UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 10 Agustus 2018 11:59
Diduga Keluarkan Surat Palsu, BPN Digugat

Sengketa Lahan di Jalan Mulawarman

-

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kembali menyidangkan kasus sengketa lahan. Kali ini PN Tarakan mempertemukan penggugat, Novel Oemar Machtoeb, dan tergugat Sukmawati. Tak sampai di situ, sidang yang dipimpin, Yudhi Kusuma AP tersebut, Badan Petahanan Nasional (BPN) juga menjadi tergugat lantaran diduga mengeluarkan surat palsu.

Humas PN Tarakan, Melcky Ottoh mengatakan dalam sidang itu hanya beragendakan pembuktian dari penggugat. Yakni Adanya beberapa surat yang disampaikan Novel melalui Penasehat Hukumnya (PH), Fransisco Soarez Pati dalam persidangan.

Salah satunya adalah bukti surat kepemilikan lahan yang sah menurutnya dan amar putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), maupun dari hasil Peninjauan Kembali Tata Usaha Negara.
“Ada dua, kalau yang bantahan atau perlawanan itu nomor 8, kemudian perbuatan melawan hukumnya dilampirkan dalam bukti nomor 9. Jadi, nomor 8 masih pembuktian surat dari penggugat dan langsung diputus sela bahwa Pengadilan Negeri berwenang menyidangkan gugatan ini,” ujarnya, saat ditemui di luar persidangan.

Menurutnya, Sukmawati bersama Candra Lesmana mengajukan keberatan karena menganggap PN Tarakan tidak berwenang secara absolut menyidangkan perkara.

“Sementara, dalam putusan PTUN Samarinda, berikut putusan Peninjauan Kembali (PK) Tata Usaha Negara, sudah dipertimbangkan oleh Hakim Agung bahwa perkara ini sudah selayaknya digugat di Peradilan Umum, nah apa salahnya kami gugat di sini,” tukasnya.
Menurutnya, tidak ada yang salah di PN Tarakan menyidangkan gugatannya, sehingga sudah selayaknya putusan sela dari Majelis Hakim menyatakan bahwa berwenang menyidangkan perkara.

“Kalau nomor 8 adalah pembuktian dari kami, makanya putusan sela-nya menolak ekseksi dari tergugat. Pembuktian dari kami sebagai pihak pelawan, sudah mengajukan bukti-bukti dan agenda pekan depan pembuktian dari Sukmawati cs dan pembuktian dari kami juga, jadi pembuktian silang,” ungkapnya.

Ia pun berharap, tidak ada lagi dokumen palsu yang dilampirkan sebagai bukti oleh Sukmawati sebagai tergugat maupun turut tergugat lainnya.

“Kalau tidak, residivis itu jadinya. Orang maling saja kalau dua kali mencuri residivis sudah namanya. Karena kami melampirkan juga putusan pidana dari Sukmawati yang terbukti memalsukan dokumen kepemilikan tanah yang kami gugat ini,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, dianggap sudah menerbitkan sertifikat tanah berdasarkan dokumen palsu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi turut tergugat dalam gugatan perdata yang dilayangkan salah satu warga Tarakan, Novel Oemar Machtoeb ke Pengadilan Negeri Tarakan.

BPN dalam hal ini, sebagai tergugat pun tidak hanya Kepala Kantor BPN Tarakan, tetapi juga Kepala BPN Bulungan dan Kepala BPN Kaltim. Selain itu, tergugat satu Sukmawati dan ada 25 orang lainnya yang menjadi turut tergugat dalam perkara perdata tanah di depan SPBU, Jalan Mulawarman, Tarakan.

Dalam pokok perkaranya, Novel sebagai penggugat melalui Penasehat Hukumnya, Fransisco Soarez Pati, SH dan Emanuel Mikael Kota, SH mengungkapkan ke 29 tergugatnya ini sudah melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan kliennya.

Persoalan Sukmawati yang ditudingnya mengambil warkah, dokumen yang merupakan alat pembuktian data fisik dan data yuridis bidang tanah yang telah dipergunakan sebagai dasar pendaftaran bidang tanah tersebut, turut menjadi pokok gugatannya. 

Untuk diketahui, Sukmawati sebagai tergugat sudah menjadi terpidana dan dalam putusan pidananya di Pengadilan Negeri Tarakan, Nomor 410/Pid.B/2014/PN Trk tanggal 23 April 2014 jo. Putusan Pengadilan Tinggi Samarinda Nomor 85/PID/2014/PT SMR tanggal 9 September 2014 jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1535 K/Pid/2014 tanggal 3 Maret 2015 sudah memiliki kekuatan hukum tetap. (*/osa)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:52

Dandi Terinspirasi Puisi ‘Ibu Indonesia’

TARAKAN – Awal diingat akhir tiada (Berbuat sesuatu tanpa pikir panjang). Mungkin ini pribahasa…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:09

Gara-Gara Utang, Hermawan Timpas Jari Temannya

TARAKAN – Ada-ada saja yang dilakukan orang saat dilanda emosi. Pria yang satu nekat memotong…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .