UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 13 Maret 2018 15:02
Diduga Korupsi Lahan Senilai Rp 2 M, 2 PNS Tarakan Dibidik Polres

Hindari Ada yg Main, Penetapan Tersangka Dilakukan Polda

PROKAL.CO, TARAKAN – Tim dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tarakan saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap kasus pengadaan lahan yang merugikan negara dan melibatkan oknum pengawai negeri sipil (PNS) di Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Choirul Jusuf membenarkan pihaknya tengah membidik kasus pembebasan lahan pada 2015 itu yang merugikan negara. “Jadi untuk lahannya itu ada di sekitaran Jalan Yos Sudarso, untuk luasannya sekitaran di bawah 5 hektare,” kata Jusuf.

Kerugian negara akibat pembebasan lahan yang dilakukan oleh oknum PNS tersebut berkisar lebih Rp 2 miliar. Sampai saat ini pihaknya masih terus melengkapi berkas pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Namun diakuinya, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka.

“Nanti tindak lanjut kita akan digelarkan di Polda. Untuk saksi sudah sekitar 23 dan sudah melibatkan saksi ahli. Untuk saksinya itu campuran, mulai dari pegawai negeri dan saksi yang terkait,” bebernya.

Saat ini, ungkap pria berpangkat balok tiga tersebut, kasus tersebut sudah masuk ke tingkat sidik. Namun saat ini pihaknya masih melengkapi beberapa administrasi penyelidikan sebelum melakukan gelar perkara di Polda Kaltim. Pihaknya juga sudah mengagendakan untuk melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut di bulan ini.

“Kemungkinan ada dua orang dan kemungkinan bisa lebih, namun tergantung dari hasil pemeriksaan karena kita belum ada menetapkan tersangka di Polda nanti,” imbuhnya.

Saat ditanya mengapa kasus tersebut akan digelarkan di Polda, menurut Choirul nantinya pihak Polda akan berperan sebagai pengawasan dan akan langsung melaporkan langsung ke Mabes Polri terkait penggunaan anggaran dan tindak lanjut kegiatan penyidikan yang dilakukan oleh Polres Tarakan.

“Penetapannya tersangka di Polda, jadi jangan sampai di Polres nanti akan ada oknum-oknum yang bermain. Apalagi ini berkaitan dengan PNS, jadi jangan sampai ada yang bermain. Makanya penetapan tersangka harus di Polda,” tegasnya.

Meski penetapan tersangka dilakukan Polda, namun untuk pengusulan tersangka tersendiri tetap dari penyidik Satreskrim Polres Tarakan. Apalagi dalam kasus tersebut penyelidikannya dilakukan oleh Polres Tarakan. “Jadi nanti kalau penyidikan kurangnya apa kita ada masukan dari Polda,” tuturnya.

Dibeberkan Choirul, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dari tahun 2017 lalu, dan kasus tersebut dilakukan oleh pihaknya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Dari laporan itu, kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Saat ditanya alasan dari pengadaan lahan tersebut, pihaknya sendiri masih enggan membeberkannya sebelum adanya penetapan tersangka. “Untuk itu belum kita beberkan,” pungkasnya. (zar)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .