UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 14 Juni 2018 10:24
Dugaan Korupsi Jamal Menanti Putusan MA

Jamaluddin : Kerugian Negara yang Saya Sebabkan Tidak Ada

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski sudah dua tahun lebih belum mengendal dan belum ada hasil putusan Kasasi. Kejaksaan Negeri Tarakan kembali menyurati Mahkamah Agung (MA) mempertanyakan proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan perlengkapan atlet yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Kasus juga menyeret nama salah satu Anggota DPRD Tarakan, Jamaludin.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan Rachmad Vidianto melalui Kasi Pidana Khusus Frederick Richard Silaban mengaku, sudah menyurati MA untuk mempertanyakan kasus tersebut. Untuk membuka kebenaran terkait langkah Kasasi yang diajukan Jamaludin, Kejaksaan bahkan mengirim surat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena belum ada jawaban dari MA.

“Karena perkara ini sudah berjalan hampir dua tahun empat bulan di tingkat Kasasi. Sementara di Pasal 29 dan Pasal 2 Undang undang Nomor 46 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), perkara korupsi adalah tindak pidana khusus dan harus segera diberikan kepastian hukum (Putusan,Red.), ekstra cepat dalam memeriksa, mengadili dan memutuskan, baik pada tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung,” ujar

Jaksa yang akrab disapa, Frederick ini

Dia menyebutkan, surat telah dilayangkan atau dikirimkan ke MA untuk Kasasi, sejak 5 Februari tahun 2016 lalu. Kemudian, pada Maret 2017 karena belum ada kejelasan terkait putusan Kasasi, Jaksa bersurat ke MA.

“Terus kita kirim lagi surat kedua, Mei 2018 lalu. Karena perkara ini yang diminta Kasasi oleh  terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) Jamaludin. Belum ada kejelasan putusannya sampai sekarang. Aneh juga, kenapa sampai dua tahun lebih ini belum ada putusan Kasasinya,” ungkapnya.

Meski surat yang dikirimnya ke KPK bersamaan dengan surat ke MA sudah memasuki pekan kedua. Namun, diakuinya, belum ada jawaban dari lembaga anti rasuah tersebut. “Kalau sekarang, kita belum bisa berkomentar banyak. Nanti, kita lihat tanggapanya (KPK,Red.) surat baru kita kirim juga dua minggu lalu, belum ada jawaban ,” tandasnya.

Dari informasi yang diterima Kaltara Pos, Jamaludin  diduga tersangkut kasus korupsi saat menjabat sebagai Direktur CV Athira Sport untuk atlet Porprov di tahun 2010 lalu. Awalnya, kasus ini dilakukan penyelidikan oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Tarakan dan dilimpahkan ke penyidik Kejaksaan, Desember 2013. Selanjutnya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tarakan ke Pengadilan Tipikor di Samarinda, Februari 2014.

Melewati Proses sidang sejak Maret 2014, hingga majelis hakim Pengadilan Tipikor dalam putusannya No. 19/pid.tipikor/2014/PN SMDA pada 1 Desember 2014 menjatuhkan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Namun apabila tidak dibayar, maka diganti 4 bulan kurungan dan menetapkan masa tahanan kota dikurangi seluruhnya.

Selanjutnya, atas putusan Pengadilan Tipikor ini, pada 5 Desember 2014, Penasehat Hukum (PH) Jamaluddin, Adi Surahman mengajukan banding. Tapi, Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim malah memutuskan, terdakwa tetap dinilai bersalah melakukan korupsi dan menjatuhkan pidana 2 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, sesuai amar putusan No. 05/pid.tipikor2015/PTSMR, 25 Mei 2015.

Perjalanan kasus ini pun masih berlanjut, Februari 2016, Jamaludin mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung dan diikuti oleh JPU yang juga mengajukan Kasasi No.19/pid.tipikor/2016/PN.SMR. Setelah permohonan Kasasi dikirimkan ke MA, hingga saat ini JPU belum pernah menerima nomor register perkara dari MA.

Selain Jamaludin, kasus ini juga melibatkan 4 orang lainnya yang berada dalam struktur kepanitiaan keberangkatan kontingen Tarakan 2010 lalu. Koordinator Transportasi Toni Utomo, Rita Zahra dan Maharani telah menyelesaikan masa hukumannya. Sementara itu, Jamaludin yang merupakan salah satu Anggota DPRD Tarakan dari Partai PAN ini masih dalam proses Kasasi.

Menanggapi kasus yang membelitnya, Jamaludin tak ingin menanggapi jauh kasus tersebut.

Jamaluddin mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu mengenai kasus yang saat ini dijalaninya. “Saya ini kan tersangkanya, kok tanya saya. Seharusnya ya tanya saja ke Mahkamah Agung, atau dengan kejaksaan. Jangan tanya saya soal Kasasi saya,” katanya.

Selain itu, Jamal juga mempertanyakan kerugian negara yang diakibatkan olehnya. Sebab, pria yang akrab disapa Jamal ini merasa, selama menjabat sebagai pejabat di pemerintahan tidak pernah menyebabkan kerugian negara.

“Coba tanyakan saja kejaksaan, kalau misalnya saya ini korupsi. Adakah kerugian negara yang saya sebabkan dan mana buktinya,” ungkapnya.

Sementara Rita yang terjerat kasus serupa dengan Jamal sudah menjalani hukumannya hingga bebas. Ditanya soal Rita, Jamal enggan menanggapinya. “Kasus ini kan karena saya mau dipolisikan saja. Tapi kerugian negara yang saya sebabkan tidak ada,” tegasnya. “Kasus Rita sama saya itu beda loh. Mau dia bebas atau tidak, ya itu kan bukan urusan saya sebenarnya,” tutupnya. (*/osa)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .