UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Kamis, 23 Agustus 2018 15:58
Tangkap Perampok Tambak, 11 Polisi Dapat Penghargaan
PENGHARGAAN: Personel Polda Kaltara diberikan penghargaan karena mampu jalankan tugas mengungkap pelaku perampokan di tambak. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Personel Polda Kaltara mendapatkan penghargaan atas prestasi yang dicapai dalam mengungkap kasus perampokan tambak. Dalam waktu yang singkat. Pemberian penghargaan itu dilakukan, berdasarkan Keputusan Polda Kaltara Nomor Kep/32/VIII/Kep/2018 tentang pemberian penghargaan anggota Polri dijajaran Polda Kaltara yang berprestasi, dedikasi tinggi dan meningkatkan citra kepolisian pada masyarakat. Mengingat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI. Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pemberian Penghargaan dilingkup Polri, dan dokumen lainnya.

“Jadi sebelas personel yang diberikan penghargaan karena telah berhasil menjalankan amanat yang telah saya perintahkan untuk menangkap pelaku pencurian ditambak,” ungkap Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit kepada Kaltara Pos, Selasa (21/8).

Dia menuturkan, kehadiran Polda Kaltara bukan untuk menjadi beban warga Kaltara. Tapi memberikan efek perlindungan dan manfaat kepada masyarakat. Pasalnya, dia mengaku, jika sejak pertama menjabat telah ada informasi yang menyebutkan, keberadaan Polda Kaltara tidak begitu berpengaruh. Apalagi terjadi pembiaran terhadap aksi kejahatan perampokan tambak.

“Makanya saya bersama walikota tempo haru berkumpul, rata-rata menyatakan kritik kepada polisi. Karena mereka nilai ada pembiaran terhadap aksi perampokan,” jelasnya. Karena telah menjadi tuntutan masyarakat, dia pun menginstruksikan untuk mengungkap pelaku pencurian di tambak. Dalam waktu singkat diberikan kepada personelnya untuk mencari pelaku, dan mengungkap kasusnya.

“Saya berikan waktu 10 hari untuk ungkap. Alhamdulillah waktunya hanya diselesaikan dalam 9 hari saja sudah terungkap. Makanya, saya berikan apresiasi dengan memberikan penghargaan,” bebernya.

Indrajit mengatakan, selayaknya kepolisian memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu dengan waktu singkat, akhirnya 5 personel Ditreskrimum Polda Kaltara, 5 personel Polair Tarakan dan satu personel Ditresnarkoba Polda Kaltara diberikan penghargaan.

“Jadi mereka ini bisa menjadi contoh, makanya saya berikan penghargaan karena telah menjalankan target yang telah diberikan,” ucapnya.

Dirinya memaklumi, belum mampu melakukan pengungkapan secara menyeluruh untuk aksi perampokan. Hal itu dipengaruhi dari personel yang terbatas dan sarana serta prasarana. Dengan kehadiran Polda Kaltara, aksi tersebut tak akan ada lagi. “Saya menjamin tak ada perampokan lagi di wilayah Kaltara,” jelasnya. “Jadi ada 5 orang tersangka dari dua kelompok yang berbeda yang berhasil ditangkap,” ungkapnya.

Dari aksi perampokan tersebut, terungkap setelah banyak aduan dari masyarakat pemilik tambak sering mendapatkan gangguan saat panen. Bahkan, aksi perampokan yang dilakukan tak segang melakukan pembunuhan terhadap korbannya.

“Jadi ada yang beraksi sudah 5 TKP, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap korbannya,” paparnya.

Juni 2018 lalu, korban bernama WM (37) warga Selumit Pantai, Tarakan, diketahui membeli kepiting di Sungai Naga, Pulau Mapat, Kabupaten Bulungan lalu dihadang oleh orang tak dikenal menggunakan speed boat yang dikemudikan oleh Herman DAN Agus. Kini satu orang lainya, yakni YG masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dua sudah kami tangkap. Pelaku menghadang korbannya itu dengan senjata api pistol rakitan,” bebernya.

Dia mengatakan dalam melakukan aksi perampokannya selalu dilakukan secara berkelompok. “Mereka ini masih bermain dalam kelompok-kelompok yang berbeda dan modus berbeda. Yang tertangkap ini adalah kelompok Tanjung Karis dan kelompok Sungai Naga,” jelasnya.

Dia memastikan, semua adalah pelaku yang telah lama menjalankan aksinya. Herman dan Agus melakukan tindakan perampokan di Tanjung Karis, Sungai Naga, Pulau Mapat dan Pulau Tias. Kepolisian pun langsung menjerat para tersangka berdasarkan pasal 365 ayat 2 dan Undang-Undang Darurat terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Senjata Api.

“Dua pasal yang kita sangkakan karena melakukan tindakan kekerasan dan kepemilikan sajam dan senpi, ancaman diatas 12 tahun,” tuturnya. (mul)

 


BACA JUGA

Rabu, 29 Agustus 2018 12:09

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun, Satu Truk Rusak Parah

TANJUNG SELOR - Warga dikejutkan dengan suara dentuman keras yang…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:01

Bakar Lahan Tiga Hektar, Rumah Warga Nyaris Ikut Terbakar

TANJUNG SELOR – Meski telah ada peringatan agar tak membakar…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Sidang Pungli Surat Berlayar Ditunda

TANJUNG SELOR – Sidang kasus pungutan liar penerbitan surat persetujuan…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:58

Tangkap Perampok Tambak, 11 Polisi Dapat Penghargaan

TANJUNG SELOR - Personel Polda Kaltara mendapatkan penghargaan atas prestasi…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:56

KAPAN TEGASNYA? Soal Ini, Masih Tunggu Instruksi Bupati

TANJUNG SELOR - Selain dari peredaran bensin botolan (Bentol), tampak…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Distributor Berulah, Barang Kedaluarsa Masih Beredar

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perindustrian…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:35

Kasus Narkotika Meningkat di Tanjung Selor

TANJUNG SELOR - Peredaran narkotika semakin marak terjadi terlebih lagi,…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

Jalan Sengkawit ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Tak terhitung jumlah kecelakaan dan tindak kejatahan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:36

Disperindagkop Kaltara Kecolongan, Minuman Soda Kedaluwarsa Beredar

TANJUNG SELOR – Jumlah kebutuhan rumah tangga meningkat jelang perayaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:49

Jaksa Kembalikan Berkas Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus kecelakaan laut SB…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .