UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 11:35
Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli

Libatkan Dua Oknum Pejabat Pemkot Tarakan

ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan kasus pengadaan lahan milik pemerintah di Jalan Yos Sudarso. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Perwira Urusan Subbag Humas Polres Tarakan IPDA Taharman mengatakan, saat ini penyidik sedang melengkapi berkas administrasi dari saksi ahli di Jakarta terkait kasus yang melibatkan oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Keterangan saksi ahli diperlukan karena saat ini kasus tersebut sudah ditingkatkan ke ranah penyidikan. Nantinya keterangan saksi ahli akan dimasukkan penyidik ke dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kalau untuk saksi ahlinya itu dari ahli Tipikor yang ada di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Nanti saksi ahli hanya memberikan keterangan dan menjelaskan mengenai apa saja prosedur saat dilakukan pengadaan lahan,” jelas pria yang berpangkat balok satu itu.

Selain itu, dengan adanya nilai kerugian dari pengadaan lahan pihak penyidik belum bisa memastikannya. Hal itu disebabkan karena penyidik belum mendapatkan laporan resmi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Belum kita terima, makanya nanti akan kita menyurat kembali untuk menanyakan perhitungan kerugian negara yang sudah diminta sejak, Maret 2018 lalu,” tegasnya.

Untuk lebih memastikan kasus tersebut terus berjalan sesuai prosedur, penyidik juga terus melakukan koordinasi langsung untuk dilakukan gelar perkara.

“Selain itu jika sudah dinyatakan ada kerugian negara atau penyalahgunaan prosedur, maka perhitungan kerugian negara itu bisa belakangan. Karena sudah yakin perbuatan melawan hukumnya ada, nanti nilai kerugian negara yang resmi bisa bersamaan. Jadi sambil berjalan penetapan tersangka, sambil menunggu nilai kerugian negara,” bebernya. 

Terkait penetapan tersangka nantinya, diakui Taharman, akan melibat Polda Kaltara sebagai pengawas namun penetapannya akan dilakukan di Polres Tarakan. Meski ada oknum pejabat tinggi di Tarakan yang terlibat di dalamnya. “Kalau memang urgen, boleh selama wajar,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Tarakan tengah melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan lahan dibawah 5 hektare untuk fasilitas pemerintah di tahun anggaran tahun 2015 lalu dengan nilai anggaran Rp 2 miliar lebih. Penyelidikan yang bermula dari laporan masyarakat ini, diduga melibatkan dua orang oknum pejabat di lingkup Pemkot Tarakan. (zar)


BACA JUGA

Rabu, 16 Maret 2016 22:57
KRIMINAL

PARAH! Tak Punya Uang dan Rokok, Aco Todong Tantenya Pakai Parang

<p>&nbsp;</p> <p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Perbuatan pemuda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*