UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 09 Agustus 2018 10:38
Proyek Pengentasan Banjir Sebengkok Baru Dibayar Setengah

Meski Anggaran Belum Cair, Pekerjaan Tetap Berlanjut

TETAP LANJUT : Proyek pengentasan banjir di Kelurahan Sebengkok tetap dilanjutkan meski anggaran belum cair. (Baruna/KALTARAPOS)

PROKAL.CO, TARAKAN - Dikabarkan pengerjaan banjir Sebengkok dihentikan karena belum turun anggaran, hal itu dibantah Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, H Udin. Dikatakannya, penanganan banjir Sebengkok memang sempat ditunda beberapa waktu lalu karena faktor sosial dan cuaca. Di mana saat ini pengerjaan pembangunan Sungai Sebengkok itu sudah mencapai panjang 1,4 kilometer.

"Belum ada anggaran cair itu bagian dari proses. Masalah penagihan pihak ketiga ke owner itu hanya proses. Pengerjaan kemarin berhenti karena Lebaran, masalah sosial dan sekarang tetap berlanjut. Karena pengerjaan besar seperti ini butuh keamanan agar tidak berdampak fatal pada lingkungan, menyesuaikan keadaan," ujar Udin saat diwawancara Kaltara Pos di lokasi pengerjaan Sebengkok, kemarin (7/8).

Lanjutnya, meski sudah beberapa minggu belum ada pencicilan pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, namun pengerjaan tetap berlanjut sembari menunggu anggaran.

Pengerjaan sudah mempunyai jadwal yang sudah ada, sedangkan penagihan anggaran disesuaikan kemampuan yang ada. Dikonfirmasi terkait pengerjaan bisa selesai sebelum masa jabatan wali kota saat ini habis Februari 2019 mendatang, Udin mengatakan, meski nantinya tidak bisa selesai 100 persen, namun DPUTR Tarakan menargetkan minimal sudah bisa menyelesaikan masalah banjir di Sebengkok.

"Kalaupun tidak selesai 100 persen, tapi setidaknya sudah menuntaskan masalah banjir di Sebengkok. Mulai dari Sebengkok Waru, Pelayaran, Jeruju, Tiram, AL dan Sebengkok Kenanga, dari hulu sampai hilir teratasi. Penilaiannya itu ya sudah tidak banjir lagi. Sejauh ini yang sudah teratasi itu Sebengkok Pelayaran, Jeruju, Tiram, AL dan Kenangan sudah tidak banjir," ungkapnya lagi.

Udin mengatakan, target pengerjaan 100 persen jika ingin aman secara keseluruhan adalah mulai dari depan Lantamal hingga depan Garindo, atau setara dengan 2 kilometer. Namun jika sampai masa jabatan wali kota saat ini habis dan pengerjaan belum selesai, maka ditargetkan selesai hanya sampai pertigaan Sebengkok Waru. Hal ini dianggap sudah cukup menangani masalah banjir Sebengkok. Perihal target 100 persen sampai depan Garindo, hanyalah sebagai pencegahan kiriman air dari Gunung Belah.

Dikatakan Udin, total pengerjaan penanganan banjir Sebengkok menelan anggaran Rp 162 miliar. Hingga saat ini, baru sekitar separuhnya atau Rp 80 miliar yang sudah dibayar Pemkot Tarakan. Seperti diketahui, proyek banjir Sebengkok merupakan kegiatan multi years hingga pertengahan 2019.

"Pokoknya tetap lanjut pengerjaan sesuai target, ada yang target maksimal, ada yang sesuai kemampuan dan ada yang minus. Jadi kalau target maksimal tidak bisa dicapai, maka ya pengerjaan sesuai kemampuan (sampai pertigaan Sebengkok Waru). Jangan sampai minus, nanti semua dirugikan, pekerjaan sia-sia, masyarakat dirugikan dan dampaknya tidak enak," tutup Udin.

Ditambahkannya, dulu DPUTR Tarakan pernah berencana melakukan penggarapan dari depan Lantamal XII ke arah pertigaan Sebengkok Waru, sedangkan dari arah pertigaan Sebengkok Waru juga dilakukan pengerjaan secara bersamaan agar cepat selesai. Namun karena pertimbangan beberapa hal dan penolakan dari warga setempat karena nantinya tidak bisa keluar masuk pemukiman menggunakan jalan tersebut, maka pengerjaan hanya dilakukan 1 arah.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tarakan, Arbain beberapa waktu lalu mengatakan, bulan ini direncanakan ada anggaran masuk ke dompet Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Meski tidak diketahui jumlah pastinya, namun Arbain mengungkapkan bahwa salah satu prioritas pembayaran adalah utang Pemkot Tarakan.

"Sekitar Agustus ada pencairan (anggaran), tapi besarannya berapa tidak tahu. Karena agak ribet juga membaginya, banyak yang mau dibayar sedangkan uang kita terbatas," tutup Arbain singkat beberapa waktu lalu kepada Kaltara Pos.

PDAM BANGUN PIPA EMERGENCY

Proyek penanganan banjir di Sebengkok ternyata membuat warga di sekitar harus rela tidak merasakan layanan air yang berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan. Meski begitu PDAM tetap berupaya maksimal dengan melakukan pemasangan pipa emergency.

Direktur PT. Tirta Alam PDAM Kota Tarakan, Usman Assegaf menjelaskan, saat ini memang pipa-pipa PDAM yang berada di area proyek penanganan banjir sebengkok harus dibongkar. Sehingga menyebabkan masyarakat di sekitar area proyek tidak bisa merasakan air PDAM.

Namun PDAM sudah melakukan proses pemasangan pipa emergency atau pipa sementara yang akan digunakan untuk melayani penyaluran air PDAM kepada masyarakat sekitar area proyek. Pengerjaan pipa emergency ini sudah dilakukan selama seminggu.

“Berdasarkan keterangan teman-teman di lapangan, pipa emergency ini sudah selesai pengerjaannya dalam waktu satu atau dua hari kedepan,” ujarnya.

Meski begitu, Ia mengakui, bisa saja target penyelesaian pengerjaan pipa emergency ini molor dari waktu yang sudah ditentukan. Hal ini melihat kendala-kendala seperti hujan dan las pipa yang terkadang membuat lama pengerjaan.

Pemasangan pipa emergency ini diputuskan oleh PDAM karena mengingat pengerjaan proyek penanganan banjir sebengkok ini masih memakan waktu yang lama. Jika menunggu proyek tersebut selesai, tentunya masyarakat di sekitar area proyek juga akan lama merasakan pelayan air PDAM lagi.

“Kita juga tidak bisa menyalahkan proyek penanganan banjir ini karena proyek ini juga untuk kepentingan masyarakat yang dijalankan oleh pemerintah. Selain pipa PDAM, pipa-pipa saluran lainnya juga banyak yang dibongkar sementara sampai proyek selesai,” katanya.(*/aul/*/bpp)


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:57

Asyik Kumpul Bareng Keluarga, Dua Pencuri Motor Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil menangkap…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:22

JANJI LAGI..!! Bakal Wali Kota Ini Janji Perhatikan Nasib Petambak

TARAKAN – Setelah terpilih menjadi Wali Kota Tarakan, Khairul langsung…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:37

Curi Sepatu di Masjid, Riski Terekam CCTV

TARAKAN – Entah apa yang ada dalam pikiran pria yang…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:34

Masih Dibawah Umur, Pelaku Cabul Dituntut

  TARAKAN – Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, pelaku…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33

Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:43

Modus Jalan-Jalan, Cabuli Anak di Rumah Kosong

TARAKAN – Usianya yang belasan tahun membuat AB (15) sulit…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 10:38

Satpol PP Siaga Jelang Iduladha

TARAKAN – Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha, Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .