UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Selasa, 07 Agustus 2018 11:14
Penderita Measles Rubella Masih Ditangani
DIIMUNISASI: Pemberian vaksin MR terus dilakukan di beberapa daerah, kecuali Tarakan. (DOK/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Meski vaksin Measles Rubella (MR) berpolemik, namun pemberian imunisasi tetap dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara. pemberian imunisasi di beberapa daerah tetap di lanjutkan untuk anak yang berumur 9 bulan sampai 15 tahun. Seperti untuk Kabupaten Bulungan sendiri itu masih melaksanakan imunisasi Measles Rubella (MR).

“Untuk Kabupaten Bulungan pemberian imunisasi MR tetap berlanjut,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman kepada Kaltara Pos, Senin (6/8).

Terkait adanya penderita campak rubella yang ditemukan di Kecamatan Sekatak. Dirinya sudah mengetahui dan saat ini telah dilakukan penanganan Dinas Kesehatan. Terkait tindakan yang akan dilakukan, tetap diberikan penanganan dan vaksin agar sistem kekebalan tubuh pada anak tetap terjaga. “Saya sudah terima laporannya, dan sudah tertangani,” bebernya.

Kata dia, untuk penderita campak dapat tertular dari percikan  air ludah. Biasanya dapat terjadi saat bersin dan batuk. Untuk balita sangat rentan terkena penyakit MR, sehingga diusia 9 bulan anak sebenarnya sudah diberikan imunisasi vaksin.

“Jadi penanganannya seperti pada kasus campak biasanya, yakni pemberian air minum, istirahat yang cukup, dan meminum obat pereda sakit dan penurun demam,” tuturnya.

Pemberian vaksin, kata dia, untuk sementara dihentikan di Kota Tarakan sembari menunggu keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Kementerian Kesehatan terkait sertifikasi halal vaksin.

“Tarakan memang terjadi penundaan. Tapi untuk kabupaten lain seperti Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Malinau dan Nunukan masih berjalan. Semoga Tarakan segera laksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bulungan juga memastikan diagnosis anak yang menderita rubella masih dalam penanganan di Puskesmas Sekatak. Adanya penderita rubella diketahui setelah pasien melakukan pengecekan di RSUD Tarakan. Hal ini dilakukan karena anak tersebut mengalami gejala seperti sakit flu biasa, batuk, pilek dan demam. Karena tak kunjung sembuh, maka dilakukan pengecekan kesehatan.

“Memang baru satu itu. Tapi untuk lebih jelas, besok saya jelaskan. Karena saya masih di luar,” ucap  Kepala Kepala Bidang P2P Dinkes Bulungan, Imam Sunjono.

Dia menuturkan, risiko bayi terkena rubella pada umur kandungan masuk dalam tri semester pertama atau pada tiga bulan pertama bagi ibunya. Maka, dampaknya akan menyasar pada gangguan jantung, gagal ginjal, terjadi kebutaan, dan tuli serta keguguran.

“Kalau gugur janin tidak apa-apa kalau sudah terinfeksi. Tapi, kalau bayinya lahir maka besar kemungkinan akan terkena Rubella,” bebernya.

Dia menyebutkan, karena adanya yang ditemukan penderita Rubella. Maka, pemerintah segera melakukan penanganan di daerah Sekatak dengan jumlah sasaran 3.422 anak dari 22 Desa. Sebab, di daerah tersebut sudah ditemukan sumber infeksi, jika tak tertangani maka dimungkinkan akan menularkan ke warga lainnya.

“Belum bisa saya katakan itu kejadian luar biasa (KLB), karena sedang assessment(asesmen). Pertama itu betul Rubella, dari petugas puskesmas itu memang mengatakan ada diagnosa Rubella,” jelasnya.

“Kami lagi asesmen cek ke lapangan, mengkroscek laporan tersebut benar atau tidak. Setelah itu kita ambil tindakan secepatnya. Makanya, saat ini ada momen imunisasi MR dan ada kejadian sudah kita temukan. Kita target Sekatak harus 100 persen imunisasi untuk membentengi,” sambungnya.

Terkait penanganan terhadap balita tersebut, maka sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Karena campak Rubella, kata dia, belum ditemukan pengobatannya. Jika pasien sudah mengalami sakit akan terus-menerus. Sehingga, yang dapat dilakukan Dinkes Bulungan hanya menghilangkan rasa sakit.

“Kalau demam kita hanya bisa hilangkan demamnya sementara waktu. Kalau sembuh total, itu sudah tidak bisa. Rubella ini tidak ada obatnya,” sebutnya.

Pencegahan yang dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi ke sekolah, puskesmas dan posyandu. Imunisasi yang diberikan untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh. Hal itu bertujuan untuk memberikan kekebalan dari virus campak dan rubella.

“Bagi penderitanya itu sudah tumbuh kembang, maka penyakitnya tidak bisa hilang. Satu-satunya pencegahan imunisasi seperti saat ini. Kalau sudah diberikan vaksin, maka anak sudah dapatkan kekebalan,” pungkasnya. (mul)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

Jalan Sengkawit ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Tak terhitung jumlah kecelakaan dan tindak kejatahan yang terjadi di sepanjang…

Senin, 20 Agustus 2018 10:36

Disperindagkop Kaltara Kecolongan, Minuman Soda Kedaluwarsa Beredar

TANJUNG SELOR – Jumlah kebutuhan rumah tangga meningkat jelang perayaan Hari Raya Iduladha. Tak…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:49

Jaksa Kembalikan Berkas Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus kecelakaan laut SB Harapan Baru Express yang terjadi…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:22

Warnet Jadi Tempat Transaksi Sabu

TANJUNG SELOR – Narkoba semakin sulit dibendung peredarannya di kalangan masyarakat, khususnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:59

TKA Didominasi asal Malaysia dan Tiongkok

TANJUNG SELOR – Tak sedikit tenaga kerja asing (TKA) yang terdata bekerja di Kalimantan Utara.…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:58

Keluyuran Jam Kerja, ASN Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Soal kedisiplinan dan tata tertib dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:53

Penambang Pasir Ganggu Jalur Pelayaran Speed Boat

TANJUNG SELOR - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor memberikan peringatan ke…

Senin, 13 Agustus 2018 16:05

Empat Kursi Bakal Kosong

TANJUNG SELOR - Beberapa jabatan penting di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan masih kosong, diantaranya…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:37

Kurang Fokus, Dua Mobil Hantam Trotoar

TANJUNG SELOR – Dua nyawa bakal melayang akibat kecelakaan yang terjadi dalam sehari Jum’at…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:29

TERUNGKAP..!! Bocah 7 Tahun Itu Tewas Dibekap, Siapa Pelakunya?

TANJUNG SELOR – Hampir dua pekan kasus meninggalnya gadis 7 tahun, Yara Hapna Kirani (7) putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .