UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Sabtu, 31 Maret 2018 10:02
Kakek Cabul Divonis 6 Tahun Penjara
DIVONIS : Terdakwa (baju kuning) divonis pidana penjara 6 tahun penjara atas kasus pencabulan anak dibawah umur, Rabu (28/3). (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Sempat ditunda selama dua pekan, akhirnya mantan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tanjung Selor, Mnp (57) menjalani sidang di PN Tanjung Selor, Rabu (28/3). Kasus pencabulan anak dibawah umur menjerat terdakwa digelar dengan agenda putusan oleh majelis hakim.

Sidang yang diketuai oleh Hakim Ketua Imelda Herawati membacakan putusan terhadap terdakwa Mnp. Putusan sidang atas terdakwa dengan hukuman selama 6 tahun pidana penjara dengan denda Rp 60 juta subside 4 bulan. Tuntunan itu diketahui lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) dengan tuntutan hukuman 8 tahun 6 bulan pidana penjara.

“Atas tindakan yang anda lakukan terbukti bersalah maka kami jatuhkan hukuman 6 tahun dengan denda 60 juta rupiah,” begitu kutipan dari pembacaan putusan oleh Ketua PN Tanjung Selor, Imelda Herawati, Rabu (28/3).

Dia mengatakan, jika terdakwa tak bisa membayar denda yang telah diberikan maka digantikan dengan hukuman tambahan selama 4 bulan kurungan penjara. Dengan hukuman tersebut, hakim merasa telah sepadan dengan perbuatannya yang melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur. “Jika tidak terbayarkan denda itu maka ditahan lagi selama 4 bulan penjara,” bebernya.

Merasa terdakwa memiliki hak untuk melakukan upaya hukum. Imelda menuturkan, jika terdakwa bersama dengan penasehat hukuman untuk berpikir untuk melakukan upaya hukum melanjutkan atau menerima hasil putusan hakim.

“Kami berikan waktu berpikir-pikir selama 7 hari, jika tidak ada maka dianggap menerima putusan mulai dari sekarang. Dan juga jangan sampai lewat waktunya baru lakukan upaya,” tuturnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Mansyur SH MH mengatakan, petikan putusan majelis hakim sudah sejalan dengannya. Sehingga dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada kliennya untuk melakukan upaya hukum atau tidak. Namun selama sepekan ini, dirinya tetap berupaya untuk melakukan penyelamatan terhadap terdakwa.

“Jadi kami masih berpikir-pikir juga dengan putusannya, bukan kami tidak menerima hanya saja kami akan gunakan sebaik mungkin,” ucap Mansyur.

Selain dari upaya hukum pihak terdakwa. Jaksa Penuntut Umum yang telah mengajukan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan itu, juga masih berpikir atas putusan majelis hakim. “Kami masih ingin melakukan koordinasi seperti apa. Jadi sepekan kedepan kami masih berpikir-pikir juga,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Deny Iswanto.

Untuk diketahui, penangkapan terhadap Mnp dilakukan di mess Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tanjung Selor, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Rabu 5 Juli 2017 lalu. Kejadian itu terungkap setelah warga merasa curiga sehingga sekitar pukul 01.30 Wita, warga melakukan pengintaian.

Ketua RT 17 yang berinisial SR mengetuk pintu mess tersebut. Setelah dibuka oleh Mnp, petugas masuk dan mendapati adanya perempuan berinisial B (17) yang diketahui bukan istri sahnya terbaring di atas tempat tidur. (mul)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*