UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 17 April 2018 15:21
Karena Burung, Mengantarkan Suhardi ke Penjara

PROKAL.CO, TARAKAN – Suhardi hanya tertunduk tak berdaya di depan majelis hakim. Dia tak kuasa menahan sedih setelah divonis bersalah oleh hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Tarakan, kemarin (16/4).

Suhardi merupakan spesialis pencuri burung yang selama ini melakukan aksinya mengambil burung milik warga Tarakan. Tak hanya mencuri burung, Suhardi juga merupakan penadah dan ketua kelompok spesialis pencuri burung dengan memiliki 2 anak buah yang sebelumnya sudah dijatuhi hukuman.

“Karena terdakwa terbukti melanggar Pasal 362 KUHP, terdakwa akan dihukum selama 2 tahun penjara untuk mempertangggung jawabkan perbuatannya,” kata ketua Majelis Hakim Kurniasari SH.

Yang membuat Suhardi semakin tertunduk lemas, hukuman yang dijatuhkan Hakim ternyata sama dengan tuntutan Penuntut Umum. Sehingga dapat dipastikan dirinya tidak mendapatkan keringanan hukuman sama sekali. “Saya Mohon kurangi hukuman saya. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Suhardi yang memohon kepada Hakim.

Walaupun sempat merasa kasian, namun mengingat banyaknya kasus pencurian yang dilakukan oleh Suhardi, membuat Hakim menganggapi dingin permohonannya dengan tetap tidak memberikan keringanan hukuman. Sehingga hal tersebut diapresiasi JPU Ivan Situmorang SH, yang menilai keputusan Hakim sudah tepat.

“Kepetusan Hakim sudah tepatlah, karena terdakwa juga sudah berulang kali melakukan pencurian. Singkatnya ini bukan hukuman buat terdakwa, tapi bimbingan hidup buat terdakwa agar mau bertaubat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suhardi bersama 2 anak buahnya bernama Sulaiman dan Stevani sempat membohongi Hakim persidangan saat memberikan pengakuan akan perbuatan kriminal yang dilakukannya. Dalam pengakuannya, kedua spesialis pencuri burung itu mengaku telah 5 kali mencuri burung peliharaan warga Tarakan di 5 lokasi yang berbeda.

“Kami memang suka mencuri burung peliharan orang yang bernilai jual tinggi pak karena cepat lakunya. Selama beraksi total kami sudah 5 kali melakukannya,” aku terdakwa.

Setiap kali berhasil melakukan aksinya, Sulaiman dan Stevani juga mengatakan selalu memiliki pelanggan tetap yang siap membeli burung curian mereka. Sehingga membuat mereka merasa tidak khawatir jika burung itu tidak terjual.

“Setiap kami mencuri burung. Burung curian kami pasti laku pak, karena sudah ada Suhardi yang siap membelinya,” ungkapnya lagi. “Sekarang Suhardi juga sudah ditangkap bersama kami pak, karena dianggap sebagai penadah barang curian,” pungkasnya.

Dari total 5 burung yang dicuri, Sulaiman dan Stevani membeberkan selalu menjualnya dengan harga sama rata yakni, Rp 300 ribu per ekornya. “Uang penjualan burung itu sudah habis kami nikmati bersama pak, untuk happy-happy saya,” bebernya.

Namun dalam sidang itu, Sulaiman dan Stevani malah mencoba membohongi Hakim dengan berpura-pura kalau mereka tidak pernah terlibat kriminal sebelumnya. “Kami ini anak baik-baik bu dan tidak pernah dihukum sebelumnya. Ini juga baru pertama kalinya kami masuk ruang persidangan,” kata terdakwa.

Namun sayangnya, Ivan Situmorang SH yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum langsung membongkar kebohongan kedua pencuri burung itu. “Kalian jangan bohong, kalian ini baru tahun lalu kan bebas dari penjara, karena pernah terlibat pencurian juga sebelumnya,” sanggah JPU yang akrab disapa Ivan.(*/osa)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 12:17

Dilarang Beroperasi, Grab Galang Aksi Tanda Tangan

TARAKAN – Adanya larangan beroperasinya Grab, membuat para pengemudi angkutan online itu beserta…

Jumat, 20 Juli 2018 15:02

Tarik Ulur Pengalihan Aset

TARAKAN – Tarik ulur penyerahan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Selasa, 17 Juli 2018 09:23

ALAMAK..KENAPA INI..?? Dua Mantan Bidan Cantik Menangis

TARAKAN – Dua mantan bidan yang berparas cantik menangis bukan karena putus cinta. Tapi, Lihana…

Sabtu, 14 Juli 2018 09:45

BINI LANTIH..!! Suami Emosi, Istri Dibogem

TARAKAN – Sempat gugup saat menjalani sidang untuk mendengarkan tuntutan hukuman, Anton pelaku…

Sabtu, 14 Juli 2018 09:43

Berkas Caleg yang Diverifikasi Meningkat

TARAKAN – Berkas bakal calon legislatif yang masuk ke pengadilan Negeri Tarakan untuk dilakukan…

Sabtu, 14 Juli 2018 09:42

Sigit : Jangan Serang Disdikbud soal SKTM

TARAKAN - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang baru untuk tingkat SMA di Indonesia, termasuk…

Sabtu, 14 Juli 2018 09:37

Sang Pacar Mengaku Tak Tahu Tersangka Hamil

TARAKAN - Kasus pembunuhan bayi yang sempat menghebohkan warga Tarakan beberapa waktu lalu, masih menimbulkan…

Jumat, 13 Juli 2018 10:40

Ribuan Jalur Tikus Jadi Atensi

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara punya tugas berat bersama dengan pemerintah…

Jumat, 13 Juli 2018 10:38

KAPOKK KAMU..!! Terobos Tanda Larang, Dua Pengendara Motor Tabrakan

TARAKAN - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Patimura, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan…

Jumat, 13 Juli 2018 10:30

Alasan Pinjam, Keponakan Bawa Kabur Motor Pamannya

TARAKAN - Aksi pencurian motor kembali terjadi pada Sabtu (7/7) malam lalu, sekira pukul 19.00 Wita.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .