UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Kamis, 17 Mei 2018 10:37
Gerak Gerik Pendatang Baru Dipantau

Aksi Teroris Bikin Resah, Polda Kaltara Siaga

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Rentetan kejadian teror yang menyebabkan banyak korban jiwa di Indonesia, membuat masyarakat resah. Seperti kerusahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, pengeboman di tiga gereja di Surabaya, pengeboman di Sidoarjo, hingga aksi teror di Mapolda Riau. Sehingga hal ini menjadi atensi kepolisian seluruh Indonesia termasuk Polda Kaltara untuk bersiaga.

“Dengan kejadian ini kita tidak tinggal diam saja, kita di daerah tetap melakukan pemantauan apa yang telah terjadi di luar,” ungkap Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit kepada Kaltara Pos, kemarin (16/5).

Langkah yang dilakukan, dengan melakukan pencegahan yakni dengan cara preventif, di mana kepolisian akan melibatkan masyarakat. Hal ini tentunya dapat mencegah dan membatasi gerak dari orang yang akan berbuat kejahatan. Dia menuturkan, untuk orang yang baru di lingkungan sekitar, akan dideteksi apa tujuan dan maksudnya ke wilayah tersebut.

“Kita banyak melakukan tindakan preventif, jadi kalau di polres itu ada pemeriksaan rutin yang dilaksakan oleh anggota. Jadi kita juga melibatkan masyarakat untuk aktif melakukan pendekatan bagi orang baru,” jelasnya.

Kemudian untuk wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau, pihaknya akan memperbanyak menerjukan personel. Terutama untuk wilayah perairan lautnya, itu akan didukung untuk rutin melaksanakan patroli dari Polair. Kemudian dari intelijen akan disebar untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai keberadaan orang yang berfaham radikalisme.

“Jadi ada tiga kegiatan, seperti perbanyak personel, fungsi intelijen dan ketiga penegakan hukum. Karena keterbatasan juga maka masyarakat dilibatkan untuk aktif memberikan informasi,” bebernya.

“Tidak serta merta datang ujuk-ujuk terjadi aksi teror itu pasti ada sesuatu hal yang dimulai. Rumahnya sering didatangi orang yang tidak jelas. Nah itu yang kita harap diinformasikan kepada kami,” sambungnya.

Dirinya berharap semua satuan wilayah berkaca dengan apa yang dilakukan di Nunukan. Yakni membuat Kampung Kamtibmas dengan melakukan pendataan dengan detail. Dalam Kampung Kamtibmas itu, setiap rumah penyewaan seperti indekos dan kontrakan menampilkan foto dan informasi setiap orang yang menginap atau tinggal.

“Jadi saya harap pemerintah itu dapat menerapkannya, seperti foto, nama dan sebagainya itu terpampang di depan agar mudah untuk dideteksi,” ucap Indrajit.

Dia menambahkan, data yang disampaikan Badan Intelijen Nasional (BIN), kemudian diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, ada 500 orang yang baru datang dari luar negeri tepatnya dari Suriah. Nah untuk pencegahan, dia akan bekerja keras untuk melakukan pendeteksian.

“Pasti kita antisipasi tapi kita tidak sampaikan secara detail untuk penindakannya. Tapi prinsipnya akan lakukan pencegahan dari paham radikal,” tutupnya. (mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .