UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33
Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

Ilegal Fishing Rawan, Tim Gabungan Perketat Penjagaan

DITENGGELAMKAN : Kedua kapal yang melakukan ilegel fishing ditenggelamkan disekitaran perairan Tarakan, kemarin (20/8). (ELIAZAR/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal (Ilegel Fishing) di sekitar perarian Kalimantan Utara (Kaltara) ditenggelamkan di perairan Tarakan, kemarin (20/8). Kapal dengan nomor SA-10/5/f dan TW.3518/6/8 diamankan,Agustus 2017 dan Maret 2018 oleh kepolisian saat melakukan penangkapan ikan.

Penenggelaman kapal dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, disaksikan langsung oleh Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit. Penenggelaman kedua kapal dilakukan dengan cara lambung kapal dibocorkan.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Direktur Polisi Air (Dirpolair) Kombes Pol Heri Sasangka, menuturkan kedua kapal itu ditenggelamkan setelah status hukum dari pelanggaran kedua kapal telah inkrah. Nakhoda kapal SA-10/5/f bernisial LD ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan kapal TW.3518/6/8 ditetapkan tersangka berinisial RD. “Hasil kita laksanakan hasil putusan pengadilan, yaitu dirampas dan dimusnahkan,” bebernya.

Kedua tersangka ilegal fishing merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Namun saat diamankan petugas, kedua kapal tersebut menggunakan bendera negara asing. Kapal itu diketahui berada di area perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, kedepannya aparat lebih memperketat daerah perbatasan yang dinilai rawan terhadap ilegal fishing. “Jadi daerah Karang Unarang merupakan daerah rawan yang harus kita waspadai,” ucapnya.

Heri menjelaskan, proses penenggelaman kedua kapal sengaja tak menggunakan bom untuk diledakan, seperti proses penenggelaman yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. “Sudah kebijakan dari menteri kelautan dan perikanan untuk tidak diledakan juga,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala BKIPMKHP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rini mengatakan, penenggelaman kapal serentak dilakukan di 11 lokasi di seluruh Indonesia dengan jumlah 125 kapal yang melakukan ilegal fishing.

“Penenggelaman kapal ini sengaja dilakukan pada momen hari Kemerdekaan Indonesia. Jadi ini adalah manivestasi dari upaya kita memberikan pesan kemerdekaan Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya kelautan kita,” bebernya.

Dia menegaskan, dari pesan yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, diharapkan para unsur Satuan Tugas (Satgas) 115 yang didalamnya terdiri TNI AL, Polair Baharkam, Bakamla, dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDK) untuk dapat memperketat pengawasan terhadap daerah perbatasan.

“Pelanggaran yang sering ditemui adalah menangkap ikan tanpa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap yang bisa merusak lingkungan,” tuturnya.

Dari data yang dimiliki KKP pada Oktober 2014 hingga Agustus 2018, sampai saat ini sudah ada 488 kapal berbendera asing yang melakukan ilegal fishing di sekitar periaran Indonesia. Dengan jumlah kapal terbanyak berbendera Vietnam yaitu 276 unit.

“Jika sebelumnya kita pakai bom untuk ada efek jera dan sekarang nelayan asing sudah pada takut masuk Indonesia. Tadi kita musnahkan dengan cara melubangi kapal. Kita berharap lokasi ini akan menjadi rumah ikan kedepannya,” tutupnya. (zar) 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .