UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 24 Mei 2018 15:09
Dishub Kaltara Dalami Penggunaan Alat Keselamatan Saat Pelayaran

Tunggu Kondisi Motoris dan Penumpang Pulih

DIEVAKUASI ; Korban, Suryani saat tiba di Pelabuhan Tengkayu (SDF) setelah dievakuasi dari lokasi kecelakaan SB Harapan Baru Express. (DOK/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyebab kecelakaan SB Harapan Baru Express yang menyebabkan lima penumpang meninggal dunia, belum dapat dipastikan. Sebab, penyelidikan masih terus dilakukan dari masing-masing instansi yang berwenang. Namun untuk dilakukan pemeriksaan terhadap motoris speed boat, Iskandar belum dapat dilakukan. Sebab, sang motoris juga mengalami luka dan masih dalam perawatan setelah insiden kecelakaan laut yang terjadi di Sungai Tanjung Urong, Desa Sengkong Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (22/5). SB Harapan Baru Express pun belum dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, sehingga pemeriksaan di lokasi kejadian belum dilakukan.

Kepala Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Letkol Marini Abdu Rahman menjelaskan, alasan mengapa nakhoda belum diperiksa karena masih dirawat di rumah sakit. Menurutnya, tidak boleh dilakukan pemeriksaan, apabila dengan kondisi korban masih sakit.

“Jadi kita tunggu nakhodanya membaik kondisinya baru kita lakukan pemeriksaan segera,” katanya.

Sementara itu, dia menerima informasi bahwa kapal tersebut akan ditarik menuju Sesayap untuk dilakukan pemeriksaan oleh otoritas setempat.

“Jadi kemungkinannya kapal itu akan dievakuasi ke Sesayap untuk dilakukan penyelidikan. Karena sesayap sendiri posisinya paling dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya.

Selain itu, dia belum dapat menyebutkan penyebab utama terjadinya kecelakaan menimpa SB Harapan Baru Express yang mengangkut 28 penumpang tersebut. Pasalnya, saksi atas kejadian tersebut harus dikumpulkan untuk dimintai keterangan.

“Untuk kronologis peyebab utama kita belum lengkap ya. Karena kita perlu mewawancarai penumpang atau saksi kejadian,” tambahnya.

Diketahui, Rabu (3/5), KSOP Tarakan juga mendapatkan kunjungan koordinasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan tersebut dikatakannya, untuk kerjasama peningkatan keselamatan transportasi laut.

Sehingga dalam kunjungan ini, juga menimbulkan ada wacana untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap nakhoda atau motoris kapal sebelum dilakukan pemberangkatan tujuan.

“Sehingga hal ini bisa meminimalisir terjadinya kelalaian dari pihak nakhoda atau motoris kapal,” tambahnya.

Kepala Dishub Kaltara, Taufan menjelaskan, pihak Dishub Kaltara sebelumnya juga sudah melakukan berbagai macam persiapan terkait keselamatan transportasi selama bulan Ramadan. Sebab, diperkirakan jumlah penumpang akan terus mengalami peningkatan dengan adanya arus mudik.

“Tentunya peningkatan keselamatan pun perlu diperhatikan seiring bertambahnya lonjakan penumpang ini. Kami juga selalu mengingatkan life jacket untuk digunakan sebelum kapal berangkat sebagai standar keberangkatan. Nah ini juga kita perlu dalami, apakah pada saat kejadian kemarin penumpang pakai life jacket atau tidak. Atau life jacketnya dilepas di tengah perjalanan,” bebernya. (*/bpp)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .