UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Rabu, 28 Maret 2018 12:11
Waspada Daging Ilegal Belum Tentu Sehat

Harga Daging Lokal Lebih Tinggi

DIMUSNAHKAN : Barang bukti yang diselundupkan, termasuk daging hasil sitaan Karantina dimusnahkan beberapa waktu lalu. (DOK KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Daging ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen cukup banyak diselundupkan dari Tawau, Malaysia. Penyelundupan daging dilakukan melalui dermaga tak resmi. Sehingga belum dapat dipastikan tingkat keamanan dan kesehatannya untuk di konsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinisi Kalimantan Utara Andi Santiaji mengatakan, hal tersebut tentu tidak dibenarkan. Sebab daging yang di impor tidak melalui proses pemeriksaan dari segi kesehatan. Bahkan kata dia, dari pihak Malaysia sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

“Mereka tidak tahu karena dimasukkan dengan cara sembunyi-sembunyi. Jadi saya anggap bahwa daging itu belum tentu sehat,” ungkapnya pada Selasa (27/3) pagi.

Menurutnya terkait hal itu, masyarakat harusnya sadar dan tahu untuk membedakan jenis daging segar dan sehat. Dibandingkan dengan daging yang dipasok dari negara tetangga. Dia menegaskan, maraknya daging yang dipasok dari Malaysia membuat pihaknya berkerja sama dengan instansi lain untuk lebih ketat melakukan pengawasan di beberapa titik yang dianggap potensi penyelundupan daging ilegal.

“Jadi kami imbau mudah-mudahan masyarakat di perbatasan Sebatik, Semenggaris, dan Krayan ini betul-betul melihat bahwa daging ini sehat atau tidak. Mulai sekarang kita introspeksi diri. Untuk pengawasan ada Karantina yang memeriksa, agar memilih daging yang direkomendasikan oleh pemerintah,” harapnya.

Dia juga memastikan, bahwa daging yang direkomendasi oleh pemerintah tentunya perlu pengawasan. Sehingga daging yang dikirim sesuai prosedural untuk lebih terjamin mutu dan keamanannya.

“Kalau daging pengirimannya secara resmi, dipastikan kita tetap pada pengawasan dan pemantauan terus. Termasuk tempat pembekuannya dan pengirimannya harus sesuai dengan batas waktu yang akan di konsumsi,” jelasnya.

Melihat kebutuhan masyarakat perbatasan yang lebih banyak memilih daging beku atau daging yang berasal dari Malaysia. Menurutnya hal tersebut terjadi lantaran faktor ekonomi masyarakat perbatasan sehingga cenderung memilih harga yang lebih murah. Untuk diketahui daging lokal berkisar Rp 130 ribu perkilogram, sementara daging beku hanya berkisar Rp 60 ribu perkilogram. Meski begitu, dirinya masih berharap agar masyarakat mengutamakan pangan lokal yang lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya.

“Kemampuan masyarakat ada, karena perputaran uang di sini tinggi. Sehingga mindset masyarakat yang harus kita ubah. Ya mari kita sama-sama berpadu antara masyarakat dengan pemerintah karena masyarakat yang juga harus mengubah perilaku,” ujarnya. (*/say)

 

 


BACA JUGA

Senin, 09 April 2018 14:19

KPAI Temukan Modus Baru Oknum TPPO, BEGINI MODUSNYA....

NUNUKAN – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan modus unik terkait Tindak Pidana…

Senin, 09 April 2018 14:17

Awal 2018, 12 Kg Sabu Diamankan

NUNUKAN - Pengungkapan kasus sabu-sabu di Kalimantan Utara, khususnya Nunukan, bisa dikatakan terbanyak…

Sabtu, 07 April 2018 11:57

Terobos Perbatasan di Sebatik, 8 WNA Diamankan

NUNUKAN – Setelah beberapa waktu lalu warga Indonesia diamankan aparat Malaysia, lantaran hendak…

Jumat, 06 April 2018 12:58

Pencarian Rahmat, Nyawa Tim Juga Terancam

NUNUKAN - Rahmat (27), korban yang diduga dimangsa buaya terus dilakukan pencarian. Namun hingga memasuki…

Kamis, 05 April 2018 10:24

Sabu 4,3 Kg Dibuang Pakai Jangkar, Polisi Terjun ke Laut

NUNUKAN – Penangkapan yang dilakukan personel Satuan Reskoba Polres Nunukan terhadap dua orang…

Senin, 02 April 2018 16:13

Warga Tarakan Diterkam Buaya saat Basuh Tubuh di Sungai

NUNUKAN – Keganasan binatang buas di perairan kembali memakan korban jiwa. Seorang pria diduga…

Sabtu, 31 Maret 2018 10:09

Ada Prostitusi Remaja di Nunukan, Pemerintah Tak Bisa Mengungkap

NUNUKAN - Kasus yang menimpa anak dan perempuan di Nunukan cukup memprihatinkan. Sehingga pemerintah…

Rabu, 28 Maret 2018 12:16

Over Kapasitas, Lapas Optimalkan Asimilasi

NUNUKAN - Lembaga permasyarakatan (Lapas) Nunukan kembali menerima puluhan narapidana (napi) asal Bulungan.…

Selasa, 27 Maret 2018 11:24

28 WNI yang Ditahan Malaysia akhirnya Dibebaskan

NUNUKAN - Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan aparat Kerjaaan Malaysia selama beberapa hari lalu,…

Selasa, 27 Maret 2018 10:25

Sabu Rp 70 Juta Dimasukkan ke Anus

NUNUKAN – Tak ada kapoknya, para bandar hingga kurir sabu-sabu terus melancarkan aksinya melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .