UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

PEREMPUAN

Senin, 07 Mei 2018 11:26
13 Tahun Geluti Dunia Jurnalis dengan Berbagai Pengalaman
Ervi Febrianti

PROKAL.CO, DIBALIK informasi yang tersedia diberbagai media massa, terdapat kisah tersendiri bagi mereka yang berjuang untuk memperoleh informasi itu. Salah satunya adalah tentang sang penyaji atau jurnalis yang harus berjibaku untuk dapat menyiarkan informasi tersebut pada masyarakat umum.

Hal ini yang dirasakan oleh sosok Ervi Febrianti sebagai salah satu jurnalis sekaligus mantan penyiar di Radio Republik Indonesia (RRI) Tarakan. Tak tanggung-tanggung, kiprahnya menjadi seorang wartawan sudah 13 tahun lamanya. Tentu bukan waktu yang singkat.

Wanita berusia 33 tahun ini mengaku kuat secara mental, mandiri serta harus menghilangkan rasa malu, merupakan bekal yang harus disiapkan untuk terjun di dunia jurnalistik. Bagi Ervi-sapaan akrabnya, seorang jurnalis berhadapan dengan orang banyak dan beragam karakternya.

"Kesan jadi penyiar atau wartawan itu awalnya ya sulit karena memang aku otodidak, tapi syukurnya aku didukung tim senior atau atasan yang nggak susah buat konsultasi kalau ada hal-hal yang membingungkan. Harus siap underpressure (dibawah tekanan) juga, di bawah tekanan deadline dan solid kerja tim," ungkapnya kepada Kaltara Pos kemarin (5/5).

Untuk bisa mendapat satu kursi sebagai penyiar radio di RRI Tarakan, sebelumnya Ervi harus menyingkirkan 45 kontestan lainnya. Padahal saat mendaftar di RRI sekitar 2005 silam, Ervi tak pernah menyangka bahwa pekerjaan pertamanya ini akan menjadi dunia yang akan lama digelutinya dan mengubah hidupnya. Selang 9 tahun menjadi penyiar, di 2014 Ervi mulai merasa jenuh dan ingin mencoba suasana baru dengan meminta mutasi devisi ke pemberitaan.

"Menurutku lebih nantang menjadi wartawan, selain yang dihadapi bukan benda mati seperti mic dan mixer waktu jadi penyiar, kita juga harus berhadapan dengan orang beragam karakter, waktu kerja yang harus menunggu lama dan lainnya. Tapi yang jelas sih jadi wartawan enak, mental jadi kuat, wawasan luas, banyak temen, pergaulan luas," ungkapnya lagi.

Meski begitu, Ervi amat menikmati pekerjaannya tersebut. Beberapa hambatan, keluhan dan kesulitan tentu pernah dia temui seperti peliputan yang harus bertabrakan dengan deadline pekerjaan dan medan liputan yang tidak kenal cuaca. Namun Ervi tak gentar dan memilih bertahan dengan pekerjaan yang sudah memberinya banyak kesan, keringat, kenangan dan pengalaman.Bahkan tak jarang pekerjaannya itu mengharuskan tetap bekerja hingga diakhir pekan seperti Sabtu dan Minggu.

“Kadang pernah juga dikeluhkan sama anak, terutama yang anak pertama. Cuman aku beri pemahaman saja soal pekerjaan ibunya ini,” tutup Ervi.

Mempunyai hobi jalan-jalan dan menyanyi, Ervi memilih tidak terlalu keras dalam prinsip hidupnya. Berbeda dengan orang lain, Ervi memilih menjalani hidup dengan apa adanya sesuai dengan scenario Tuhan untuknya. (*/aul)


BACA JUGA

Jumat, 25 Maret 2016 00:06

Sudah Bau Tanah, 2 Pria Tua Ini Keroyok Remaja

<p>NUNUKAN &ndash; Memalukan! Bukannya memberikan contoh baik terhadap generasi muda, dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*