UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 11 Juni 2018 11:58
Penumpang Mudik, Transportasi Udara dan Laut Jadi Perhatian
BERDESAK-DESAKAN : Penumpang mudik kapal KM Labelu berdesakkan di Pelabuhan Malundung, Tarakan, Minggu (10/6). (BARUNA/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Sudah hal yang lazim mengalami lonjakan penumpang arus mudik jelang Idul Fitri. Untuk diketahui, lonjakan penumpang tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan adanya peningkatan arus mudik, PT. Pelni harus menambah dua armada lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Haeru Rijal menjelaskan, peningkatan arus mudik kali ini sebesar 5 persen. Untung saja, tahun ini pihaknya mendapatkan dua armada tambahan yang langsung dialihkan dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, penambahan armada KM Labobar pertama dilakukan pada tanggal 6 Juni lalu. Kapal penumpang ini sendiri mengangkut penumpang dengan tujuan Tarakan-Surabaya, hanya sekali keberangkatan saja.

Sedangkan untuk penambahan armada kapal kedua dilakukan pada tanggal 12 Juni mendatang, dengan armada KM Umsini. Kapal penumpang ini akan mengangkut penumpang dengan rute Nunukan, Balikpapan, Parepare, Makassar dan Bau-Bau. Kata dia, KM Unsini akan tiba di Kota Tarakan, 12 Juni mendatang, sekira pukul 10.00 Wita dan akan berangkat dari Tarakan pada pukul 12.00 Wita. Penjualan tiketnya pun sudah dilakukan sejak, Jumat (8/6).

“Pada penjualan hari sabtu kemarin berlangsung sepi dan tiket yang sudah terjual sekitar 300 lebih tiket,” katanya.

Kapal penumpang yang berkapasitas 3 ribu orang ini sudah dapat diketahui jadwalnya yang telah diatur oleh PT Pelni. Namun penumpang tidak perlu khawatir, karena di kapal juga disediakan fasilitas tempat ibadah yang bisa digunakan untuk salat Idul Fitri, sebanyak ratusan penumpang.

Lonjakan arus mudik tidak lepas dari pantauan Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Tarakan. Penumpang kapal KM Lambelu membuat pihak KSOP Tarakan berkerja keras melakukan pengamanan penumpang.

Komandan Patroli dan Humas KSOP Tarakan, Syaharuddin menjelaskan, saat kapal tiba dan akan berangkat, pihaknya melakukan pengamanan di area pelabuhan dan di kapal. Dalam pengamanan ini, KSOP dibantu beberapa instansi lain, seperi TNI dan Polri serta tim lainnya yang tergabung dalam posko angkutan lebaran. Untuk pengamanan di area pelabuhan, kata dia, penumpang yang turun dan berangkat diperiksa ketika memasuki kawasan pelabuhan. Selain itu, kendaraan pun tidak diperkenankan masuk sampai di dermaga.

"Dermaga yang lama kami fungsikan untuk penumpang yang masuk dan dermaga baru difungksikan untuk penumpang keluar," ujarnya.

Untuk pengamanan di atas kapal, pihaknya memeriksa kelengkapan tiket yang dimiliki penumpang. Hal ini dilakukan demi menghindari adanya penumpang gelap serta adanya calo. Hasilnya, semua penumpang dikatakan aman dan tidak ditemukan adanya calo saat pemeriksaan.

Sedangkan, untuk pemeriksaan kesehatan ABK kapal tidak dilakukan. Pasalnya, untuk ABK kapal Pelni tidak perlu dilakukan pemeriksaan lagi karena telah ada tim medical check up di kapal yang menantau secara langsung.

"Selain itu, ABK kapal Pelni ini sudah terjamin karena untuk masuknya saja ada seleksi khusus. Berbeda degan motoris speed boat harus diperiksa kesehatannya sebelum berangkat," katanya.

Untuk diketahui jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Malundung, Tarakan sebanyak 453 orang dan penumpang lanjutan sebanyak 422 orang. Sedangkan untuk penumpang asal kota Tarakan sebanyak 2.718 orang.

HARGA TIKET PESAWAT

Sementara di pelayanan transportasi udara. Untuk menepis adanya dugaan kenaikan harga tiket yang tak sesuai dengan peraturan. Kepala Bandara Juwata Tarakan, Asri Santosa beserta jajarannya melakukan pemantauan di masing-masing maskapai penerbangan. Alhasil dalam pantauan yang dilakukan pada Minggu (10/6) pagi, tidak ada satu pun harga tiket pesawat yang menyalahi aturan.

Dikatakan Asri Santosa, dalam pengawasan dan pemantauan harga tiket pesawat kali ini pihaknya ditemani oleh Polisi dan TNI. Informasi tidak adanya lonjakan harga tiket disampaikan oleh pihak maskapai tentang harga tiket. Hasilnya, harga tiket masih sesuai dengan Peraturan Kementrian Perhubungan PM Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Sehingga dapat disimpulkan tidak ada maskapai yang menjual harga tiket dengan menyalahi mekanisme tarif batas atas dan batas bawah," ujarnya.

Tidak hanya melakukan pengecekan di maskapai saja. Dia beserta jajarannya, juga sempat mempertanyakan harga tiket ke beberapa penumpang dan agen travel. Dari informasi itu, tidak ditemukan adanya harga tiket menyalahi aturan, begitu pula dengan pihak agen travel.

"Hanya saja untuk agen travel ada komisi lebih. Dan itu masih dianggap wajar, tidak menyalahi aturan besarannya," ungkapnya.

Salah satu penumpang bernama Hariyanto menjelaskan, tiket yang dibelinya dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar seharga Rp 1,6 juta. Sedangkan dari pihak agen travel, Fajri dan Aji mengatakan, ada komisi sebesar Rp 100 ribu yang dipungut dari pembelian tiket.

"Contohnya harga tiket Tarakan ke Jakarta dengan maskapai Lion Air itu harganya Rp 2,5 juta. Kalau dari kami menjual sekitar Rp 2,6 juta," katanya. (*/bpp)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:52

Dandi Terinspirasi Puisi ‘Ibu Indonesia’

TARAKAN – Awal diingat akhir tiada (Berbuat sesuatu tanpa pikir panjang). Mungkin ini pribahasa…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:09

Gara-Gara Utang, Hermawan Timpas Jari Temannya

TARAKAN – Ada-ada saja yang dilakukan orang saat dilanda emosi. Pria yang satu nekat memotong…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…

Senin, 13 Agustus 2018 16:06

Parpol Optimis Menang Pemilu

TARAKAN – Mesin partai politik mulai memanas di pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .