UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Selasa, 14 Agustus 2018 11:58
Keluyuran Jam Kerja, ASN Terjaring Razia
TERJARING RAZIA : Puluhan ASN yang terjaring razia oleh Satpol PP Kaltara saat makan di warung di jam kerja. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Soal kedisiplinan dan tata tertib dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diacuhkan, keluyuran saat jam kerja. Banyaknya pegawai negeri yang mangkir kerja untuk pelayanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Utara melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Tak sedikit ASN yang seharusnya bekerja malah asyik nongkrong di warung makan. Petugas pun melakukan pengecekan dan menjaring 37 ASN yang keluyuran baik yang berdinias di lembaga pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

“Untuk tim pertama kita temukan ada 19 ASN dan tim kedua ada 18 ASN yang sedang makan di warung saat jam kerja,” ungkap Sekretaris Pol PP Kaltara, Hasnan Mustaqin kepada Kaltara Pos, Senin (13/8).

Razia ini dilakukan, kata Hasnan Mustaqin, untuk memastikan keberadaan para ASN tetap berada di kantor sampai waktu istirahat. Sehingga, ASN dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kita inginkan mereka ini banyak di kantor, tidak keluyuran. Intinya, kita mau mereka disiplin,” jelasnya.

Dia menuturkan, ASN memiliki penilaian kerja berbasis e-Kinerja. Sehingga saat keluyuran di jam kerja, tentu mendapatkan kerugian. Mensikapi banyaknya ASN yang keluyuran, pihaknya akan segera membahas hal ini bersama dengan pimpinan dari masing-masing instansi ASN bekerja.

“Sebenarnya mereka rugi karena seharusnya pada jam-jam itulah mereka mengisi e-Kinerja agar maksimal,” ucapnya. “Jadi alasan mereka kenapa berada di luar, kebanyakan karena mereka ingin mencari makan. Ini sudah kebiasaan mereka, sudah tidak bisa diubah. Maka dari itu, kami ingin ubah paradigma agar lebih disiplin lagi,” sambungnya.

Tak sedikit pula yang keluar saat jam kerja dengan alasan menjemput anak. Namun dia menegaskan, bahwa pemerintah telah mengeluarkan aturan mengantongi surat izin keluar, bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan agar mendapat pengecualian.

“Kayak ada beberapa karena menjemput anak karena tidak ada orang lain yang bisa jemput. Nah, bisa pakai surat izin. Tapi kebanyakan tidak ada yang bisa tunjukkan,” bebernya.

Kedepannya jika terjaring keluyuran, pihaknya mengancam akan melaporkan ASN agar mendapat  sanksi sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Dia mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga ada sedikit perlawanan yang diterima dari sikap ASN yang menelok dan tidak menerima saat terjaring razia. Setelah diberikan pengertian, maka proses razia tetap berlangsung.

“Banyak yang mengelak. Tapi kami bukan menekan dan intimidasi, melainkan memberikan pengertian. Mereka pahami dan mau bertanda tangan,” pungkas Hasnan. (mul)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*