UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Rabu, 18 Juli 2018 10:24
Jaja Tewas Ditangan Orang Sakit Jiwa

Dihantam Palu sampai Tak Bernyawa

DIMAKAMKAN : Jasad Muhammad Riharja dimakamkan di tempat pemakaman umum tak jauh dari rumah duka. (IST/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Siapa sangka pria ini menghembuskan nafas terakhirnya dengan cara tragis. Nyawa, Muhammad Riharja (38) berakhir ditangan Syarifuddin (52) yang diduga mengalami sakit jiwa. Belum diketahui pasti penyebab pria ini mengamuk di Jalan Pelita, Kecamatan Sei Pinang, Samarinda, sekitar pukul 15.20 Wita, Senin (16/7). Akibat kejadian itu, warga sekitar lokasi tempat Sarifuddin mengamuk langsung heboh karena mencoba memukul pengendara yang melintas di jalan tersebut dengan menggunakan palu yang dipegangnya.

Nahasnya, Muhammad Riharja yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan III B di Disnakertrans Kaltim, Bidang Pengembangan Tenaga Kerja, langsung tewas setelah terkena hantaman palu yang dibawa oleh Sarifuddin. Tak hanya sekali saja, berulang kali palu yang dipegang oleh pelaku mendarat ditubuh korban sehingga membuat korban mengalami luka di bagian kepala dan tubuhnya.

Sebelum mengalami tindakan penganiayaan, korban sedang berkendara melintas di Jalan Pelita menuju kantornya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Saat mendekat ke arah pelaku, korban langsung dipukul lalu terjatuh dari motor yang dikendarainya.

Informasi yang diterima media ini, usai kejadian itu pelaku hendak diamankan namun melakukan perlawanan sehingga polisi melumpuhkan korban dengan dua kali tembakan yang mengarah ke bagian betis kaki kiri dan paha pelaku. Sementara korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak terselamatkan karena mengalami luka yang cukup parah.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto menjelaskan, saat ini pelaku dan barang bukti berupa palu telah diamankan. Pelaku pun telah menjalani perawatan di UGD RSUD AW Syahranie akibat mendapat luka tembakan.

"Sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani perawatan, untuk korban betul meninggal dunia," ungkapnya.

Dirinya pun belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait kejadian itu. Pasalnya, saat ini timnya sedangkan melakukan penyelidikan dari kejadian yang membuat warga heboh. "Kita akan minta saksi ahli, apakah dia alami gangguan jiwa atau tidak. Dari informasi yang kita dapat, dia ini tukang bangunan yang dituduh mencuri. Diduga karena itu dia mengamuk," tukasnya.

Untuk diketahui, Muhammad Riharja telah lama merantau ke Samarinda. Jasad pria yang akrab disapa –Jaja diterbangkan dari Samarinda ke Tarakan dan tiba di rumah duka di Mamburungan RT 11, Tarakan Timur, sekira pukul 11.30 wita, Selasa (17/7) kemarin. Kedatangan korban langsung disambut isak tangis orangtua dan keluarganya. Proses pemakaman dilakukan sekira pukul 13.30 Wita, Almarhum dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tak jauh dari tempat tinggalnya dan disaksikan istri, anak, orangtua dan keluarganya.

“Almarhum memang ingin kita semayamkan di sini agar tidak jauh dari keluarganya. Saya terlalu sedih, jika mengingat hal ini terjadi kepada anak saya,” Kata Jafar, ayah Jaja.

Dimata Jafar, Jaja adalah anak yang dapat menjadi panutan bagi keluarganya. Selain memiliki kepribadian yang sabar, Jaja juga sosok pekerja keras dan bertanggung jawab.  Tak lepas dari ingatannya, Jafar mengaku, selalu mengingat sifat dan hobi dari anak keduanya ini.

“Setiap hari dia selalu menelpon kami untuk menanyakan kabar kami. Sesekali dia bercanda ke kami. Dia juga selalu mengingatkan kami untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Mengenang semasa hidup Jaja, Jafar menilai anaknya mudah bergaul dengan orang-orang yang baru dikenalnya dan menyukai hiburan agar orang di sekelilingnya dapat tersenyum saat bersamanya. “Saya ingat waktu kecil almarhum (Jaja,Red.) selalu minta saya untuk memutar film komedi P Ramli. Dan sejak kecil, Jaja ini senang cerita dan menulis cerpen,” kata Jafar.

baginya, sejak kecil Jaja tak pernah merepotkannya saat bersekolah. Bahkan saat Jaja bersekolah di SMA 2 Tarakan, selain berprestasi juga sering membantu untuk mencari pendapatan buat keluarga dengan menjadi tukang cuci mobil dan sebagai cady di lapangan golf. Menempuh jenjang pendidikannya, lanjut Jafar, anaknya bisa menyelesaikan studi Jurusan Hubungan Internasional (HI) di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Meski dirinya, hanya berprofesi nelayan dengan penghasilan tidak tetap.

“Jaja hanya mendapatkan jatah kiriman uang Rp 375 ribu perbulan. Dan selama kuliah, Jaja tinggal di Asrama Bulungan yang ada di Jogjakarta,” ujarnya. “Saya hanya nelayan, tapi Jaja ini tidak pernah mengeluh dan hanya memanfaatkan uang yang saya kirim,” tukas Jafar.

Saat mendengar kabar duka anaknya meninggal dunia, Jafar merasa kehilangan. “Di dalam hati saya hampir tidak terkendali. Apalagi anak saya ini tidak bersalah, kenapa dibunuh? Begitu tersungkur masih digepak dengan palu 3 kilo sampai meninggal dunia,” kata Jafar.

Meski dengan perasaan duka yang mendalam. Jafar berusaha menguatkan hatinya dan bersabar menghadapi musibah yang menimpa keluarganya. “Saya pasrah dan ikhlas walau dalam hati. Biar saya mati asal jangan anak saya mati. Tapi, istri saya sudah syok dan pingsan-pingsan dari kemarin. Makanya, kita doakan agar almarhum diterima di tempat yang baik di sisi Allah SWT,” tutupnya. (*/osa)


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Tak Punya Uang, Motor Ipar Dicuri

TARAKAN – Karena tak punya uang, Hasan nekat mencuri motor milik keluarganya. Untuk mempertanggungjawabkan…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:22

JANJI LAGI..!! Bakal Wali Kota Ini Janji Perhatikan Nasib Petambak

TARAKAN – Setelah terpilih menjadi Wali Kota Tarakan, Khairul langsung cukup banyak mendapat atensi…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33

Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal (Ilegel Fishing) di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan tahun 2018, membuat masing-masing…

Senin, 20 Agustus 2018 10:38

Satpol PP Siaga Jelang Iduladha

TARAKAN – Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .