UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Kamis, 02 Agustus 2018 14:03
Sabu 9 Kilogram Dikendalikan Dalam Lapas Tenggarong
GAGAL DISELUNDUPKAN : Barang bukti sabu sebanyak sembilan kilogram yang dikemas menggunakan plastik bening berhasil digagalkan peredarannya oleh Polres Nunukan dan Bea Cukai. (RIZKYAH AYU/KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN – Membahas peredaran narkoba di perbatasan, bukan rahasia lagi. Banyak jalur dapat dilalui untuk memasukkan narkotika, seperti aksi penyeludupan sabu 9 kilogram di Pelabuhan Tonon Taka, Sabtu (28/7). Hingga Juli 2018, sudah tercatat sebanyak 44 kilogram jenis sabu yang disita Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Sabu itu rencananya akan dikirim ke Sulawesi. Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan IPTU M Karyadi mengatakan, penyeludupan sabu 9 kilogram telah dipantau sejak, Senin (23/7).

“Awalnya kita hanya dapat satu tersangka saja yaitu warga negara Indonesia yang bekerja sebagai buruh bangunan di Tawau. Kebetulan dia mau pulang kampung ke Sulawesi melalui Nunukan. Nah, tersangka yang membawa sabu dari Malaysia ini posisinya sebagai kurir,” ungkapnya ketika ditemui Kaltara Pos, Rabu (1/8).

Untuk mencari tersangka baru, akhirnya kepolisian melakukan pengembangan kasus dan mendapatkan lima orang jaringannya yang berada di Sulawesi, satu orang berada di Tarakan dan satu orang yang diduga pengendali jaringan tersebut berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur, Agus Sudarmadi mengatakan, mendapat laporan dari kepolisian, Bea Cukai pun melakukan pengawasan. “Sembilan kilogram sabu ini di kemas menggunakan plastik dan disembunyikan diantara barang bawaannya. Pada saat pemindahan barang dengan X-Ray didapati petugas ada narkoba di dalam kotak perkakas bangunan miliknya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit menegaskan, akan menindak tegas pelaku narkoba sehingga perlu perhatian khusus. Dirinya bersama dengan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltara telah meminta BNN pusat untuk menambah sarana dan prasarana untuk mencegah aksi penyelundupan narkoba di perbatasan.

“Harus ditindak tegas. Bila perlu tembak mati bagi tersangka narkoba yang ngelawan. Kalau barang buktinya sampai dengan sembilan kilo bisa hukuman mati. Jangan penjara 18 atau 20 tahun,” tandasnya. (yua)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .