UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 12:02
Ngaku Utusan KPK, Anthony Peras Pejabat

Minta Uang ‘Tutup Mulut’, Dibayar Rp 2 Juta

PROKAL.CO, TARAKAN – Sikapnya yang sudah meresahkan pejabat di Kota Tarakan, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pandangih alias Anthony harus merasakan dinginnya tahanan setelah melakukan tindakan dugaan pemerasan di salah satu instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Pria ini mendatangi penjabat dan melakukan pemerasan dengan mengaku sebagai utusan KPK dari Jakarta.

Anthony menceritakan, tindakan pemerasan yang dilakukannya berpura-pura mengurus Kartu Tanda Penduduk elektonik (e-KTP) dengan maksud ingin menjebak salah satu oknum pegawai yang diduga berbuat nakal. Untuk memuluskan aksinya, Anthony memakai dua identitas untuk mengelabui oknum pejabat.

“Saya memakai dua identitas untuk menipunya, pertama saya menelponnya sebagai Tony. Setelah mendengar mau membantu saya dengan persyaratan harus membayar lebih, saya lalu mendatangi kantornya dengan identitas Antho sebagai petugas KPK. Lalu saya memperlihatkan bukti isi pesannya,”ungkapnya kepada petugas saat dimintai keterangan, Sabtu (11/5).

Setelah mendatangi korban dan mengancam, akhirnya korban merasa ketakutan. Anthony pun meminta jaminan uang kepada korban untuk jaminan ‘tutup mulut’.

Korban pun bersedia membayar uang jaminan Rp 2 juta.

Setelah memberikan uang tersebut, korban lalu melaporkan kejadian tersebut  dengan tuduhan pemerasan. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya pihak kepolisian meringkus Anthony.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan IPDA Taharman S.Kom mengungkapkan, Anthony diduga petugas KPK gadungan. Taharman membenarkan, Anthony merupakan oknum wartawan salah satu media yang mencatut nama KPK untuk menakuti calon korbannya. Anthony pun terancam pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

“Kita sudah memeriksa tersangka. Menurut pengakuannya, KPK itu nama medianya Koran Perangi Korupsi (KPK). Tapi tetap saja itu penipuan karena dia tidak menjelaskan dan menunjukkan sebagai utusan KPK dari Jakarta,” jelasnya.  (*/jek)


BACA JUGA

Rabu, 16 Maret 2016 22:57
KRIMINAL

PARAH! Tak Punya Uang dan Rokok, Aco Todong Tantenya Pakai Parang

<p>&nbsp;</p> <p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Perbuatan pemuda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*