UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 20 Agustus 2018 10:40
PAD Anjlok, Retribusi Menurun

PROKAL.CO, TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan tahun 2018, membuat masing-masing dinas harus memutar otak mencari solusi. Hal tersebut tentunya menimbulkan kekhawatiran Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dapat berimbas pada pembangunan daerah.

Anjloknya PAD Tarakan karena adanya sistem regulasi pada retribusi pajak yang tidak stabil sejak awal tahun 2018. Sehingga, masing-masing perlu berinovasi agar target PAD di tahun selanjutnya dapat tercapai.

Kepala Badan Pengelolaan Retribusi Pajak dan Daerah (BPRPD) Tarakan, Mariyam mengungkapkan, saat ini pemerintah membutuhkan inovasi baru untuk dapat meningkatkan PAD Tarakan. Selain itu, setiap objek wisata harus ditambah fasilitas untuk memaksimal retribusi pajak parkir. Pengawasan juga perlu dilakukan secara maksimal, sebab saat ini masih banyak petugas parkir yang nakal karena mengejar setoran untuk kepentingan pribadi.

"Itu tinggal pemerintah dan DPR kalau memang menyetujui bisa kita lakukan. Ya, paling tidak mungkin dengan pihak ketiga missal kita survei dulu di beberapa tempat wisata sepertia taman-taman kita siapkan mesin. Jadi, setiap ada kendaraan masuk hasil tarifnya langsung masuk ke sistem seperti di bandara," tuturnya.

Menurutnya, sistem tersebut seharusnya terpasang pada semua objek keramaian yang berpotensi menghasilkan pendapatan untuk daerah, tak terkecuali restaurant (warung makan), hotel, taman dan cafe. Sehingga tak ada lagi petugas juru parkir yang ‘nakal’ untuk menambah penghasilan pribadi dengan cara tidak memberikan karcis kepada pengendara yang telah membayar.

"Memang harusnya saat ini kita bekerja semua dengan system. Kalau kita memakai portal mungkin PAD kita bisa meningkat. Memang alat itu tidak murah, tapi tergantung anggaran kita. Kalau ada, mudah-mudahan bisa mengurus pengadaan alatnya," tuturnya.

Andi Oddang, Juru Parkir di Puskesmas Gunung Lingkas dan Taman Oval ini mengaku, tidak mempermasalahkan penerapan portal pada area parkir. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan gaji juru parkir jika nantinya alat portal dioperasikan.

"Sekarang kan gaji kita bulanan. Kita tidak bisa mengambil setoran lagi. Kalau dulu penghasilan kami dari pungutan parkir setiap hari cuma bayar setoran saja. Kalau sekarang tidak. Jadi, kalau misalnya ada alat portal parkir mungkin gaji kami sedikit diperhatikan,"ungkapnya.

Menurut Odang, saat ini gaji masih dianggap kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga menurutnya, ketika pengendara tidak berkenan mengambil karcis saat membayar, merupakan rezeki tambahan bagi juru parkir. Hal itu dianggap, merupakan penghasilan sampingan.

"Gaji kami cuma Rp 2 jutaan dek mana cukup harus bayar kontrak rumah, sekolah anak, belanja keperluan sehari-hari. Jadi uang beberapa ribu itulah yang jadi harapan kami untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku, selalu memberikan karcis parker kepada pengendara. Walau begitu, dia mengaku, masih ada saja pengendara yang enggan mengambil karcis. "Setiap orang bayar saya selalu cabutkan kertasnya. Tapi, kadang ada juga orang yang tidak mau mengambil. Nah disitulah rezeki orang kecil seperti kami," tutupnya. (*/jek)

 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:52

Dandi Terinspirasi Puisi ‘Ibu Indonesia’

TARAKAN – Awal diingat akhir tiada (Berbuat sesuatu tanpa pikir panjang). Mungkin ini pribahasa…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:09

Gara-Gara Utang, Hermawan Timpas Jari Temannya

TARAKAN – Ada-ada saja yang dilakukan orang saat dilanda emosi. Pria yang satu nekat memotong…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…

Senin, 13 Agustus 2018 16:06

Parpol Optimis Menang Pemilu

TARAKAN – Mesin partai politik mulai memanas di pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .