UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Senin, 09 April 2018 14:19
KPAI Temukan Modus Baru Oknum TPPO, BEGINI MODUSNYA....
-

PROKAL.CO, NUNUKAN – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan modus unik terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan ekploitasi anak. Modus yang dilakukan merupakan program magang ke luar negeri.

Kasus TPPO juga dinyatakan meningkat setiap tahun. Kali ini korban yang menjadi target mafia perdagangan orang adalah siswa sekolah kejuruan yang merupakan kelompok baru yang rentan dijadikan korban.

Ketua KPAI, Dr Susanto mengatakan, para oknum menjalankan aksinya dengan modus memberangkatkan siswa ke luar negeri secara mudah tanpa harus memiliki sertifikat kompetisi atau pelatihan.

“Selain itu, mereka bisa menggunakan paspor dengan visa kunjungan tanpa kartu ketenagakerjaan di luar negeri. Karena memang mereka diimingi belajar di sana,” ungkapnya ketika ditemui Kalatara Pos di Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu contoh kasus yang pernah ditemukan oleh KPAI, awalnya siswa dijanjikan magang di perusahaan elektronik sesuai dengan keahlian jurusan mereka. Namun, ternyata mereka dipekerjakan di Killang Walet Maxim Birdnest di Selangor, Malaysia.

Sehingga, para siswa ini mengalami eksploitasi karena harus bekerja lebih dari 18 jam sehari dengan gaji minim dan potong gaji bila mereka sakit. "Sekolah biasanya diberikan penawaran magang palsu ke luar negeri seperti Malaysia," ungkapnya.

Dari data KPAI pada awal 2018 ada 8 kasus anak korban perdangan manusia, 13 kasus anak korban eksploitasi seks komesial, 9 kasus anak korban prostitusi dan 2 kasus anak korban eksploitasi ekonomi.

Ini menjadi tambah memprihatinkan jika melihat data dari Bareskrim Polri Bidang Tidak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) tahun 2011 hingga 2017 yang tercatat sebanyak 442 kasus anak korban kejahatan perdagangan orang.

Sementara itu, Anggota KPAI Bidang Trafficking dan Ekploitasi Anak, Ai Maryati mengatakan komisi akan meminta Kementerian Pendidikan untuk mengawasi adanya program magang ke luar negeri. Kata Ai, kementerian wajib memantau perusahaan negara tujuan magang.

"Kami juga akan minta pihak kedutaan RI di negara tujuan untuk memantau dan memberikan rekomendasi apakah perusahaan itu layak dijadikan tempat magang,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Yunianti  Chuzaifah mengatakan, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dirasa cukup efektif.

“Namun pola para oknum TPPO ini juga beragam. Jadi semakin efektifnya peraturan, semakin jahat dan banyak cara yang dilakukan oleh mereka,” tandasnya.(yua)


BACA JUGA

Senin, 09 April 2018 14:17

Awal 2018, 12 Kg Sabu Diamankan

NUNUKAN - Pengungkapan kasus sabu-sabu di Kalimantan Utara, khususnya Nunukan, bisa dikatakan terbanyak…

Sabtu, 07 April 2018 11:57

Terobos Perbatasan di Sebatik, 8 WNA Diamankan

NUNUKAN – Setelah beberapa waktu lalu warga Indonesia diamankan aparat Malaysia, lantaran hendak…

Jumat, 06 April 2018 12:58

Pencarian Rahmat, Nyawa Tim Juga Terancam

NUNUKAN - Rahmat (27), korban yang diduga dimangsa buaya terus dilakukan pencarian. Namun hingga memasuki…

Kamis, 05 April 2018 10:24

Sabu 4,3 Kg Dibuang Pakai Jangkar, Polisi Terjun ke Laut

NUNUKAN – Penangkapan yang dilakukan personel Satuan Reskoba Polres Nunukan terhadap dua orang…

Senin, 02 April 2018 16:13

Warga Tarakan Diterkam Buaya saat Basuh Tubuh di Sungai

NUNUKAN – Keganasan binatang buas di perairan kembali memakan korban jiwa. Seorang pria diduga…

Sabtu, 31 Maret 2018 10:09

Ada Prostitusi Remaja di Nunukan, Pemerintah Tak Bisa Mengungkap

NUNUKAN - Kasus yang menimpa anak dan perempuan di Nunukan cukup memprihatinkan. Sehingga pemerintah…

Rabu, 28 Maret 2018 12:16

Over Kapasitas, Lapas Optimalkan Asimilasi

NUNUKAN - Lembaga permasyarakatan (Lapas) Nunukan kembali menerima puluhan narapidana (napi) asal Bulungan.…

Rabu, 28 Maret 2018 12:11

Waspada Daging Ilegal Belum Tentu Sehat

NUNUKAN – Daging ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen cukup banyak diselundupkan dari Tawau, Malaysia.…

Selasa, 27 Maret 2018 11:24

28 WNI yang Ditahan Malaysia akhirnya Dibebaskan

NUNUKAN - Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan aparat Kerjaaan Malaysia selama beberapa hari lalu,…

Selasa, 27 Maret 2018 10:25

Sabu Rp 70 Juta Dimasukkan ke Anus

NUNUKAN – Tak ada kapoknya, para bandar hingga kurir sabu-sabu terus melancarkan aksinya melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .