UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Senin, 06 Agustus 2018 11:58
Satu Balita Didiagnosis Mengidap Meales Rubella

Dinkes Segera Imunisasi Anak

PEMBERIAN VAKSIN: Bentuk pencegahan Meales Rubella, Dinkes Bulungan memberikan imunisasi kepada anak sekolah. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Meski imunisasi Measles-Rubella (MR) masih berpolemik penerapannya. Namun pemberian imunisasi mulai dilakukan instansi pemerintahan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Dinas Kesehatan Bulungan telah dapat satu anak balita penderita campak MR di Kecamatan Sekatak. Hal itu diketahui, setelah anak tersebut dibawa untuk pemeriksaan di RSUD Tarakan.

“Jadi kami temukan satu anak yang terkena Rubella, setelah berobat ke Tarakan. Anaknya ini masih bayi. Laporannya baru beberapa hari ini masuk,” ungkap Imam Sunjono, Kepala Bidang kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan kepada Kaltara Pos, Minggu (5/8).

Dia menuturkan, risiko bayi terkena rubella pada umur kandungan masuk dalam tri semester pertama atau pada tiga bulan pertama bagi ibunya. Maka, dampaknya akan menyasar pada gangguan jantung, gagal ginjal, terjadi kebutaan, dan tuli serta keguguran.

“Kalau gugur janin tidak apa-apa kalau sudah terinfeksi. Tapi, kalau bayinya lahir maka besar kemungkinan akan terkena Rubella,” bebernya.

Dia menyebutkan, karena adanya yang ditemukan penderita Rubella. Maka, pemerintah segera melakukan penanganan di daerah Sekatak dengan jumlah sasaran 3.422 anak dari 22 Desa. Sebab, di daerah tersebut sudah ditemukan sumber infeksi, jika tak tertangani maka dimungkinkan akan menularkan ke warga lainnya.

“Belum bisa saya katakan itu kejadian luar biasa (KLB), karena sedang assessment(asesmen). Pertama itu betul Rubella, dari petugas puskesmas itu memang mengatakan ada diagnosa Rubella,” jelasnya.

“Kami lagi asesmen cek ke lapangan, mengkroscek laporan tersebut benar atau tidak. Setelah itu kita ambil tindakan secepatnya. Makanya, saat ini ada momen imunisasi MR dan ada kejadian sudah kita temukan. Kita target Sekatak harus 100 persen imunisasi untuk membentengi,” sambungnya.

Terkait penanganan terhadap balita tersebut, maka sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Karena campak Rubella, kata dia, belum ditemukan pengobatannya. Jika pasien sudah mengalami sakit akan terus-menerus. Sehingga, yang dapat dilakukan Dinkes Bulungan hanya menghilangkan rasa sakit.

“Kalau demam kita hanya bisa hilangkan demamnya sementara waktu. Kalau sembuh total, itu sudah tidak bisa. Rubella ini tidak ada obatnya,” sebutnya.

Pencegahan yang dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi ke sekolah, puskesmas dan posyandu. Imunisasi yang diberikan untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh. Hal itu bertujuan untuk memberikan kekebalan dari virus campak dan rubella.

“Bagi penderitanya itu sudah tumbuh kembang, maka penyakitnya tidak bisa hilang. Satu-satunya pencegahan imunisasi seperti saat ini. Kalau sudah diberikan vaksin, maka anak sudah dapatkan kekebalan,” pungkasnya. (mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*