UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 27 Juli 2018 10:51
Terdakwa Dugaan Pembunuhan Dituntut 15 Tahun Penjara

PROKAL.CO, TARAKAN – Sempat berkali-kali menjalani proses persidangan dan hasilnya hampir tak menemui titik terang. Karena minimnya barang bukti dan tak sesuai keretangan para saksi yang dihadirkan, sidang tuntutan kasus pembunuhan membuat terdakwa Nasrudin mendapat penolakan di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, kemarin (25/7).

Jaksa Penuntut Umum(JPU) menuntut kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Nazrudin terhadap korbannya, Syarief. Dalam persidangan itu, Nasrudin dituntut selama 15 tahun kurungan penjara, karena dianggap terbukti melakukan pembunuhan terhadap Syarief, akhir 2017 lalu.

“Karena terdakwa terbukti melanggar pasal 338 KUHP, terdakwa saya tuntut agar dihukum selama 15 tahun kurungan penjara,” kata JPU Hafish SH.

Bukan tanpa sebab, Hafish mengaku telah mempertimbangan tuntutan hukuman itu dengan matang  berdasarkan fakta yang menurutnya ada selama dalam proses persidangan. “Keterangan saksi banyak yang mengarah ke terdakwa. Apalagi terdakwa juga selalu berkelit saat dimintai keterangan mengenai kejadian itu dan alat bukti yang ada juga mengarah ke terdakwa. Jadi pasal 338 KUHP itu sudah sesuai saya rasa,” tukasnya.

Disisi lain, Penasehat Hukum (PH) Nasrudin, Rabshoedi Roestam mengaku tidak keberatan dengan tuntutan yang diberikan oleh JPU, karena merupakan hak dari JPU. “Itu haknya jaksa jika menganggapnya demikian. Dan pihak kita akan menyelesaikannya melalui pembelaan hingga vonis hukuman,” katanya.

Meski terlihat santai, namun bukan berarti pria yang akrab disapa, Ody itu tidak memiliki persiapan. Dirinya bahkan akan menyiapkan segala bentuk pembelaan untuk melawan tuntutan JPU.

“Alat buktinya apa dan selama ini keterangan saksi yang dihadirkan juga tidak ada yang mengarah ke terdakwa. Tapi kita akan beberkan saat pembelaan nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, BRIPTU Zainuri yang merupakan penyidik kasus hilangnya nyawa Syarief saat merintis di tambak milik orang tua terdakwa mengatakan, yang ada di BAP kepolisian sudah benar karena dikerjakan sesuai prosedur penyidikan dan tak ada rekayasa seperti yang dituduhkan terdakwa.

“Apa yang ada di BAP itu semuanya sudah benar pak dan terdakwa sendiri yang menjawab pertanyaan kita dengan mengakui perbutannya. Kami tidak melakukan rekayasa dan kami tidak melakukan intimidasi terhadap terdakwa,” tutur Zainuri.

Suasana semakin panas ketika, Alexander yang merupakan anak buah ayah Nasrudin datang sebagai saksi dan mengaku, telah disuruh oleh ayah terdakwa, H Cita untuk menyamakan keterangan dengan para saksi lainnya dan menyebut korban meninggal karena terkena parang rintisnya sendiri.

“Saya penjaga tambak pak. Sebelum kejadian, kami semua bersama-sama selama 3 hari dengan tenang tanpa adanya masalah. Setelah persiapan panen kami selesai, kami pun berinisiatif untuk merintis tambak dan disitulah korban meninggal,” jelasnya. “Tidak ada yang tahu penyebab korban meninggal pak, karena tidak ada suara teriakan korban. Hanya sebelum diperiksa oleh polisi, H Cita (Ayah Nasrudin) sempat menelpon saya untuk memberikan keterangan yang sama dengan saksi yang lainnya,” ucap Alexander.

Merasa tersudutkan, Nasrudin yang didampingi pun langsung membela diri dengan membantah sebagian keterangan saksi verbalisan. Nasrudin menggungkapkan, yang dikatakan para saksi sebagian tidak benar dan bersedia di sumpah mati.

“Saya dipukuli saat diperiksa oleh penyidik pak dan saya tidak pernah bilang, saya pelakunya karena memang bukan saya. Makanya, saya bilang BAP itu bohong,” ungkapnya. “Keluarga saya juga tidak pernah menghubungi pak dan saya siap di sumpah mati kalau saya berbohong. Karena saya bukanlah seorang pembunuh seperti yang keluarga korban sangkakan kepada saya,” tukasnya. (*/osa)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:57

Asyik Kumpul Bareng Keluarga, Dua Pencuri Motor Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil menangkap…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:22

JANJI LAGI..!! Bakal Wali Kota Ini Janji Perhatikan Nasib Petambak

TARAKAN – Setelah terpilih menjadi Wali Kota Tarakan, Khairul langsung…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:37

Curi Sepatu di Masjid, Riski Terekam CCTV

TARAKAN – Entah apa yang ada dalam pikiran pria yang…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:34

Masih Dibawah Umur, Pelaku Cabul Dituntut

  TARAKAN – Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, pelaku…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33

Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:43

Modus Jalan-Jalan, Cabuli Anak di Rumah Kosong

TARAKAN – Usianya yang belasan tahun membuat AB (15) sulit…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 10:38

Satpol PP Siaga Jelang Iduladha

TARAKAN – Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha, Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*