UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Selasa, 07 Agustus 2018 11:10
DERITA TKI..!! Paspor Ditahan Majikan, TKI Melintas Jalur Ilegal
BURUH MIGRAN : Tenaga Kerja Indonesia yang dideportasi dari Malaysia bermasalah dokumen dan pelanggaran lainnya. (DOK/KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN – Persoalan jalur ilegal yang dilalui para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang selalu jadi topik pembahasan di beberapa forum pertemuan. Salah satu penyebab masih terjadinya penyelundupan TKI disebabkan karena paspor para buruh migran ini ditahan oleh majikannya di Malaysia.

Padahal dalam kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia mengenai TKI, tindakan tersebut tidak dapat dilakukan lagi. Tentunya hal ini melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) buruh migran asal Indonesia.

Kapolres Nunukan, AKBP Jefri Yuniardi melalui Kasubbag Humas Polres Tarakan IPTU M Karyadi mengatakan, belum lama ini kepolisian sempat melakukan pertemuan dengan pihak Malaysia di perbatasan.

“Sempat dibahas mengenani jalur ilegal. Ternyata, yang menyebabkan jalur ilegal masih digunakan TKI kita karena paspornya ditahan oleh majikan. Penahanan paspor ini sebagai jaminan agar TKI ini tidak lari,” ungkapnya ketika ditemui Kaltara Pos, kemarin.

Hal tersebut menyebabkan para buruh migran asal Indonesia memilih jalur ilegal untuk masuk dan keluar dari Malaysia. Dikhawatirkan, jika ini terus berlanjut maka tingkat kecelakan pada TKI semakin besar setiap tahunnya.

Direktur Eksekutif Migran Care, Wahyu Susilo mengatakan, perwakilan Indonesia di Malaysia seharusnya mensosialisasikan rentannya tindakan pelanggaran yang dilakukan kepada TKI.

“Yang menyalahi aturan itu majikan. Soalnya dalam MoU Indonesia dan Malaysia tidak boleh lagi ada penahanan paspor oleh majikan. Paspor seharusnya dipegang oleh tenaga kerja,” ungkapnya ketika di hubungi Kaltara Pos, Senin (6/8).

Dia menuturkan, tahun 2006 silam kesepakatan antara Indonesia-Malaysia memang melegalkan majikan memegang paspor milik TKI. Namun, dalam MoU terbaru disepakati tindakan menahan paspor tenaga kerja dinyatakan pelanggaran.

Jika kondisi yang selama ini terjadi, MoU tersebut belum dipahami oleh majikan dan TKI. Penahanan paspor TKI ini dikhawatirkan bisa menimbulkan rentannya pelanggaran HAM bagi buruh migrant, terutama bagi wanita dan anak-anak.

“Memberikan paspor untuk dipegang oleh TKI. Kalau dulu, paspor dipegang oleh majikan. Sekarang paspor harus dipegang oleh TKI karena itu bagian dari HAM,” tambahnya.

Penahanan paspor oleh majikan juga bukan hanya terjadi pada buruh asal Indonesia. Namun, beberapa warga negara lainnya juga masih melakukan hal tersebut. “Perwakilan Indonesia di Malaysia seharusnya bisa memberikan sosialisasi. Karena ini menyangkut dengan HAM para buruh migran. Seharusnya menjadi perhatian,” pungkasnya. (yua) 

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*