UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Kamis, 10 Mei 2018 00:25
“Kami Kena Teguran Dari Pusat Karena Harga Naik”

Disperindagkop Sidak Harga Daging Sapi

SIDAK: Tim gabungan turun setelah dapati adanya harga daging naik yang melambung tinggi di pasar induk. Setelah dikroscek ternyata masih normal.(HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Tim gabungan dari Kepolisian Resort Bulungan bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara (Disperindagkop Kaltara), tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk. Hal ini dilakukan setelah adanya pemberitaan mengenai harga daging mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Jadi kami dapat teguran dari Kementerian Perdagangan jika di Kaltara ada kenaikan harga daging, makanya kami lakukan pengecekan harga,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kaltara, Hj Hasriyanti kepada Kaltara Pos, Selasa (8/5).

Tak ingin kecolongan adanya harga daging naik terutama daging sapi menjelang Ramadan, dirinya memastikan akan terus melakukan pemantauan. Pasalnya sidak tersebut dilakukan setelah adanya laporan harga daging mencapai harga Rp 160.000 per Kilogram. Setelah dicek ternyata masih stabil dari harga Rp 145.000 hingga Rp 150.000 per Kilogram.

“Daging lokal yang kami temukan masih normal saja, pedagang jual dari harga Rp 145.000 hingga 150.000 sekilonya. Jadi harga yang kemarin sampai Rp 160.000 itu tidak ada,” paparnya.

Bahkan harga itu akan bertahan hingga hari lebaran mendatang, sehingga nantinya tim gabungan hanya memantau saja. Khusus daging sapi lokal itu lebih tinggi harganya karena menggunakan sapi yang dipotong dari rumah pemotongan hewan (RPH). Sementara ada juga yang beredar daging beku itu harganya dari kisaran Rp 75.000 per Kilogram.

“Tapi yang daging beku ini kayaknya berbeda deh yang tertera di spanduk Rp 75.000, tapi kenyataannya mereka jual harga Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kilogram. Jadi ini sudah tidak sesuai aturan,” jelasnya.

Untuk itu Hasriyanti pekan depan akan melakukan pembahasan bersama dengan distributor dan pedagang. Karena daging beku sudah tidak sesuai dengan harga ketetapan yakni Rp 75.000 per Kilogram. Namun info yang dia dapatkan jika pedagang juga jika harganya yang dibeli kepada distributor memang naik.

“Jadi hari Senin depan kita mau pastikan kenapa bisa naik di tingkat distributor. Biar mereka jelaskan kenapa bisa mahal harga daging beku itu,” ucapnya.

Hasriyanti mengatakan jika ditemukan lagi adanya pedagang yang menjual harga tinggi dari daging beku itu sudah jelas ada sanksi. Karena sudah ada ketetapan harga dari pemerintah pusat sekian rupiah per kilogramnya.

“Yang susah itu daging lokal karena belum ada standar harganya, yang ada hanya harga rata-rata yang Rp 150.000 itu,” bebernya.

Selain itu pihaknya juga akan fokus kepada harga kebutuhan lainnya seperti beras dari jenis premium. Karena harga perkilogramnya mencapai Rp 13.200 dan beras medium harganya Rp 9.950. Itu akan diuji jangan sampai harga medium dijadikan harga premium. (mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .