UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Senin, 23 Juli 2018 12:43
114 CJH Siap Diberangkatkan

Satu Kuota Dialihkan ke Malinau

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meski cuaca panas melanda puluhan jemaah haji saat melaksanakan ibadah. Namun itu tak menyurutkan semangat Calon Jemaah Haji (CJH) asal Nunukan yang akan diberangkatkan, 11 Agustus mendatang. Diketahui sebanyak 114 jemaah asal Nunukan yang akan diberangkatkan. Hanya saja, satu diantaranya dikabarkan batal berangkat, sehingga satu kuota kursi dialihkan ke Kabupaten Malinau.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan, H Muhammad Saleh mengatakan, dari 113 calon jemaah haji, 21 calon jemaah diantaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia.

“Untuk TKI yang menjadi CJH itu sempat mengalami kendala. Diantaranya, kendala dalam pengurusan paspor. Hanya saja, sudah terselesaikan dan siap diberangkatkan,” ungkapnya.

Saleh menuturkan, para calon jemaah haji sudah dipersiapkan keberangkatannya yang akan dilakukan pada 11 Agustus mendatang dan akan kembali pada 22 September 2018. “Semua sudah aman dan siap untuk diberangkatkan. Soal TKI, sepertinya masalah klasik yang sudah sering ditemukan. Alhamdulillah, semua aman sebelum keberangkatan,” bebernya.

Selain jemaah yang siap diberangkatkan, Saleh juga menyinggung standar biaya untuk ibadah umrah. Agar, para calon jemaah bisa mengetahui dana untuk disiapkan jika hendak melaksanakan ibadah umrah. Kata Saleh, standar biaya untuk untuk jamaah sebesar Rp 20 juta. Jika ada penawaran dibawah nilai standar, maka bisa dipastikan, tawaran itu merupakan penipuan.

“Itu standar minim. Kalau kita kalkulasikan biaya pulang pergi saja bisa memakan dana hingga Rp 14 juta. Bagaimana bisa jamin tawaran Rp 14 juta, untuk itu sudah dapat fasilitas baik,” ungkapnya.

Salah mengakui, saat ini tidak sedikit tawaran murah atau promosi pelaksanaan ibadah umrah yang di lihat dari akun media sosial atau tawaran secara langsung. Persoalan tersebut, masyarakat diminta untuk bermain logika. Pasalnya, biaya yang ditawaran terlalu murah untuk perjalan dengan fasilitas yang baik. Mestinya masyarakat ragu dengan biaya yang ditawarkan dengan terlalu murah. Dia menyarankan untuk bertanya ke instansi terkait seperti ke Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan masing-masing.

“Tidak bisa kita pungkiri jika budaya masyarakat kita yang menginginkan penawaran murah. Cuma itu semua tidak menjamin keberangkatan mereka terjamin. Dari kasus ini, kita meminta masyarakat untuk berpikir kembali,” tambahnya.

Kemudian, merincikan jika biaya standar umrah yang saat ini bernilai Rp 20 juta akan naik setelah lima tahun kedepan. Hal tersebut dilihat dari tingkat kebutuhan masyarakat dan teknologi saat ini.

“Rp 20 juta itu sudah dapat fasilitas lain. ada yang biayanya Rp 23 juta sampai dengan Rp 25 juta. Tapi kita ikut standar minimnya saja. Kalau ada penawaran biaya umrah Rp 14 juta itu sudah diluar nalar,” pungkasya. (yua)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*