UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 25 Mei 2018 13:54
Kas Daerah Kosong, Gaji dan THR Terancam Tak Dibayar

PROKAL.CO, TARAKAN – Presiden Ri, Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar pemerintah memberikan gaji ke-14 atau tunjangan hari raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada pun batas waktu paling lambat, awal Juni mendatang. Sementara anggaran THR tahun ini mengalami peningkatan sebesar 68,9 persen dibanding tahun lalu. Terinci diantaranya, gaji pokok, gaji ke-13 dan gaji ke-14 (THR) yang harus dibayar ke PNS.

Namun, karena belum stabilnya keuangan daerah saat ini. Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan, pembayar tunjangan yang akan dibayar ke PNS secara bertahap sebanyak 2 kali hingga bulan Juni mendatang.

“Apapun itu regulasinya karena itu perintah undang-undang, kita (Pemkot Tarakan,Red.) akan ikut dengan segala kemampuan. Baik kucuran dana dari pusat (Kementerian Keuangan) maupun provinsi bisa dikucurkan bulan ini. Karena banyak yang berkaitan dengan honor, gaji dan tunjangan saat hari raya,” beber Arief kepada Kaltara Pos, Kamis (24/5).

Untuk membayar gaji ke-13 saja, pria yang akrab disapa Arief mengatakan, Pemkot Tarakan harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 13 miliar. Kemudian, untuk TPP, insentif Ketua RT, swasta serta pensiunan sebesar Rp 12 miliar. Sehingga, Pemkot Tarakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar total keseluruhan pembayaran.

“Kalau bulannya tidak harus sama kan bias. Bulan depan juga bisa (honor dan insentif,Red.). Kalau THR harus duluan. Untuk honor swasta sudah saya tandatangani, mungkin berapa hari ini bisa cair. Untuk insentif RT diusahakan secepatnya, karena mereka (Ketua RT) sudah berteriak harus dibayarkan sebelum hari raya (Idul Fitri,Red.),” tutup Arief.

Tekait hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Arbain belum dapat memastikan tunjangan PNS dapat dilakukan pembayaran. Untuk membayar gaji tersebut, kondisi keuangan pemerintah belum dapat menjalankan hal itu. Kas pemerintah masih kosong. Dia menjelaskan, bahwa pembayaran gaji ke-13 merupakan pembayaran yang biasanya dicairkan saat tahun pelajaran baru atau pada saat masa daftar sekolah. Sedangkan untuk gaji ke-14 itu dibayarkan setiap mendekati hari raya Idul Fitri.

“Tapi di kas daerah belum ada uangnya. Kalau sampai waktunya tidak ada, mau ambil duit kemana untuk membayar gaji ke-14,” jelasnya. (*/aul)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .