UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Jumat, 08 Juni 2018 11:43
Anak Abnormal Jadi Korban Pencabulan

Dalih Minta Air Minum, Lampiaskan Nafsu Bejat

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sungguh bejat pria yang satu ini. Seakan tak ada belas kasihnya, anak yang mengalami keterbelakangan fisik dan mentah dijadikan korban pelampiasan nafsu birahi. Dia adalah, GM (42) yang merupakan warga berdomisili di Desa Sajau Kilometer 37, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Sikapnya yang tak pantas ditiru ini karena mencabuli korban yang diketahui masih duduk di bangku sekolah bernama Melati (17) --bukan nama sebenarnya. Persititwa itu terjadi pada hari Selasa (5/6) sekira pukul 11.00 Wita, di rumah korban.

Melati diketahui mengalami keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.

“Anaknya itu anak berkebutuhan khusus, terkena penyakit Tunagrahita Down Sindrom dan menjadi korban tindakan asusila,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kanit PPA Satuan Reskrim Polres Bulungan, AIPTU Lince Karlinawati kepada Kaltara Pos, Kamis (7/5).

Melati mengalami tindak asusila saat orangtuanya sedang keluar. GM yang masuk ke dalam rumah dengan dalih ingin meminta minum. Namun ternyata, itu hanya alibi karena melihat ada kesempatan sehingga langsung menjalankan aksinya untuk melakukan pencabulan.

“Ibunya sedang keluar sebentar ke warung mau beli gula. Nah, anaknya ini di tinggal sendirian di rumah. Karena posisi korban juga tengah makan dan menonton televisi, datanglah pelaku yang pura-pura mau minta air minum,” jelasnya.

Lince menuturkan, korban dengan pelaku tidak terlalu dekat (akrab) dan tak ada hubungan keluarga. Namun, pelaku sudah biasa mendatangi rumah korban. Setelah ibu korban yang sengaja tak disebutkan identitasnya, kembali ke rumah merasa curiga karena ada sandal di depan pintu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Setelah masuk ke dalam rumahnya, dia pun melihat baju korban sudah melorot.

“Korban juga tidak bisa berbuat apa-apa. Nah, diambil kesempatan sama pelaku. Ketahuan saat ibu korban pulang melihat ada sandal besar di depan pintu dan baju anaknya sudah terangkat,” ungkapnya.

Pelaku pun dipergok karena telah diketahui oleh warga lainnya dan langsung ditangkap untuk diserahkan ke polisi. Dihadapan polisi, GM mengaku, rencananya memuat kayu. Karena melihat rumah korban yang sepi dan hanya ada anak tersebut. Dia pun langsung saja melancarkan aksi bejatnya itu.

“Pelaku sudah kita amankan, tapi belum ditahan. Sudah kita periksa, tidak ada kekerasan tapi pelaku ini akan dikenai UU Perlindungan Anak,” tuturnya.

Saat tertangkap oleh warga, GM sempat tidak mengaku dan mengelak dengan dalih hanya ingin minta air minum. Sementara korban sudah dimintai keterangan oleh kepolisian untuk melengkapi laporan dugaan pencabulan.

“Awalnya tidak mengaku dan sempa berkelit. Dalam pemeriksaan, korban hanya bisa bilang iya dan tidak,” ucapnya.

Lince menambahkan, GM dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan atas PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, junto Pasal 76 E  UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindunan Anak, junto UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindunan Anak.

“Ancaman pidana karena anaknya adalah autis, satu pertiganya maka bisa mencapai 20 tahun penjara,” tutupnya. (mul)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*