UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 16 April 2018 16:14
Polisi Temukan Toko Distributor Lem Alteko Palsu

Pemilik Toko Belum Dijadikan Tersangka

BUKTI : Kanit Tipiter Satreskrim Polres Tarakan memperlihat lem Alteko yang di jual di salah satu toko. (Polres Tarakan untuk Kaltara Pos)

PROKAL.CO, TARAKAN - Usai mendapatkan laporan mengenai ada peredaran lem Alteco palsu yang banyak terjual di sejumlah swalayan di Kota Tarakan, polisi langsung bergerak cepat mencari kebenaran tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Choirul Jusuf mengatakan, usai mendapatkan laporan dari Perwakilan Pusat Alteco Singapura pada Rabu lalu (11/4), pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap toko-toko dan distributor barang.

“Hasilnya kita mendapatkan salah satu toko yang berada di Jalan Ponegoro yang memiliki Lem Alteko palsu,” ungkapnya.

Dari hasil pengeledahan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti berupa 28 dus lem Alteko palsu. 1 dus tersebu berisikan 28 lusin lem Alteko palsu. Meski sudah mendapatkan barang bukti di toko itu, namun sampai saat ini pemilik toko yang bernisial AD tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka, dan masih dalam penyelidikan pihak penyidik dari Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tarakan.

“Jadi pemilik toko itu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Jadi pasal tersebut menyebutkan barangsiapa yang membuat barang sama dan diketahui mereknya dipunya merek orang lain,” jelas pria lulusan Akedemi Kepolisian (Akpol) itu.

Lebih lanjut dijelaskan Choirul, usai menyita barang bukti tersebut, pihaknya akan melakukan tindak lanjut. Salah satunya melakukan uji sampel lem Alteko paslu itu di Laboratorium Kriminal (Labkrim). Selain itu nantinya juga penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bersangkutan dengan kasus tersebut.

“Nanti kita akan panggil saksi ahli juga. Sementara si pemilik toko belum kita jadikan sebagai tersangka, karena kita masih melakukan pemeriksaan hasil lab dan keterangan saksi. Kalau sudah baru kita bisa menetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Dari keterangan sementara yang didapatkan polisi, pemilik toko tersebut tahu mengenai lem Alteko yang ia jual dan mendistribusikan kepada toko-toko yang lain. Namun saat ditanya dari mana lem Alteko yang dijual itu, si pemilik toko masih enggan menyebutkan kepada polisi. “Si pemilik kita tidak tahan sebelum dijadikan tersangka. Kalau sesuai ancaman itu masih ringan yaitu 1 tahun dan dendanya Rp 200 juta,” terangnya.

Ditambahkan pria berpangkat balok tiga itu, berdasarkan infomasi yang diterima pihaknya dari penagih toko tersebut, diketahui lem Alteko tersebut sudah didistribusikan ke beberapa toko lainnya. Pihaknya juga menduga selain di Tarakan, peredaran lem Alteko palsu itu sudah beredar di beberapa wilayah di Kalimantan Utara (Utara).

“Laporan ini masih lidik aduan, karena pihak perusahaan merasa dirugikan dan menilai dari pihak menajemen mereka merasa aneh lantaran penjualan di Kaltara menurun. Jadi dari situ mereka menduga lem palsunya sudah diproduksi lama,” tutupnya. (zar)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .