UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Kamis, 31 Mei 2018 14:32
Korsleting Listrik, Dua Rumah Jadi Arang

Diduga Imbas Sering Pemadaman Listrik

JADI ARANG : Dua rumah milik warga ludes terbakar di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selisun, sekira pukul 01.00 Wita, Rabu (30/5). (RIZKYAH AYU/KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dua rumah warga jadi arang setelah ludes terbakar di Jalan Lumba-Lumba RT 02, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, sekira pukul 01.00 Wita, Rabu (30/5). Warga yang mengetahui kejadian itu langsung panik. Sementara penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Kobaran api diduga berasal dari rumah milik Muhammad Ridwan dan disusul rumah milik Abdul Muin. Menurut keterangan tetangga korban, Siti Fatimah menuturkan, dua rumah itu habis terbakar. Api dengan cepatnya meludeskan dua rumah yang berdampingan dengan tempat tinggalnya itu karena berkonstruksi kayu.

"Rumahnya memang dari kayu, makanya api cepat membesar dan mengahabiskan seluruh isi rumah," ujarnya.

Korban kebakaran, Muhammad Ridwan mengaku, api berasal dari dapur miliknya. Dia tak mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. Pasalnya, sekira pukul 01.00 Wita, dini hari kemarin, di rumahnya tak ada aktivitas yang dilakukan istri maupun anaknya di dapur.

“Saya tau kalau kebakaran, setelah istri saya bangunkan saya. Dia sempat tanya ke saya, kenapa rumah panas. Akhirnya, dia turun dari ranjang dan buka pintu. Ternyata api sudah besar,” ungkapnya kepada Kaltara Pos ketika ditemui di lokasi kejadian.

Refleks saja, dirinya langsung turun dari ranjang. Ridwan sempat berusaha memadamkan api menggunakan selang yang ada di kamar mandi rumahnya. Namun, usahanya itu sia-sia karena api sudah mulai membesar dan menghanguskan rumahnya.

Tak ada lagi yang bisa diperbuatnya. Ridwan dan istri langsung menyelamatkan anaknya. Setelah keluar, Ridwan mulai berteriak meminta pertolongan kepada warga untuk memanggil pemadam kebakaran. Beruntung tak ada korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan hingga Rp 300 juta.

“Api merambat cepat sekali. Saya berdiri di pinggir jalan melihat rumah tetangga saya juga sudah dijalar api. Saya berpikir memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi, jadi diiklaskan saja. Api sudah besar,” ungkapnya.

Mengetahui peristiwa itu, warga setempat berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya, dan menghubungi pemadam kebakaran. Tim pemadam pun dengan sigap langsung menuju ke lokasi kejadian setelah mendapatkan informasi kebakaran tersebut.

“Kami pun mengerahkan 6 unit Damkar untuk memadamkan api,” jelas Danton Damkar, Zainuddin.

Sementara itu, Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan, IPTU M Karyadi mengatakan, api berhasil dipadamkan sekira pukul 03.00 Wita, setelah tim pemadam kebakaran datang. Dikatakan Karyadi, belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena kasus masih pemeriksaan. Timnya akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita masih minta keterangan saksi. Penyebab kejadian belum kita ketahui,” bebernya saat dihubungi Kaltara Pos.

Lurah Selisun, Arief Rachmadi mengatakan, informasi yang diterimanya dari korban diperkirakan terjadi korsleting. Pasalnya, saat sebelum kebakaran listrik beberapa terjadi pemadaman, Selasa (29/5).

“Sementara dicurigai dari situ. Karena malam itu tidak yang buat apa-apa. Suasana masih sepi di dapur. Syukurnya pemadam kebakaran langsung datang. Kalau tidak, mungkin ada tiga rumah yang terbakar,” ungkapnya.

Dijelaskan Arief –sapaan akrabnya, ada satu rumah lainya hanya terkena dampak dari kebakaran. Rumah tersebut diketahui terbakar di bagian dinding dapur. Selainnya, masih bisa diamakan oleh tim pemadam kebakaran.

“Cuman baju di badan saja yang bisa diselematkan. Saat ini mereka tinggal di rumah keluarganya. Bantuan juga sudah diserahkan kepada korban,” tuturnya.

Dari informasi yang didapat, korban tidak memiliki tempat tinggal. Sesuai dengan arahan, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, korban akan ditempatkan di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk sementara waktu. Namun, keputusan tersebut akan ditanyakan lagi kepada korban.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasan mengatakan, dari pihaknya dan Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan sudah memberikan bantuan untuk korban kebakaran. Dia menyatakan, prosedur itu mungkin dapat dilakukan dari korban melalui lurah dan camat untuk diteruskan ke Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Nunukan.

“Bantuan yang diberian masih hanya perlengkapan makan dan sembako. Kalau bantuan fisik  nanti kita lihat lagi karena di BPBD belum ada bantuan seperti itu. Mungkin nanti ada prosedur  karena Kesra juga sempat datang ke sini,” katanya. (yua)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*