UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 14 Juli 2018 09:37
Sang Pacar Mengaku Tak Tahu Tersangka Hamil

Sudah Putus saat Pelaku Menguburkan Bayi

MASIH DIPERIKSA : Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti beserta pelakunya, beberapa waktu lalu. (Dok)

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan bayi yang sempat menghebohkan warga Tarakan beberapa waktu lalu, masih menimbulkan pertanyaan besar. Salah satunya terkait kekasih ML (21) yang diduga tidak bertanggung jawab atas buah cinta mereka.

Setelah melakukan pencarian terhadap kekasih ML, yakni yang berinisial MR (29), akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkapnya. MR merupakan ayah dari mayat bayi yang dikubur di pemakaman umum.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) KBO Polres Tarakan Bripka Asriana mengungkapkan, pihaknya berhasil mengamankan MR pada Selasa tepatnya sehari sesudah ditangkapnya ML.

Dari keterangan yang didapatkan, MR mengaku tidak tahu menahu jika mantan kekasihnya tersebut hamil. Hal tersebut dikarenakan ML tidak pernah mengungkapkan kehamilannya kepada MR saat bertemu.

"Memang agak membingungkan, ML ini menurut keterangan MR tidak pernah memberitahunya kalau dia hamil dan juga keterangannya dia sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda kehamilan pacarnya setiap bertemu,"ungkapnya kemarin, (13/7).

Selain tidak mengetahui kehamilan ML di hadapan penyidik, MR juga mengaku telah berkeluarga. Meski demikian, dari keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, MR menyembunyikan statusnya yang sudah berkeluarga kepada sang ML agar tetap bisa menjalin hubungan.

"Dari keterangannya dia juga sudah punya istri dan anak. Jadi dia berpacaran tanpa diketahui statusnya sudah beristri," terangnya.

Namun, dari keterangan MR, beberapa bulan sebelum ML melahirkan, dirinya sudah tidak berhubungan lagi alias putus. "Dari keterangannya, beberapa bulan sebelum ML ini melahirkan, mereka sudah putus. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi," terangnya.

Meski demikian, pihak kepolisian baru menetapkan MR sebagai saksi. Hal tersebut dikarenakan belum adanya bukti adanya keterlibatan MR dalam proses pembunuhan bayi tersebut. Karena, saat ML melahirkan, diduga MR tidak ada di tempat.

"Untuk saat ini status MR hanya sebagai saksi dan ia juga dikenakan wajib lapor setiap hari. Karena untuk sementara, kita belum menemukan bukti keterlibatan MR," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, bayi malang yang berjenis kelamin laki-laki dikubur setelah lahir. Kini penyebab pembunuhan itu terungkap, setelah polisi menangkap pelaku yang tak lain ibu bayi. Pengungkapan kasus ini, berawal dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya penguburan bayi yang dilakukan secara tidak wajar.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira menjelaskan, setelah melakukan penyidikan dari keterangan ibu kandung bayi yang berinisial ML (21), diketahui ibu kandung bayi menjadi pelaku pembunuhan karena dengan sengaja menghilangkan nyawa dari bayinya. “Berdasarkan keterangan sementara pelaku, bayi laki-laki ini dibunuh dengan cara dibekap mulutnya hingga tidak bernapas saat baru lahir. Ini dilakukan karena pelaku takut keberadaan bayi diketahui oleh keluarga dan tetangganya,” ungkapnya.

Tidak hanya, ibu bayi malang yang diduga terlibat kasus pembunuhan bayi tersebut. Kakak pelaku dan teman dari kakak ibu bayi malang itu juga ikut melakukan proses penguburan bayi yang sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu, tepatnya 16 Maret 2018 di pemakaman umum daerah Selumit. Sedangkan, bayi dilahirkan di rumah pelaku di daerah Markoni, Kelurahan Pamusian.(*/jek)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*