UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Rabu, 25 Juli 2018 16:35
Setop Pakai Tabung Gas Malaysia

ASN Wajib Gunakan Produk Dalam Negeri

TABUNG GAS : Masyarakat diminta berhenti ketergantungan tabung gas asal Malaysia. (DOK/KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sudah bukan hal yang baru lagi tabung gas asal Malaysia didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di perbatasan, Nunukan, Kalimantan Utara. Menjadi daerah perbatasan, tentu saja barang yang berasal dari luar negeri mudah saja ditemukan di Indonesia karena menjadi kebutuhan. Meski begitu, penggunaan tabung gas Malaysia ini segera disingkirkan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan sudah menyusun rencana agar masyarakat pelan-pelan menggunakan tabung gas produksi dalam negeri. Salah satunya, menekan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk wajib menggunakan tabung gas dalam negeri.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri, Disdag Nunukan Hasan mengatakan, meski nantinya tak ada surat edaran untuk menggunakan tabung gas Indonesia. Ini sudah harus jadi kesadaran bagi ASN.

“Ini langkah awal ya. Ini sudah kewajiban kita menggunakan produk dalam negeri. Ini tugas kita bersama mendidik masyarakat kita untuk menggunakan barang yang sudah disedikan oleh negara. Jadi harus ada perubahan pemikiran,” ungkapnya ketika ditemui di Kantor Bupati Nunukan, belum lama ini.

Seperti yang diketahui, tabung gas asal Malaysia dinyatakan ilegal. Sehingga, tingkat keamanan perlu diragukan. Selain itu, masyarakat harusnya menerapkan penggunaan tabung gas Indonesia, dari tingkat ASN yang perlu memberikan contoh untuk diikuti masyarakat.

Menurut Hasan, untuk memastikan penggunaan tabung gas asal Indonesia oleh ASN tidak begitu sulit. Disdag Nunukan telah mengetahui tempat pangkalan tabung gas. Sehingga masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa memantau pegawainya masing-masing.

“Kalau sudah punya kan itu otomatis akan dipakai. Setidaknya, kita awali dari ASN dulu sebagai contoh. Nanti perubahan itu akan bertahap. Karena memang susah untuk langsung memaksakan masyarakat beralih menggunakan tabung gas Indonesia. Makanya, kita ubah pola pikir itu pelan-pelan,” tambahnya.

Tahap peralihan penggunaan tabung gas Indonesia untuk mengantisipasi Malaysia menghentikan suplai tabung gas ke Nunukan. Jika hal terjadi, masyarakat tentu akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mengantisipasi kemungkinan itu, pemerintah mulai mengantisipasi dengan memangkas ketergantungan masyarakat Nunukan.

“Apalagi itu (tabung gas asal Malaysia) merupakan barang subsidi. Kalau itu bukan barang subsidi tidak jadi masalah, karena itu sudah diatur di perdagangan internasional,” bebernya.

Kata Hasan, perbandingan harga antara tabung gas Malaysia dan Indonesia tentu harga tabung gas Malaysia lebih tinggi dibandingkan tabung gas Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi kurs ringgit.

“Sementara untuk tabung gas kita itu tetap. Jadi untuk kondisi saat ini tabung gas Malaysia lebih mahal. Untuk tabung gas Indonesia yang 12 kilogram harganya Rp 185 ribu sampai dengan Rp 190 ribu. Kalau tabung gas Malaysia punya Rp 240 ribu, bahkan bisa sampai angka Rp 300 kalau lagi langka,” pungkasnya. (yua)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .