UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Rabu, 23 Mei 2018 11:33
Lokalisasi Ditutup, Khawatir Marak Prostitusi Terselubung

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wacana penutupan lokalisasi yang rencana akan dilakukan, Agustus 2018 mendatang, dipastikan akan menimbulkan kontroversi. Sebab, imbas penutupan lokalisasi itu dikhawatirkan akan terjadi prostitusi terselubung. Sementara itu, dari data Kementerian Sosial (Kemensos) RI sudah ada 151 lokalisasi ditutup dari total 168 lokalisasi di Indonesia.

Kepala Dinsos Kaltara Drs H Sugianto mengatakan, dirinya yakin hal tersebut (kontroversi) tidak akan terjadi. Untuk pengawasan nantinya, setelah dilakukan penutupan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan.

“Semuanya telah dipikirkan. Untuk pengawasan aksi prostitusi yang terselubung itu tugasSatpol PP sebagai penindak hukum. Mereka juga sudah diberikan pembinaan dan diarahkan,” ungkapnya dalam Rapar Koordinasi (Rakor) di Kantor Bupati Nunukan, beberapa waktu lalu.

Kata Sugianto, rencana penutupan lokalisasi di dua daerah di Kalimantan Utara yakni, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan memang menuai kontroversi. Ada yang menyetujui dilakukan penutupan dan ada juga yang menolak penutupan lokalisasi tersebut.

Namun, program bebas prostitusi 2019 merupakan salah satu upaya pemerintah menghilangkan tindakan diskriminasi kaum perempuan. Dia pun menjamin, pengawasan yang dilakukan akan lebih ketat lagi.

“Karena memang yang terselubung bisa saja terjadi. Makanya, ada koordinasi yang dilakukan sebelum penutupan. Artinya telah dipikirkan secara matang oleh pemerintah daerah maupun provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPAP2KB) Nunukan, Faridah Aryani tidak menyangkal jika penutupan lokalisasi dapat menimbulkan tempat prostitusi terselubung yang baru.

“Jangan nanti, sekarang saja ada yang terselubung. Ini perlu dilakukan koordinasi kembali dengan sejumlah instansi terkait. Soalnya, ini persoalan merupakan tanggungjawab semua pihak,” ungkapnya, Senin (21/5).

Lanjut Faridah, adanya prostitusi terselubung tidak perlu membuat pemerintah menutup mata dengan kondisi tersebut. Hal ini juga diakui sudah lama terjadi dibuktikan dengan adanya beberapa kasus yang ditemukan.

“Semoga saja penindakan di lapangan benar-benar tegas, supaya yang terselubung ini terhapus dan program bebas prostitusi 2019 bisa diterwujud,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinsos Nunukan, dr Andi Ahmad mengatakan, di sekitar lokalisasi memang ada beberapa pedagang yang memanfaatkan keramaian untuk mencari penghasilan. Namun, jumlahnya tidak begitu banyak.

"Jumlah pedagangan di sekitar itu hanya sedikit. Mungkin itu bisa dibahas pada rapat-rapat sosialiasi penutupan jika ada yang bertanya keberadaan mereka nantinya. Kami bekerja dengan tim. Jadi penutupan ini bukan dilakukan oleh Dinas Sosial saja," ungkapnya ketika ditemui di ruangannya.

Kabarnya, pedagang di sekitar lokasi juga sudah didata. Sehingga, sudah masuk dalam agenda pemikiran pemerintah. Kata Andi, suka ataupun tidak suka, lokalisasi harus ditutup. Pasalnya, ini kebijakan dari pemerintah pusat.

"Kalau soal masalah di sekitar itu nanti kita lihat bagaimana kebijakan pemerintah. Yang jelas kita fokuskan penutupan lokalisasi tersebut. Setelah penutupan itu, juga ada pengawasan kembali," bebernya.

Andi mengaku, tim yang telah dibentuk itu akan mengawasi tempat lokalisasi untuk menghindari masih adanya aktivitas yang dilakukan. Kemudian untuk bangunan lokalisasi bisa dialihfungsikan asalkan tidak digunakan untuk lokalisasi kembali yang dilakukan secara sembunyi.

"Jangan sampai judulnya berbeda tapi isinya sama saja. Kalau pemilik mau mengalihfungsikan sebagai rumah kontrakan tidak jadi masalah. Makanya nanti pengawasan itu tugasnya para penegak hukum," tambahnya.

Sebelumnya, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Nunukan, H Hanafiah mengatakan, pemerintah telah memikirkan nasib para pedagang maupun masyarakat yang berada di sekitar lokalisasi.

"Semuanya berkesinambungan. Jangan sampai ada masalah baru setelah penutupan lokalisasi itu. Nanti bagaimananya kita akan siasati untuk dampak setelah penutupan. Ini jadi tugas pemerintah darah," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kaltara Sugiono mengatakan, rencana penutupan lokalisasi memang menjadi salah satu program kerja dari pemerintah pusat yang diteruskan ke pemerintah provinsi. Hal ini dilakukan untuk menjadikan masyarakat terbebas dari praktek prostitusi.

"Jadi lokalisasi ya, bukan Tempat Hiburan Malam (THM). Terkadang ini ada salah paham. Jadi saya benarkan adalah lokalisasi," terangnya.

Nantinya ketika lokalisasi ditutup, maka secara otomatis pemerintah provinsi akan melakukan pembinaan terhadap para pekerja yang ada di lokalisasi tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltara akan melakukan pembinaan terutama pembinaan agama. Kemudian dilakukan pembinaan keterampilan dan setelah itu akan dipulangkan ke kampung halamannya dan diberikan modal.

"Anggarannya sendiri dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun untuk besaran anggaran belum kami ketahui berapa dan belum diketahui modal buat mereka. Semuanya dari pusat. Kita menjalankan program pusat," jelasnya

Sebagai langkah awal, akan diadakan sosialisasi penutupan lokalisasi di Nunukan. Sosialisasi tersebut juga memberikan pembinaan langsung terhadap masyarakat yang berada di lokalisasi agar dapat mencari pekerjaan yang layak. 

"Untuk KTT, Malinau dan Bulungan itu bersih dari lokalisasi. Nunukan dan Tarakan lagi. Untuk datanya masih belum lengkap berapa. Nanti ketika sudah akan kami berikan datanya," ungkapnya.

Ditegaskannya, ketika lokalisasi sudah ditutup dan para pekerja seks komersial (PSK) telah dipulangkan namun ternyata masih ada lokalisasi yang beroperasi, maka Pemerintah Provinsi akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan hal itu.

Ditambahkannya, untuk Tempat Hiburan Malam (THM) bukan merupakan wewenang Dinsos Kaltara, sebab tidak diketahui apakah memang ada prostitusi di dalamnya atau tidak. "Kalau ada yang bisa buktikan ya tidak masalah. Jika tidak terbukti siapa yang bertanggung jawab," tandasnya. (yua)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 09:22

Pemilik Speed Boat Maut Ditetapkan Tersangka

NUNUKAN – Pemilik speed boat yang mengalami kecelakaan dari Tawau menuju Nunukan, Jumat (29/6),…

Sabtu, 30 Juni 2018 10:51

Tabrakan Speedboat, 5 Orang Tewas

NUNUKAN – Kabar duka datang dari perairan Sei Nyamuk, Provinsi Kaltara. Sebuah kecelakaan antara…

Selasa, 19 Juni 2018 10:56

Sudding Diterkam Buaya, Beruntung Nyawanya Tertolong

NUNUKAN – Warga dihebohkan dengan aksi penyerangan buaya yang membuat seorang pria nyaris diterkam.…

Rabu, 06 Juni 2018 11:34

Polisi Bongkar Jaringan Sabu 1 Kilogram

NUNUKAN - Meski sudah banyak aksi penyelundupan sabu yang digagalkan aparat. Namun masih ada saja yang…

Rabu, 06 Juni 2018 11:32

Ribuan Ton Daging Allana Disita

NUNUKAN – Ribuan ton daging Allana yang diduga ilegal diamankan TNI AL. SB Alysia yang mengangkut…

Rabu, 06 Juni 2018 11:24

Lima WNA Ilegal Ditahan

NUNUKAN – Lima orang Warga Negara Asing (WNA) diamankan di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Minggu…

Senin, 04 Juni 2018 15:12

Amankan 5 WNA Malaysia, Ratusan Dus Disita

NUNUKAN – Ratusan minuman keras (miras) diamankan personel gabungan saat melakukan patroli. Tidak…

Senin, 04 Juni 2018 15:11

Tiga Dipulangkan, Dua Ditetapkan Tersangka

NUNUKAN - Pengungkapan sabu sebanyak 25 bungkus di Jalan Manunggal Bahkti, kepolisian membebaskan beberapa…

Senin, 04 Juni 2018 14:54

Lokalisasi Tutup, Timbul Masalah Baru?

NUNUKAN – Persoalan prostitusi memang menjadi perhatian serius. Sebab, tak sedikit para penyedia…

Sabtu, 02 Juni 2018 11:21

Pura-Pura Sakit, Ngga Tahunya Laki-Laki Ini Perkosa Gadis

NUNUKAN –  JUL (25), pelaku pemerkosaan dijatuhi hukuman 12 tahun pernjara. JUL terbukti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .