UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Rabu, 06 Juni 2018 11:34
Polisi Bongkar Jaringan Sabu 1 Kilogram

Dari Nunukan ke Samarinda, Diduga Bandar Sabu Ada di Dalam Lapas

PROKAL.CO, NUNUKAN - Meski sudah banyak aksi penyelundupan sabu yang digagalkan aparat. Namun masih ada saja yang berani melakukan penyelundupan barang terlarang. Dan hasilnya, polisi berhasil menangkap satu orang tersangka atasnama Arief wicaksono (29).

dari informasi yang diterima Kaltara Pos, penangkapan itu dilakukan polisi dengan barang bukti sabu 1 kilogram di kapal KM Lambelu, sekira pukul 01.30 Wita,  Minggu 3 Juni lalu.

Saat itu barang bukti rencananya akan membawa sabu tersebut dari Nunukan ke Balikpapan. Kemudian akan dilanjutkan dengan mengantarkan ke Lapas Samarinda.

"Informasi bosnya ada di sana (dalam Lapas Samarinda)," ungkap sumber informasi terpercaya media ini sekira pukul 14.21 Wita, Selasa (5/6).

Lebih dia menyampaikan, pengembangan yang dilakukan personel kepolisian di Samarinda, Kalimantan Timur telah menangkap tiga orang tersangka lainnya yang diduga merupakan jaringan sabu tersebut. "Dapat di sana (Samarinda,Red.) kalau tidak salah informasinya ada tiga orang," jelasnya.

Sementara itu, pengungkapan sabu yang dilakukan polisi awal tahun ini. Diketahui sudah bergulir di meja Pengadilan Negeri (PN) Nunukan. Terungkap dalam persidanga, salah satu trik yang lazim digunakan para kurir dengan memasukkan sabu ke dalam tubuh melalui anus. Ini juga dilakukan SP yang merupakan warga Sulili, Pinrang, Sulawesi Selatan, saat membawa sabu dan ditangkap di Pangkalan Batu, Kecamatan Sebatik Tengah.

Penangkapan itu dilakukan Satreskoba Polres Nunukan pada Senin (1/1), sekira pukul 08.00 Wita. Diperkirakan jumlah barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 100 gram. Namun setelah ditimbang hanya seberat 96,48 gram, dan 2 buah alat kontrasepsi (kondom), serta 1 buah handphone samsung berwarna putih. Dalam persidangan, terdakwa juga mengaku rela memasukkan sabu agar bisa mengelabui aparat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhadi mengatakan, terdakwa juga mengakui semua perbuatannya. Yang diketahui, terdakwa hanya berperan sebagai kurir dan dijanjikan uang untuk meloloskan sabu ke Makassar. Atas perbuatannya, SP dituntut pidana penjara 14 tahun.

"SP mengaku dijanjikan upah 10 juta rupiah, jika lolos membawa sabu sampai kepada tuannya. Tapi, upahnya belum dia terima dan sudah tertangkap," tutupnya. (*/say)


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*