UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 13 Maret 2018 15:05
Sebut Sabu-Sabu “Obat”, untuk Konsumen yang Sakit

PROKAL.CO, TARAKAN – Baru menjalani sidang keduanya setelah diamankan pihak Satreskoba Polres Tarakan November 2017 lalu, terdakwa Zul malah membuat pengakuan yang bikin perut seisi penonton sidang sakit karena tertawa.

Bagaimana tidak, Zul yang diduga merupakan bandar narkotika jenis sabu-sabu mengatakan, orang yang selama ini membeli sabu-sabu miliknya merupakan pasien yang membutuhkan “obat” darinya.

“Pasien itu pembeli saya pak, karena suka ngeluh badannya sakit dan butuh sabu. Makanya saya bilang kalau pembeli saya ini adalah pasien,” kata Zul.

Sontak pengakuan itu membuat Majelis Hakim yang diketuai Hendra SH beserta terdakwa lain yang menunggu di persidangkan menjadi tertawa terbahak-bahak.

Kesaksian Bripda Hendry yang menangkap terdakwa, Zul diamankan setelah banyaknya laporan dari masyarakat Selumit Pantai yang merasa terganggu dengan aktivitas Zul yang berkaitan dengan narkotika.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari masyarakat pak dan dari laporan itu kami pun membuat strategi untuk mengamankan terdakwa,” kata Hendry di hadapan Majelis Hakim.

Tak tanggung-tanggung, Hendry bahkan mengaku membutuhkan waktu hingga berhari-hari untuk memastikan kebenaran dari laporan masyarakat mengenai keterlibatan Zul dalam bisnis sabu-sabu.

“Kami melakukan pemantauan selama 4 hari kepada terdakwa pak. Setelah yakin kalau terdakwa terlibat narkotika, barulah terdakwa kami eksekusi. Ketika diamankan terdakwa sama sekali tidak melakukan perlawanan pak, karena sudah tertangkap tangan,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, Hendry bersama rekannya berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan laporan masyarakat. “Kami tangkap di sebuah rumah kosong pak, dan di situ kami menemukan 44 bungkus sabu ukuran kecil siap edar yang tergeletak di lantai rumah itu,” bebernya.

Zul pun langsung mengakui semua perbuatannya. Tak hanya itu, Zul juga mengaku terpaksa menjual sabu lantaran tergiur dengan jumlah keuntungan yang didapatkannya.

“Yang dikatakan saksi itu benar semua pak. Awalnya saya ditawari teman yang bernama Abang. Karena tergiur dengan keuntungan, saya pun mau jual sabu. Pokoknya sabu itu jumlahnya 10 gram pak dan setiap 1 gramnya, saya dapat keuntungan Rp 250 ribu,” imbuhnya.

Zul juga mengatakan, selama ini bisnis yang dijalaninya cukup menjanjikan, lantaran banyaknya masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya yang memakai barang haram itu. “Kalau pasien ada saja terus pak, karena pecandu sabu kan banyak. Jadi setiap pecandu itu sakit dan butuh sabu pasti mereka cari saya pak,” bebernya.

Merasa cukup dengan keterangan saksi dan pengakuan Zul, Majelis Hakim langsung memutuskan menunda sidang dan akan melanjutkannya pekan depan.(*/osa)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .