UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 31 Maret 2018 10:09
Ada Prostitusi Remaja di Nunukan, Pemerintah Tak Bisa Mengungkap

PROKAL.CO, NUNUKAN - Kasus yang menimpa anak dan perempuan di Nunukan cukup memprihatinkan. Sehingga pemerintah perlu mengambil langkah cepat untuk mengehentikan eksploitasi terhadap perempuan anak. Terlebih kasus itu sudah terdeteksi ada yang dilakukan secara terselubung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan Faridah Aryani mengatakan, terkait kasus tersebut, dirinya sudah menerima langsung laporan dari masyarakat.

Kata dia, berdasarkan informasi terpercaya, memang terdapat kasus prostitusi yang korbannya adalah pelajar dan patut untuk segera ditindaklanjuti. "Memang ada kejadian tersebut (prostitusi, Red.), cuma belum bisa kita tindaklanjuti secara signifikan, karena kita ini memang terbatas turun ke lapangan. Kita hanya mendapatkan informasi dari masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sehingga bisa sama-sama ke lapangan untuk mengungkap kasus tersebut dan menindaklanjuti hal yang memang membutuhkan penanganan khusus.

"Saya banyak mendapat laporan. Ada dari masyarakat, dari guru, dari LSM, dan itu juga pernah saya bahas. Bahwa rawannya pelajar, anak kita terjaring dalam transgender, remaja lampu merah atau prostitusi terselubung," terangnya.

Diketahui, Nunukan memang kabupaten yang terbilang berada di wilayah perbatasan dan memiliki banyak wilayah terpencil dan sering dikatakan wilayah pinggiran. Namun kasus amoral di kabupaten ini juga menjadi masalah yang cukup menarik perhatian.

"Kalau kasus prostitusi terselubung memang ada beberapa yang sudah memberikan informasi kepada kita, tapi kami belum mempunyai data itu, karena kami belum melaksanakan survei. Tetapi informasi yang kami dapat itu bisa dipercaya juga karena mereka sering melihat," ucapnya.

Dikatakan Faridah Aryani, penanganan masalah anak dan perempuan sudah ada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang dibawahi oleh dinasnya, akan menjalin kerjasama dengan aparat untuk pemberlakuan patroli pada malam hari. Pasalnya pada malam hari diketahui banyak dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan terlarang oleh sejumlah pelajar.

"Mudah-mudahan setelah kerjasama nanti dengan instansi-instansi terkait seperti Satpol PP akan ada pemberlakuan jam malam. Kita melihat situasi saat ini, bahwa pelajar yang masih tergolong anak-anak di bawah 18 tahun sudah sering dan berani keliaran di jam malam. Nah itu bisa mempermudah berjalannya suatu prostitusi terselubung," tuturnya.

"Nunukan ibarat remaja lampu merah dalam bahasa kiasan. Kita dapat informasi bahwa anak-anak itu tinggal menunggu panggilan, itu tidak bisa kita hindari dengan banyaknya saya mendapat informasi," imbuhnya.

Menurut Faridah, informasi yang Ia terima memang bisa dipercaya, namun pihaknya tak memiliki data jika diminta oleh media. "Kita tidak bisa juga mengatakan bahwa itu berita bohong, terbukti dengan  penangkapan yang dilakukan Satpol PP, itu kami tidak menutup mata, bahwa memang ada kejadian seperti ini," pungkasnya. (*/say)


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*