UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Senin, 12 Maret 2018 10:52
Polres Waspadai MCA di Nunukan

PROKAL.CO, NUNUKAN - Pelaku penyebar berita hoax atau berita bohong, sudah sangat meresahkan. Perkembangan mereka pun diketahui sangat terorganisir. Seperti penangkapan anggota Saracen beberapa waktu lalu, serta kelompok yang menamakan Muslim Cyber Army (MCA) yang sudah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Keduanya diketahui saling berhubungan satu sama lain. Dengan merekrut sejumlah pengikutnya yang tersebar di beberapa daerah untuk menyebarkan berita yang telah dipesan, untuk menjatuhkan pemerintah dan penegakan hukum di Indonesia. Serta menghilangkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

Hal tersebut juga diungkapkan Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK melalui Kasubbag Humas Iptu M. Karyadi. Katanya, terhadap jaringan tersebut sedini mungkin perlu diantisipasi agar tidak tersebar di Nunukan.

"Sudah ada 6 pelaku yang ditangkap bersamaan dari beberapa daerah. Mereka dari jaringan MCA penyebar berita hoax dan provokasi, pada tanggal 26 Februari 2018, dan 6 orang ini punya anggota ada 20, jadi cara kerjanya sambil mempunyai 104 akun," terangnya.

Dikatakannya, dari ratusan akun yang dimiliki, diindikasikan melakukan penyebaran berita hoax dan berita yang memprovokasi di media sosial. Sehingga dengan tersebarnya berita tersebut, masyarakat diminta berhati-hati dan tidak ikut terlibat.

"Jadi begitu mereka menyebar hoax, masyarakat kita menikmati, jadi harus jeli, bahkan ada yang sampai menggoreng isu tersebut. Apalagi dengan isu Sara masyarakat akan mudah sekali tersulut emosinya," terangnya.

"Terkait hal tersebut, makanya kemarin itu ada dialog lintas agama melibatkan tokoh agama, jadi tokoh agama ini menyampaikan kepada para jemaahnya baik di gereja maupun di masjid. Jadi kalau ada berita provokatif sebaiknya di-silent, kemudian ditanyakan berita itu benar atau tidak, jangan disebarkan," sambungnya.

Apabila ada masyarakat yang ditemukan melakukan penyebaran berita hoax, maka pihak kepolisian akan menindak tegas. Baik penyebaran berita bohong yang menjurus pada diskriminasi SARA, dan menjelek-jelekkan pemerintah, maka akan segera diidentifikasi untuk ditindaklanjuti.

"Jika masyarakat menyebarkan berarti mereka turut memperbanyak berita bohong tadi, kan sudah ada Undang-Undang IT yang berlaku, jadi masyarakat harus tahu," ucapnya.

“Jika ada yang mengetahui, boleh dilaporkan. Kepolisian pada saat melakukan patroli menemukan hal seperti itu, akan kita identifikasi siapa pemilik akunnya, apalagi kalau berita itu sampai viral itu pasti akan ditindaklanjuti oleh tim cyber dari kepolisian," pungkasnya.(*/say)


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .