UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Jumat, 10 Agustus 2018 12:03
Satelit BMKG Tanjung Harapan Minus Hotspot

Polda Kaltara Minta Jajarannya Tindak Pembakaran Lahan

KEBAKARAN: Titik panas akibat kebakaran yang sering terjadi di Bulungan belakangan ini, belum bisa dideteksi BMKG Tanjung Harapan. Sebagaian besar lahan yang terbakar diduga sengaja dilakukan untuk membuka lahan perkebunan. HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kebakaran lahan di Kabupaten Bulungan masih terjadi hingga kini. Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Tanjung Harapan belum juga menemukan titik panas (hotspot). Hal ini disebabkan, satelit milik BMKG Tanjung Harapan belum dapat menjangkau panas di bawah 100 drajat Celsius.

“Hotspot belum ada terpantau, mulai dari kemarin untuk wilayah Bulungan ada titik api,” Kepala Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Penyelia BMKG Tanjung Harapan, Arifin kepada Kaltara Pos, Kamis (9/8).

Padahal, kata dia, jika suhu udara telah mencapai titik panas di angka 100 derajat celsius akan terbaca di satelit. Namun untuk kebakaran lahan yang terjadi pada 7 hingga 8 Agustus kemarin tidak ditemukan adanya titik api. Dia perkirakan tidak ditemukanya titik api karena kondisi panas yang masih di bawah 100 derajat.

“Kalau panas sudah mencapai 100 derajat celsius sudah pasti akan terpantau oleh satelit. Kita duga ini belum sampai suhunya,” paparnya.

Padahal Polda Kalimantan Utara mengeluarkan peringatan kepada seluruh masyarakat Kaltara agar tidak melakukan pembakaran. Terutama untuk pembukaan lahan baru, hal ini tentunya mempengaruhi pemanasan global dan polusi udara. Terutama untuk usaha perkebunan dan masyarakat tidak diperkenakan untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara membakarnya.

“Kami keluarkan imbauan agar masyarakat dan pelaku usaha untuk membuka lahan dengan cara membakar hutan,” ungkap Wakapolda Kaltara, Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang kepada Kaltara Pos,belum lama ini.

Jika merujuk dalam Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan. Maka pasal 56 ayat 1 menjelaskan setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan mengolah lahan dengan cara membakar. Apabila tetap melanggar maka pelakunya dapat dipidanakan, sesuai Pasal 108 yang berbunyi setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan mengolah lahan dengan cara membakar maka dipidana kurungan 10 tahun penjara dan dendanya sebesar Rp 10 miliar.

“Tindakan itukan sangat merugikan masyarakat banyak, jika memang menemukan adanya kebakaran segera laporkan kepada aparat terdekat. Jika ketahuan sanksinya cukup berat,” paparnya.

Sanksi diberikan karena terjadinya kerusakan lingkungan dan ekosistem hutan, makhluk hidup kehilangan tempat tinggal dan polusi. Polda Kaltara tak akan memandang bulu, karena akan menindak tegas bagi para pelaku atau oknum dengan sengaja membakar hutan untuk kepentingan pribadi tanpa melihat dampaknya.

“Perintah dari pimpinan untuk menindak tegas para pelaku yang sengaja membakar hutan. Kalau sudah kita ingatkan, tak diindahkan siap-siap saja sanksi kita berikan,” bebernya.

Dirinya menegaskan untuk kepentingan hidup orang banyak, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam memberikan penindakan. Dan telah diinstruksikan kepada seluruh Polres jajaran untuk melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang punya potensi melakukan. Penindakan tidak hanya untuk perorangan melainkan dalam bentuk perusahaan untuk kepentingan benefitnya semata.

“Jika nanti ada perusahaan yang dengan sengaja menyuruh atau memerintahkan orang lain untuk membakar, perusahaannya yang akan kita tindak,” tegasnya.

Dirinya tidak menginginkan adanya kebakaran hutan di Kaltara, seperti yang terjadi di daerah lain jika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) marak terjadi. Pasalnya, tidak hanya masalah kabut asap saja tapi dapat berdampak sosial. Seperti beberapa kali terjadi adanya kabut asap tak hanya terjadi di Indonesia namun juga ke mancanegara.

“Marilah kebersamaan kita untuk menjaga alam, Kapolda bersama jajaran bertanggung jawab dan melakukan pengawasan terhadap wilayah kita,” ucapnya. (mul)


BACA JUGA

Rabu, 29 Agustus 2018 12:09

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun, Satu Truk Rusak Parah

TANJUNG SELOR - Warga dikejutkan dengan suara dentuman keras yang…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:01

Bakar Lahan Tiga Hektar, Rumah Warga Nyaris Ikut Terbakar

TANJUNG SELOR – Meski telah ada peringatan agar tak membakar…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Sidang Pungli Surat Berlayar Ditunda

TANJUNG SELOR – Sidang kasus pungutan liar penerbitan surat persetujuan…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:58

Tangkap Perampok Tambak, 11 Polisi Dapat Penghargaan

TANJUNG SELOR - Personel Polda Kaltara mendapatkan penghargaan atas prestasi…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:56

KAPAN TEGASNYA? Soal Ini, Masih Tunggu Instruksi Bupati

TANJUNG SELOR - Selain dari peredaran bensin botolan (Bentol), tampak…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Distributor Berulah, Barang Kedaluarsa Masih Beredar

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perindustrian…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:35

Kasus Narkotika Meningkat di Tanjung Selor

TANJUNG SELOR - Peredaran narkotika semakin marak terjadi terlebih lagi,…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

Jalan Sengkawit ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Tak terhitung jumlah kecelakaan dan tindak kejatahan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:36

Disperindagkop Kaltara Kecolongan, Minuman Soda Kedaluwarsa Beredar

TANJUNG SELOR – Jumlah kebutuhan rumah tangga meningkat jelang perayaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:49

Jaksa Kembalikan Berkas Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus kecelakaan laut SB…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .