UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 12 Mei 2018 11:43
Kucuran Dana Pusat Bertahap, Penyaluran Di Daerah Terkendala
Foto : H Asmar SE (RIZKYAH AYU/KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN - Penerimaan anggaran oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Nunukan, menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Pasalnya, sejumlah alokasi anggaran yang seharusnya disalurkan terpaksa tertunda. 

Kepala BKAD Nunukan H Asmar SE mengatakan, pengiriman anggaran dari pemerintah pusat masuk ke Pemkab Nunukan dilakukan secara  bertahap. Sehingga pada proses penyalurannya juga mengalami kendala. 

"Kami harus mengumpul dulu baru disalurkan. Karena yang diterima oleh kami itu tidak cukup untuk diberikan ke semua instansi di Nunukan," ungkap Asmar ketika ditemui di Kantor Bupati. 

Kata Asmar, selain mengeluarkan dana untuk pembayaran wajib, seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Tunjangan Penghasilan Pegawai (TTP) dan gaji tenaga honorer, BKAD juga berusaha menyisihkan anggaran untuk melunasi utang infrastruktur di tahun 2016 dan 2017. 

Mirisnya lagi, anggaran yang dikucurkan untuk daerah pun tak banyak.

"Kalau dananya masuk secara gelondongan maka sangat mudah untuk membaginya. Tapi, ini transferan dilakukan secara triwulan," jelas Asmar. 

Sehingga, untuk melunasi kewajiban tersebut ada yang terpaksa menunggu. Ini karena uang yang digunakan untuk pembayaran sementara dikumpulkan. Jika dana yang dikirim dari pusat diberikan kepada semua instansi di Nunukan kata Asmar, tidak mungkin cukup. 

Dia memberikan contoh, Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima yang diterima selama setahun sebesar Rp 5 miliar itu disalurkan ke Pemkab Nnukan dengan nilai yang sama yakni Rp 5 miliar, maka tidak sulit dalam proses penyaluran. 

"Tapi, selama ini pencairan yang dilakukan secara bertahap. Seperti di triwulan pertama Rp 500 juta, lalu selanjutnya lagi Rp 2 miliar dan Rp 1 miliar. Sementara yang mau diberikan itu sebesar Rp 4 atau Rp 5 miliar. Makanya kami kesulitan dalam pembagian," ungkap Asmar. 

Selanjutnya, Alokasi Dana Umum (DAU) setiap bulan itu diberikan sebesar Rp 30 miliar. Dana ini untuk gaji pegawai dan operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Paling tinggi mampu disisipkan Rp 3 sampai Rp 4 miliar. 

Demikian  juga untuk sumber dari DBH yang cair pada Maret, telah disisipkan pembayarannya. "Memang kami kejar-kejaran dengan masalah ini. Antara kepentingan utang dan kewajiban pembayaran ADD, TPP dan gaji honorer. Alokasinya ini memang harus tercover," tambahnya.

Selain itu, Asmar juga menyinggung terkait ADD. Saat ini ADD belum semuanya disalurkan. Selain persoalan dananya yang tidak cukup, beberapa syarat yang wajib dipenuhi pemerintah desa juga belum dilakukan. 

Dijelaskan untuk pembayaran ADD ini juga memerlukan sejumlah proses sebelum dicairkan. Tidak hanya rampungnya pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) langsung dicairkan. 

"Tapi, ada proses administrasi. Memang keterlambatannya itu hanya karena persyaratan APBDes yang belum masuk saja," pungkasnya. (yua)


BACA JUGA

Rabu, 16 Mei 2018 14:18

Tingkatkan Pengamanan dan Pengawasan Pelabuhan

NUNUKAN – Aparat kepolisian terus memperketat pengamanan penumpang di pelabuhan. Tidak hanya pelabuhan…

Kamis, 10 Mei 2018 00:08

Jual Miras Oplosan, Hasni Ditahan Polisi

NUNUKAN -  Seorang warga terpaksa harus diamankan karena menjual minuman keras (miras) oplosan.…

Rabu, 09 Mei 2018 23:59

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Muncikari

NUNUKAN – Sungguh tega tersangka yang satu ini, memperdagangkan anak yang masih dibawah umur.…

Rabu, 09 Mei 2018 13:17

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Diduga Muncikari

NUNUKAN – Sungguh tega tersangka yang satu ini, memperdagangkan anak yang masih dibawah umur.…

Senin, 07 Mei 2018 10:51

Perketat Pengawasan Aksi Penyelundupan Narkoba

NUNUKAN – Meningkatnya kasus narkoba yang ditangani aparat kepolisian di wilayah Kalimantan Utara.…

Senin, 07 Mei 2018 10:47

Serang Teman Sendiri, TKI Ini Dibunuh

NUNUKAN - Tak sedikit Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia mengalami gangguan jiwa.…

Senin, 07 Mei 2018 10:44

Kepala Disdik Nunukan Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil

NUNUKAN - Tak ada yang tahu kapan ajal akan tiba. Sontak masyarakat dibikin kaget beredarnya kabar Kepala…

Senin, 07 Mei 2018 10:32

Masuk Ilegal sampai TKI Narkoba

NUNUKAN - Pejabat Diraja Malaysia seakan tak ada habisnya melakukan deportasi terhadap Tenaga Kerja…

Senin, 07 Mei 2018 10:27

Sebatik Tuan Rumah, Berharap Dapat Perhatian Pusat

NUNUKAN - Kemah bela negara akhirnya dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Daud, dalam…

Rabu, 02 Mei 2018 16:20

Sita Miras Impor, Polisi Beri Teguran

NUNUKAN - Meski sudah ada larangan penjualan minuman keras (Miras) secara ilegal. Kenyataannya masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .