UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 12 Juli 2018 15:43
Polisi Tembak Warga Dinilai Tak Sesuai SOP

Pemeriksaan Dilakukan di Polda Kaltara

PROKAL.CO, class="p1" style="margin: 0px; line-height: normal; font-family: Helvetica; -webkit-text-size-adjust: auto;">TARAKAN – Penembakan yang dilakukan salah satu oknum personel kepolisian terhadap warga di Nunukan, diduga melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) saat menjalankan tugasnya.  Akibat penembakan itu, Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK ikut angkat bicara untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Dia mengungkapkan, salah satu personelnya berpangkat BRIPDA berinisial AC memang benar telah diperiksa terkait adanya laporan yang diduga telah melanggar SOP saat melakukan tugas. Meski sudah diperiksa, pria yang akrab disapa Jefri itu tetap yakin, personelnya tidak melanggar SOP saat melakukan penambakan kepada korban yang bernama M Nur.

“Polisinya kita sudah periksa dan dari hasil pemeriksaan, AC tidaklah melanggar SOP karena terpaksa melakukan penembakan terhadap korban. Yang saat itu melakukan perlawanan terhadap kepolisian yang ingin menghentikan aksinya saat merampok sebuah toko. Tapi walau ditembak, orangnya kita tahan dengan baik-baik kok dan dalam keadaan sehat,” ungkapnya.

Selain menilai AC telah melakukan tugas sesuai SOP yang benar. Jefri juga menegaskan, tidak akan menghalangi pihak manapun untuk menyelidiki peristiwa berdarah yang melibatkan salah satu personelnya itu. Bahkan, dia mengakui, persoalan itu telah berada ditangan Kepolisian Daerah Kalimanta Utara (Polda Kaltara).

“Laporan itu sebenarnya ke Polda dan disitulah pemeriksaannya. Kita tetap akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku, jika AC bersalah yang kita selesaikan secara hukum. Tapi kalau tidak kan, lain cerita lagi. Masa orang tidak bersalah, kita mau proses juga,” tukasnya.

Disisi lain, Mozes Riupassa SH yang merupakan Penasehat Hukum M Nur melakukan pelaporan itu, mempertanyakan, aksi penembakan yang dilakukan oleh polisi yang menurutnya dilakukan tanpa mengikuti SOP. 

“Saya mau bertanya, tindakan ancaman apa sebenarnya yang dilakukan pelaku terhadap polisi yang katanya pelaku ini melakukan perampokan dan mengacam ibu kandungnya sendiri?” jelasnya. “Padahal pelaku ditembak saat sedang tidur bersama isterinya dan bukan sedang merampok. Apalagi, pelaku juga tidak pernah mengancam ibunya. Dan hanya membela diri terhadap penembakan yang dilakukan polisi,” tuturnya.

Dari kasus ini, kata Mozes, sebelum terjadi penembakan M Nur pernah melakukan pelaporan ke Polda Kaltara terhadap salah satu personel Polsek Sebatik Timur yang melakukan pemukulan terhadapnya. Dan setelah pelaporan itu, M Nur yang juga mengalami gangguan kejiwaan ditembak oleh polisi karena dianggap melakukan perampokan.

“Saya kira ini ada unsur balas dendam. Karena sebelum M Nur mengalami gangguan kejiwaan, dia bersama keluarganya pernah melaporkan tindakan polisi karena memukul dirinya. Anehnya, setelah pelaporan itu, M Nur malah ditembaki dan salah satu polisi yang menembakinya juga merupakan polisi yang dilaporkannya ke Polda Kaltara,” terangnya. (*/osa) 

 

 

 



 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:52

Dandi Terinspirasi Puisi ‘Ibu Indonesia’

TARAKAN – Awal diingat akhir tiada (Berbuat sesuatu tanpa pikir panjang). Mungkin ini pribahasa…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:09

Gara-Gara Utang, Hermawan Timpas Jari Temannya

TARAKAN – Ada-ada saja yang dilakukan orang saat dilanda emosi. Pria yang satu nekat memotong…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .