UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 20 April 2018 17:03
Vonis Mati Terpidana Sabu 11 Kg, Jaksa Ikut Banding

PROKAL.CO, TARAKAN – Selain kelima terdakwa kasus 11,4 kg sabu menyatakan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri Tarakan, ternyata Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga turut mengajukan banding. Sebelumnya, Hakim PN Tarakan menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap dua terdakwa bernama Andi dan Amin dan pidana seumur hidup terhadap tiga terdakwa lainnya, Roniansyah, Ari Permadi dan Hariyanto pada 9 April lalu.

Hal ini disampaikan Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johny Otoh kepada Kaltara Pos, Selasa (17/4). “Jaksa sudah mengajukan banding secara tertulis, kalau PH (Penasehat Hukium) semua terdakwa belum. Tapi di persidangankan PH sudah menyatakan banding secara lisan, jadi berkas banding menyusul tidak masalah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, surat pernyataan banding juga sudah disampaikan ke masing-masing terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan. “Senin (16/4) kemarin diantar dan sudah dikembalikan ke Pengadilan,” jelas Melcky.

Sedangkan Plt Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Andi Thirta menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas perkara sabu 11,4 kg sabu itu. "Karena nanti dalam hal mengajukan kasasi, bisa diakomodir oleh Mahkamah Agung jika JPU akan mengajukan Kasasi," ujarnya ditemui di ruangannya, Rabu (18/4) kemarin.

Ia pun membantah asumsi publik jika banding yang dilayangkan JPU ini untuk meminta keringanan terhadap terdakwa. Ini juga sekaligus menjawab pertanyaan Penasehat Hukum (PH) terdakwa karena vonis pidana mati sudah merupakan hukuman maksimal di Indonesia.

"Jadi kami melakukan banding, melihat dari banding yang dilakukan oleh PH maupun terdakwa. Nanti selanjutnya kita akan memasukkan memori banding dan kontra terhadap banding dari PH," jelasnya.

Kontra banding merupakan perlawanan JPU terhadap memori banding yang dikirimkan PH terdakwa ke Pengadilan Tinggi. Terutama terkait permintaan PH soal keringanan hukuman terhadap kelima terdakwa.

"Misalnya nanti turun putusannya menguatkan putusan di tingkat pertama di Pengadilan Negeri Tarakan, kan otomatis mereka akan Kasasi juga. Kalau Kasasi kan tingkat terakhir, jadi nanti jaksa tetap akan mengajukan kasasi juga," bebernya.

Terpisah, Donny Tri Istiqomah, ketua tim kuasa hukum terdakwa Andi menanggapi Jaksa yang akhirnya juga mengajukan banding. Dia menuturkan hal ini tidak lazim karena tuntutan pidana mati Jaksa malah sudah dikabulkan oleh Majelis Hakim dalam putusannya. Di samping itu tidak ada lagi putusan yang lebih tinggi daripada hukuman mati.

“Sehingga, tidak ada gunanya bagi Jaksa untuk banding, untuk apa Jaksa banding? Mau minta putusan seperti apa lagi?” katanya.

Namun, sambung Donny, Ia melihat upaya banding Jaksa tersebut wajar karena PH yakin itu dilakukan karena khawatir memori banding yang akan diajukan pihaknya nanti yang meminta terdakwa diputus bebas, akan dikabulkan Hakim tingkat PT.

“Kenapa? Karena kami yakin Jaksa juga tahu baik tuntutannya maupun putusan hakim tidak didasarkan kepada fakta-fakta persidangan, jadi takut dipatahkan oleh memori banding kami nantinya. Baik Jaksa maupun hakim sebenarnya sadar dan faham bahwa pledoi kamilah yang benar-benar berpijak kepada kebenaran materil tapi diabaikan oleh Jaksa maupun hakim,” tandasnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi memori banding dari PH yang kata dia didasarkan pada bukti-bukti kuat bahwa kliennya, Andi bin Arif tidak terlibat, maka Jaksa akhirnya ikut-ikutan banding.

Dalam memori banding yang saat ini tengah dipersiapkannya juga, kata Donny akan mengulas tentang putusan Majelis Hakim yang tidak adil karena tidak didasarkan kepada kebenaran materil. Menurut dia, seharusnya hakim memvonis bebas jika didasarkan kepada fakta-fakta persidangan sebab tidak ada satu alat buktipun yang menunjuk Andi bin Arif.

“Alat  bukti HP yang dituduh digunakan Andi bin Arif tidak ada, nomor HP yang dituduh milik Andi bin Arif, juga tidak ada bukti surat keterangan dari provider,” ungkapnya.

Ia juga mengklarifikasi penyebutan nama Hendra 32 yang kerap disandingkan Jaksa sejak awal hingga ke tuntutan pidana mati. Di dalam Lapas, terang Donny, kliennya hanya dipanggil nama Andi. Ia pun mengungkapkan, di persidangan keterangan 2 orang saksi petugas Lapas, jelas menyatakan bahwa sehari-hari kliennya di dalam penjara dipanggil Andi.

“Tidak ada yang memanggilnya Hendra. Nama Hendra yang beredar di media massa adalah kesalahan yang harus saya luruskan, sebutan Hendra dan Udin adalah nama alias yang diberikan polisi kepada Andi dalam kasus pidana pertamanya. Andi sudah klarifikasi di pledoinya bahwa polisi yang dulu memaksanya punya nama alias yaitu Hendra atau Udin,” tegasnya(*/osa)


BACA JUGA

Senin, 14 Mei 2018 15:32

Cabuli Anak 13 Tahun, Firman Dibui

TARAKAN - Sidang tertutup perkara dugaan pencabulan digelar tertutup Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.…

Senin, 14 Mei 2018 15:31

Ledakan Bom Surabaya, Kaltara Ikut Siaga Satu

TARAKAN – Serangan teroris dari kerusahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Markas Komando (Mako)…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:14

Anggaran Belum Turun, Penanganan Banjir Tetap Dilanjutkan

TARAKAN – Setelah beberapa pekan proyek penanganan banjir Kelurahan Sebengkok dihentikan, kini…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:11

KPU Rekrut 132.401 Anggota KPPS

TARAKAN –Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan…

Sabtu, 12 Mei 2018 12:04

Diduga Transaksi Sabu, Tujuh Orang Terciduk Polisi

TARAKAN – Setelah berhari-hari melakukan penyelidikan, akhirnya usaha polisi membuahkan hasil.…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:59

Dituntut 12 Tahun, Faisal : Jangan Penjarakan Saya

TARAKAN - Faisal dibuat tak berkutik saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Jumat…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:50

Bulog Siap Gelar Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Jelang memasuki bulan suci ramadan dan lebaran Idul Fitri pertengahan Juni mendatang,…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:47

Warga Dukung Pemasangan ‘Polisi Tidur’ di Area Taman Berkampung

TARAKAN - Adanya rencana pemasangan polisi tidur pada area Taman Berkampung oleh Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:40

Ngaku Sakit Asma, Ketahuan Bawa Sabu Langsung Kejang-Kejang

TARAKAN - Terdakwa yang satu ini tak berdaya setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi…

Sabtu, 12 Mei 2018 11:38

Posting Radio Mobil Hasil Curian, Amran Dipenjara 1,6 Tahun

TARAKAN – begitu nekat pelaku ini memposting barang hasil curiannya di sosial media, Februari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .