UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Rabu, 23 Mei 2018 13:11
Pelaku Pencurian dan Penodongan ‘Senpi’ Dibekuk Polisi

Korek Api Model Senpi Modal Beraksi, Sering Pindah Tempat Tinggal

PROKAL.CO, TARAKAN – Pelaku pencurian yang menggunakan senjata api untuk menodong korbannya di masjid Jami Nurul Islam, kini berhasil diringkus personel Satreskrim Polres Tarakan. Ternyata pelaku tidak seorang diri, dia adalah Riko bersama dengan seorang rekannya yang berinisial FR. Setelah melancarkan aksinya, polisi yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap mereka. Diketahui, salah satu diantaranya merupakan residivis.

Kapolres Yudhistira Midyawan melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan IPDA Taharman S.Kom mengungkapkan, operasi penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan pada pagi kemarin, sekitar pukul 04.30 Wita di Karang Balik.

“pelakunya tadi subuh sudah kita amankan. Lokasi penangkapan di Karang Balik. Tapi RT-nya saya kurang ingat,” tuturnya kepada Kaltara Pos, Senin (21/5).

Penodongan yang dilakukan pelaku terhadap korban di dalam masjid, sempat diduga menggunakan senjata api jenis revolver. Namun setelah berhasil ditangkap polisi, ternyata pelaku menggunakan korek api yang berbentuk senpi. Tidak hanya itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti lainnya seperti, senjata tajam dan 2 Handphone. Pelaku menggunakan korek api yang bermotif senpi itu untuk digunakan pelaku menakuti calon korban kejahatannya.

“Kita tidak menemukan senjata api dalam penangkapan. Sebaliknya, yang kita temukan hanyalah Korek berbentuk pistol yang ukurannya memang sama dengan pistol,” tutur Taharman.

Taharman menambahkan, kemungkinan dalam peristiwa penodongan tersebut pelaku menggunakan korek api mengancam korban, Musa korban yang berprofesi sebagai pengurus masjid.

“Dugaan sementara Korban ini kemungkinan menggunakan korek apinya untuk mengancam korban. Korban ini pelaku yang memang sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu melakukan kejahatan di sekitar masjid seperti mengambil helm dan mencuri apa saja yang bisa diambil,” tukasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Musa menjadi korban penodongan senjata api (Senpi) jenis Revolver di masjid Jami Nurul Islam, RT.21 Markoni, Kelurahan Pamusian. Tidak hanya itu, dia pun menjadi korban kasus pencurian dua unit handphone.

Musa mengungkapkan, kasus penodongan senjata api jenis revolver itu terjadi sekira pukul 10.16 Wita, Sabtu (19/5) pagi. Namun dia sebelumnya, telah kehilangan handphone miliknya sehari sebelumnya kasus yang menegangkan itu dialami.

"Sebenarnya awal dari penodongan pistol itu, karena HP saya hilangnya dicuri. Karena saya tahu siapa pelaku yang mengambil, akhirnya saya memposting kehilangan HP saya di facebook mengingatkan pelaku untuk mengembalikan HP saya, sekaligus menyebutkan ciri-ciri pelakunya. Mungkin, karena dia melihat postingan saya, akhirnya dia mendatangi saya kembali," ungkapnya kepada Kaltara Pos, Minggu (20/5).

Setelah memposting kasus pencurian yang dia alami, secara tiba-tiba dia didatangi oleh pelaku dan langsung menodong senjata api tepat di depan wajahnya. Sontak, Musa dan rekannya terkejut dengan ancaman tersebut. Dia mengaku, bisa memberikan perlawanan kepada pelaku penodongan, namun yang dikhawatirkan terhadap jamaah yang beribadah jika pelaku melepaskan peluruh dan terkena pada jamaah lain.

"Tiba-tiba pelakunya ini datang dan langsung mengancam saya dengan revolvernya. Dia bilang, kalau kamu mau HP-mu kembali ambillah di Gunung Daeng," tutur Musa, menirukan pernyataan pelaku. (*/jek)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .