UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Rabu, 23 Mei 2018 13:09
Divonis 14 Tahun Penjara, Terdakwa Minta Keringanan

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus yang menjerat terdakwa, Samsul mengalami beberapa kali penundaan sidang putusan. Namun, kali ini dia menjalani sidang putusan bersama dengan rekan bisnis terlarangnya yakni Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, kemarin (21/5).

Keduanya harus menerima kenyataan, setelah majelis hakim mengetuk palu sidang untuk menghukumnya selama 14 tahun penjara. Hal itu karena terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 114 Jo 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa akan dihukum selama 14 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 miliar,” kata Ketua Majelis Hakim, Christo En Sitorus SH, M.Hum.

Meski putusan yang diberikan hakim lebih ringan dari yang dituntutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 15 tahun penjara. Makmur dan Samsul tetap merasa terkejut karena hukuman yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan selama ini.

“Kami tidak bisa mendapatkan keringanan hukuman lagikah pak? Soalnya, 14 tahun itu terlalu lama pak, kami berat menjalaninya,” ungkap salah satu terdakwa.

Mendengar permohonan itu, majelis hakim yang sudah bulat dengan putusannya  memberikan jawaban kepada 2 bandar narkoba itu. Pria yang akrab disapa, Christo mengatakan, hukuman yang dijatuhkan kepada mereka sudah tepat karena dinilai tidak mendukung negara dalam memberantas peredaran narkotika.

“Kalau merasa berat, pikirkan dulu perbuatan kalian yang bisa merusak generasi bangsa. Jika pun kalian tidak terima, kalian masih bisa banding dan pikir-pikir kok. Untuk menerima atau menolak putusan ini,” ujarnya.

Meski dalam persidangan, Makmur dan Samsul sempat saling tuduh mengenai kepemilikan sabu sebanyak 22 gram yang sudah dikemas itu. Namun lengkapnya bukti dan keterangan saksi membuat kedua penggedar narkotika itu tak dapat berkutik dan langsung mengakui perbuatannya.

Dari sidang mendengarkan keterangan saksi yang digelar, kemarin (16/4). Saksi dihadirkan, BRIPDA Aris Punandar mengungkapkan, penangkapan Makmur bersama salah seorang anak buahnya berawal dari informasi masyarakat yang selama ini resah dengan aktivita ilegal Makmur. Dia diduga sering melakukan transaksi narkoba di seputaran wilayah Tarakan Timur.

“Banyak informasi tentang terdakwa yang selama ini kami terima pak. Karena terdakwa merupakan bandar narkoba kecil yang suka beraksi di daerah Keramat,” kata Bripda yang akrab disapa, Aris.

“Hingga akhirnya saya bersama tim memutuskan untuk menjadikan terdakwa sebagai target operasi kami,” imbuhnya. Walaupun mengaku sedikit menemui kesulitan saat menangkap Makmur lantaran pergerakannya terlalau licin dalam menggedarkan narkotika, namun akhirnya Makmur tidak bisa meloloskan diri dari pihak kepolisian.

“Kami selidiki pak dengan cara terus berpura-pura joging di Daerah Keramat. Hingga akhirnya, kami melihat terdakwa dengan keadaan mencurigakan. Kami pun mendatanginya lalu langsung memeriksanya pada saat itu juga,” ungkpanya.

Tak tanggung-tanggung, dalam penangkapan Makmur yang terus dikembangkan oleh Satreskoba, pihak Satresboka berhasil menemukan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 22 Gram yang sudah siap edar.

“Dari terdakwa Makmur kami mendapat 6 gram sabu-sabu pak. Sedangkan dari temannya bernama Samsul yang kami tangkap di depan toko STB, kami menemukan sabu sebanyak 16 gram,” pungkasnya. (*/osa)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…

Senin, 13 Agustus 2018 16:06

Parpol Optimis Menang Pemilu

TARAKAN – Mesin partai politik mulai memanas di pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif.…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:31

MUI Kaltara Tunggu Keputusan MUI Pusat

TARAKAN – Imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) memang belum mendapatkan sertifikat halal dari…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:28

Pelajar Ngebut, Tabrak Emak-Emak Sampai Koit, Ini Penjelasan Saksi-Saksi

TARAKAN – Majelis hakim kembali menghadirkan saksi atas kecelakaan yang menyebabkan seorang wanita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .