UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 10 April 2018 15:56
Disidang, Lima Terdakwa Sabu 11 Kg Divonis

Tiga Divonis Hukuman Seumur Hidup, Dua Divonis Hukuman Mati

DISIDANG : Para terdakwa saat hendak menjalani sidang perkara di Pengadilan Negeri Tarakan, Senin (9/4). (Eliazar/Kaltara Pos)

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah menjalani belasan kali persidangan yang cukup panjang. Terdakwa kasus penyelundupan sabu 11 kilogram telah dituntut oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) diantaranya Roni, Ary dan Haryanto dituntut hukuman semur hidup. Sedangkan, Amin dan Andi dituntut hukuman mati.

Dari tuntutan itu, Ketua majelis hakim Christo En Sitorus SH Mhum menyetujui untuk menghukum para terdakwa sesuai dengan tuntutan JPU dan memvonis terdakwa saat sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Senin (9/4).

“Karena terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, maka kami selaku majelis hakim sependapat untuk menghukum Amin, Ary dan Haryanto untuk dihukum seumur hidup kurungan penjara,” kata pria yang akrab disapa, Christo.

“Dan karena terdakwa juga telah terbukti sah melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, maka kami selaku majelis hakim sependapat untuk memberikan hukuman mati kepada Amin dan Andi,” ungkapnya.

Mendengar putusan yang cukup mengejutkan itu, membuat masing-masing penasehat hukum para terdakwa langsung bereaksi keras dengan menyatakan banding di dalam persidangan. “Kami tidak sependapat dengan putusan yang mulia majelis hakim, maka kami akan banding ke Pengadilan Tinggi Samarinda,” kata pengacara terdakwa, Agustan SH, Nunung Sulistiawati SH dan Andhika Cla SH yang disampaikan bergantian.

Bahkan salah satu dari penasehat hukum terdakwa secara tegas menyebutkan, keputusan yang dibuat oleh majelis hakim terlalu berani dan dipaksakan karena tidak sesuai dengan yang di dalam fakta persidangan.

“Putusan hakim tidak berpijak kepada kebenaran materiel (kebenaran hakiki) sebagaimana yang terungkap dan menjadi fakta persidangan. Padahal kebenaran materiel menjadi syarat mutlak bagi hakim dalam memperoleh keyakinannya,” ungkap Andhika lagi.

“Putusan ini jelas-jelas melanggar asas Nulla Poena Sine Culpa (tidak ada seorang pun yang dapat dipidana atas perbuatan yang tidak dilakukannya). Putusan hakim ini telah melanggar pasal 6 ayat (2) Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman,” pungkasnya.

Untuk menguatkan Argumennya itu, Andhika bahkan membeberkan fakta-fakta persidangan yang dianggapnya tidak menjadi pertimbangan oleh majelis hakim. Dia menyebutkan, seperti adanya bukti kekerasan fisik yang dilakukan oleh pihak penyidik untuk menekan para terdakwa mengakui perbuatannya.

“Para saksi jelas-jelas menyatakan bahwa yang menyuruh mereka mengambil sabu-sabu adalah Hen, bukan Andi Bin Arif. Hen, menurut pengakuan saksi Amin berperawakan hitam dan tinggi besar, bukan pendek kecil seperti klien kami,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dia juga menuturkan, polisi dan BNN tetap memaksa para saksi untuk mengakui bahwa yang dimaksud Hen adalah kliennya dengan menunjukkan foto Andi Bin Arif dengan cara paksaaan, intimidasi dan penganiayaan fisik.

“Dipukuli sampai babak belur, bahkan gigi salah satu saksi Amin sampai patah. Dan itu, diakui oleh mantan security BNN pusat saat menjadi saksi dalam persidangan kalau klien saya mendapat siksaan,” bebernya lagi. “Yang anehnya lagi, klien saya dituduh melakukan komunikasi dengan ke 4 terdakwa lainnya untuk pengiriman sabu. Akan tetapi, penyidik maupun JPU malah tidak bisa membuktikannya dalam persidangan. Ini kan aneh,” keluhnya.

Menanggapi hal-hal itu, Ketua PN Tarakan Wahyu Iman Santoso SH MH, ikut angkat bicara. Menurutnya, keputusan yang diberikan oleh majelis hakim sudah tepat untuk menghukum para pelaku yang terjerat selama ini masih bebas berkeliaran.

“Dalam memutus perkara tentu majelis memiliki pertimbangan sesuai dengan 5 asas hakim dalam memberikan hukuman yang merujuk kepada kesusuain saksi dan fakta persidangan. Dan itu sudah menjadi kehakiman hakim dalam memberikan putusan,” jelas pria yang akrab disapa, Wahyu.

Wahyu juga menegaskan, akan memberikan hal yang sama kepada pelaku narkotika jika masih terus berani merusak generasi bangsa. “Ini juga merupakan sebuah pesan bagi pelaku yang lainnya. Saran saya lebih baik berhenti menyalurkan narkotika ke negara kita, jika tidak ingin menjadikan pengadilan sebagai kuburannya,” tegasnya. (*/osa)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 12:25

TEGA! Merumus Togel Pake Buku Sekolah Anak

TARAKAN – Tergiur keuntungan besar dengan waktu singkat, membuat Sarifudin nekat menjadi bandar…

Sabtu, 21 April 2018 10:40

Ditinggal Ganti Baju, Pas Keluar Motor Hilang

TARAKAN – Sepeda motor warga RT 53, Kelurahan Karang Anyar, raib akibat ulah si “tangan…

Jumat, 20 April 2018 17:06

Tiga Hari Menghilang, Ditemukan Sudah Jadi Mayat

TARAKAN – Warga Kelurahan Pantai Amal, tepatnya di RT 02, kemarin (19/4) pagi dibuat heboh dengan…

Selasa, 17 April 2018 15:25

Pemasok Sabu untuk Nelayan dan Petani Rumput Laut Dibekuk Polisi

TARAKAN - Diduga menjadi pemasok sabu-sabu untuk para nelayan dan petani rumput laut di Pantai Amal,…

Selasa, 17 April 2018 15:23

Mau ke Kondangan, Malah Berakhir di Rumah Sakit

TARAKAN - Nasib nahas dialami Peter Sanda. Berniat menghadiri acara pernikahan, Minggu (15/4) malam…

Selasa, 17 April 2018 15:21

Karena Burung, Mengantarkan Suhardi ke Penjara

TARAKAN – Suhardi hanya tertunduk tak berdaya di depan majelis hakim. Dia tak kuasa menahan sedih…

Selasa, 17 April 2018 15:20

Tak Hanya Pencurian, Si Tomboi itu Juga Terjerat Narkoba

TARAKAN – Tak hanya terjerat satu kasus, Siti Rahma ternyata melakukan sejumlah tindak pidana…

Selasa, 17 April 2018 15:14

Pemuda Ini Batal Nikah Gara-Gara Ditangkap Polisi, Ini Sebabnya..

TARAKAN – Mungkin pria berinisial TH (26) ini sedang apes. Akibat tertangkap basah oleh Satreskoba…

Senin, 16 April 2018 16:14

Polisi Temukan Toko Distributor Lem Alteko Palsu

TARAKAN - Usai mendapatkan laporan mengenai ada peredaran lem Alteco palsu yang banyak terjual di sejumlah…

Senin, 16 April 2018 14:20

Ketahuan “Nyogok”, Siap-Siap Dapat Sanksi Tegas

TARAKAN - Untuk pertama kalinya Polda Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penandatangan fakta integritas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .