UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 21 April 2018 10:49
DiDuga Serobot Aset, Pensiunan Pertamina Jadi Tersangka

PROKAL.CO, TARAKAN - Setelah dilaporkan pada 2016 lalu oleh pihak Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, terkait dugaan penyerobotan sejumlah aset perumahan Pertamina, akhirnya Hari Sendho dijadikan tersangka oleh Satreskrim Polres Tarakan.

Saat dikondirmasi kemarin (20/4), Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman mengatakan, sebelum Hari Sendho dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian, antara pihak Pertamina dan Hary Sendho yang pernah menjadi Ketua Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP), sudah dilakukan mediasi terlebih dulu.

Dalam mediasi tersebut Pertamina meminta Hari Sendho dan 20 orang lainnya untuk segera mengembali aset Pertamina yang masih dipakai. Diketahui, Hari Sendho dan 20 orang lainnya hingga saat ini masih menguasai aset perumahan Pertamina yang ada di sekitaran Ladang, Kelurahan Pamusian.

Namun untuk saat ini, baru Hari Sendho yang dilaporkan lantaran masih menjabat sebagai Ketua YKPP. Hari Sendho diketahui sempat mengeluarkan surat untuk melakukan pendataan pensiunan yang hendak membeli rumah dinas yang sudah ditempati pihak ketiga.

Namun, Hary Sendho diduga melakukan penyerobotan terhadap aset Pertamina dan dikenakan Pasal 385 KUHP, yang berisikan, “Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau oranglain dengan melawan hak menjual, menukar, atau menjadikan tanggungan utang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah Pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan, tanaman atau bibit di tanah tempat orang menjalankan hak rakyat memakai tanah itu, sedang diketahuinya bahwa oranglain yang berhak atau turut berhak atas barang itu”.

“Kasus ini sudah kita jadikan tersangka (Hari Sendho), tinggal sekarang kita menunggu ahli aset dari Jakarta. Untuk penetapan tersangka sudah kita lakukan pada minggu lalu,” ungkap Taharman.

Lebih lanjut dikatakan Taharman, setelah dilaporkan pada 2016 lalu kemudian dilakukan penyelidikan, dan pada 2017 lalu polisi baru membuat Laporan Polisi (LP) terkait kasus tersebut. Sekitar 3 tahun untuk menjadikan Hary Sendho sebagai tersangka, diakui Taharman karena saat dilakukan penyelidikan tersangka kurang kooperatif.

“Kebetulan keluarga dari pelaku ini berduka dan dia izin pulang ke kampung untuk acaranya, makanya agak lama kita lidik,” bebernya.

Meski sudah dijadikan tersangka oleh polisi, namun tersangka tidak akan dilakukan penahanan lantaran hukuman penjarannya di bawah 5 tahun. Selain itu, untuk 20 orang lainnya yang diduga juga melakukan penyerobotan terhadap aset Pertamina, tidak menutup kemungkinan Pertamina juga akan melaporkan ke pihak kepolisian. Apalagi, saat ini 20 orang tersebut tidak kooperatif saat akan dilakukan mediasi dengan Pertamina.

“Sebenarnya itu aset minta Pertamina, jadi kalau minta ganti rugi atau dispensasi itu yang sewajarnya angkanya. Kalau memang angkanya tidak wajar itu bisa jadi pemerasan juga jadinya,” kata pria berpangkat balok satu itu.

Dipaparkan Taharman, dalam kasus tersebut pihak Pertamina selalu terbuka dengan oknum yang masih menempati aset perumahan Pertamina. Apalagi yang menempati aset tersebut merupakan pensiunan dari Pertamina sendiri. Meski sudah pensiunan, namun para pensiunan sudah tidak berhak lagi menempati aset tersebut.

“Kalau ganti rugi masalah akomodasi pindah, Pertamina terbuka saat kita mediasi kemarin. Mereka mau membantu asal aset dikembalikan,” tutupnya. (zar)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .