UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Sabtu, 12 Mei 2018 11:57
Berkas Pemeriksaan SB Anugerah Axpress Masih Berproses di Kejaksaan
MASIH BERPROSES: Kasus speedboat Anugerah Express sudah dilimpahkan dalam bentuk tahap satu ke Kejaksaan Negeri Bulungan.(DOK/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Masih ingat dengan tragedi terbaliknya speedboat Anugerah Express, 1 Januari 2018 lalu. Kini, kasusnya masih bergulir setelah dilakukan penyidikan oleh kepolisian hingga meminta keterangan saksi ahli dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan.

Diketahui, Februari 2018 lalu, penyidik Polres Bulungan menetapkan motoris SB Anugerah Express, Amir (40) ditetapkan menjadi tersangka. Dalam kejadian tersebut, setidaknya ada 9 nyawa penumpang yang meninggal dunia.

“Jadi tiga hari yang lalu Polres Bulungan baru mengembalikan berkasnya kepada kejaksaan. Ya, berkas tahap pertama,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bulungan, Deny Iswanto kepada Kaltara Pos, Jumat (11/5).

Dia mengatakan, sebelumnya berkas pemeriksaansempat P-19 karena dinilai belum lengkap. Sehingga masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi dengan masuknya berkas tambahan dalam bentuk tahap satu. Untuk itu, Kejari Bulungan masih harus mempelajari lagi kelengkapan berkas untuk dapat ditindak lanjuti hingga ke persidangan.

“Saat ini kami masih pelajari kasusnya. Nanti kalau ada kekurangan, maka kita kembali lagi untuk dilengkapi,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Bulungan berharap kasus tersebut sudah ada kepastian. Pasalnya pelimpahan dilakukan sudah kedua kalinya, namun masih menunggu keputusan dari Kejari Bulungan.

“Kejari Bulungan sudah menerima berkas yang kita sudah limpahkan, dan masih diteliti mereka,” ujar Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Untuk prosesnya, dia mengatakan, masyarakat harus paham untuk proses hokum yang banyak tahapan harus dilalui. Pasalnya, untuk menuntaskan kasus pihaknya rutin melakukan komunikasi dengan kejaksaan. Sebab, selama ini untuk saksi baik dari penumpang hingga saksi ahli dari KSOP sudah dimintai keterangan.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan jaksanya, tentunya ini untuk mendapatkan petunjuk syarat apa saja yang harus dilengkapi,” jelasnya.

Untuk tahap kedua nantinya, dia berharap berkasnya sudah lengkap. Dia juga memastikan, Amir dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga menjeratnya dengan Pasal 323 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan atau Pasal 359 KUHP yang dapat menyebabkan orang lain kehilangan nyawa. “Dengan ancaman pidana selama 5 tahun penjara,” tutupnya. (mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .