanti, masih menunggu pembelaan dulu dari terdakwa, nanti replik dan duplik baru putusan,” ungkap Humas PN Tanjung Selor, Ahmad Syarif kepada Kaltara Pos, kemarin (8/3).

Adapun pasal yang dipakai menjerat MNP adalah Pasal 82 juncto pasal 76 Huruf E Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dalam Pasal 82 ayat (1) berbunyi: Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud salam pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Pasal 76 huruf E berbunyi: Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

“Garis besarnya saja bahwa terdakwa ini didakwa melakukan pembujukan terhadap anak di bawah umur, untuk melakukan persetubuhan,” ucapnya.

Sementara itu dari penasehat hukum (PH) terdakwa, Oche William Keintjen menuturkan, pada sesi pembelaan pekan depan, pihaknya akan menanggapi tuntutan JPU dalam rangka pembelaan. Dirinya akan mengecek lagi dari keterangan saksi dan terdakwa. Kasus tersebut juga masih akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan tim kuasa hukum yang lainnya.

“Kita akan pledoi, intinya kita tidak sepakat dengan jaksa penuntut umum. Tentunya kita akan kroscek dengan keterangan saksi maupun dengan keterangan terdakwa,” ujarnya.

“Kalau untuk mengubah tuntutan tentunya tidak bisa, tapi kita berharap dapat dipertimbangkan oleh majelis hakim,” pungkasnya. (mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .