UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!
Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL
Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba
PUNYA SABU : Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Surya Irianto menunjukkan barang bukti sabu milik YF dan JN saat diamankan di Polsek Tanjung Redeb. (AAN ZAINURI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, MENJALANKAN bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang menggiurkan. Bagaimana tidak, uang yang diperoleh dari hasil penjualan barang haram ini sangat besar dan cara kerjanya pun tidak memeras tenaga yang banyak. Apalagi menjadi seorang kurir sabu, kerjaannya hanya mengantarkan sabu yang sudah dipesan sesuai ukuran dan beratnya beberapa gram saja ke pembeli yang menunggu di tempat yang sudah ditentukan.

Namun menjadi pengedar dan kurir sabu ini ada resiko yang harus ditanggung dan terkadang pembelinya hanya mengambil barang haram tersebut tanpa membayar sesuai yang disepakati. Bahkan terkadang pembelinya kabur membawa sabu tersebut tanpa membayar kurirnya.

Bukannya mendapatkan uang hasil jual sabu, kurir tersebut harus mengganti uang sesuai harga sabu yang diantarnya. Akibatnya, kurir tersebut terlilit utang dengan bandar sabu tersebut. Belum lagi menjadi target operasi penangkapan pihak kepolisian, tentunya para pelaku yang menjadi kurir sabu menyesal seumur hidup ketika tertangkap tangan oleh polisi.

Seperti kisah yang dialami dua kurir sabu yakni YF dan JN yang berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Tanjung Redeb di Jalan Pulau Manimbora dan Jalan Karang Mulyo Kelurahan Karang Ambun sekira pukul 19.00 Wita, Rabu (16/3). Dari tangan kedua pelaku petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat kurang lebih setengah gram.

Saat berada di ruang pemeriksaan Sat Reskrim Polsek Tanjung Redeb, kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu berinisial JN tak mampu menyembunyikan rasa penyesalannya. Diapun bercerita gamblang kepada Kaltara Pos terkait awal mula dia melakukan bisnis haram tersebut.

Pemuda yang masih berusia 19 tahun itu mengaku tak habis pikir mengapa dia bisa menjadi ‘pesakitan’ di Polsek Talisayan. Bahkan dalam hatinya dia berontak bahwa bukan niatnya berbisnis narkoba. Namun ada tuntutan lain yang membawanya ke jurang kehidupannya itu.

Warga Jalan Bhayanudin RT 01 Kelurahan Sambaliung Kabupaten Berau ini beralasan, dia menekuni bisnis tersebut lantaran terlilit sejumlah utang dengan rekannya berinisial AO. Karena utang tersebut, dia akhirnya terpaksa melakukan pekerjaan menjadi kurir sabu atas perintah AO. “Nyesal saya mas kerja begini,” singkatnya.

Menjadi kurir sabu, dia diberi upah sebesar Rp 500 ribu dari AO. Namun resiko dengan upah yang diterimanya setelah mengantar sabu ke pembelinya tidak sebanding dengan peristiwa yang selalu terbayang di pikirannya. Diapun sempat berniat berhenti dari pekerjaannya sebagai kurir. Tapi apalah daya, lilitan utang dengan AO dan tak memiliki uang untuk melunasi utangnya itu, JN kembali menjadi kurir. “Nggak juga banyak mas (untungnya, Red.). Iya tahulah mas resikonya,” ujar pria kelahiran Balikpapan ini. 

JN mengatakan awal perkenalan dirinya dengan sang bandar berinisial AO berawal dari salah satu sepupunya yang kebetulan juga teman AO. “Itu temannya sepupuku mas, mereka memang pemain lama itu,” jelas JN kepada Kaltara Pos.

Saat itu, dia dikenalkan sepupunya ke AO dan terjalinlah pertemanan antara JN dan AO. Dari pertemanannya dengan AO, rumah JN sering dipakai AO untuk menikmati sabu dan JN pun ikut menggunakannya. “Di dalam kamar biasa kami ngisap mas. Kalau di rumahnya, ada istrinya makanya dia ke rumah,” terangnya.

Namun pada saat menjelang Magrib sekira pukul 17.30 Wita sebelum dia tertangkap, AO datang ke rumahnya dan menyuruh JN untuk mengambil uang hasil penjualan sabu di Jalan Pulau Manimbora tepatnya dekat tower pemancar TVRI. Kebetulan saat itu, JN juga hendak mengambil sepatu di tempat dia bekerja disalah satu kios di daerah Sambaliung. “Rencananya mau ambil uang sama orang di sana (TKP, Red.) aku pakailah motornya, soalnya sekalian juga aku mau ambil sepatuku,” ucapnya.

Saat dia pergi untuk mengambil uang hasil jual sabu, dia mengatakan, AO sedang mengisap sabu di dalam kamarnya. Namun saat menunggu seseorang yang akan membayar uang penjualan sabu tersebut dirinya keburu diringkus anggota Polsek Tanjung Redeb yang melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu.

Senada dengan JN, pelaku lainnya berinisial YF yang ditangkap petugas di Jalan Karang Mulyo Gang Swadaya Kelurahan Karang Ambun juga menyesal menjadi kurir sabu. Ia ditangkap saat nongkrong di salah satu rumah temannya sekira pukul 23.00 Wita hasil pengembangan informasi dari JN. “Habis mandi baru aku ke rumah temanku, tiba-tiba datang polisi mas,” tutur warga Kampung Muara Lesan Rt 01 Kecamatan Kelay Kabupaten Berau ini.

Sama halnya dengan JN, ia terpaksa melakukan pekerjaan menjadi kurir sabu karena juga terlilit utang dengan orang yang sama, yakni AO. Dirinya juga mengaku kenal cukup lama dengan AO dan JN. Sebelum ia ditangkap, siang harinya sudah mengantarkan sabu ke seseorang yang memesan sabu dari AO. “Kalau aku sudah kuantar jadi nggak ada sudah kerjaanku lagi,” ujarnya saat berada di ruang pemeriksaan Polsek Tanjung Redeb, kemarin.

Dia juga mengaku dia tidak menggunakan sabu dan hanya menjadi pengantar sabu ke pembeli. Ia menuturkan baru satu minggu menjadi kurir sabu. “Cuma ngantar aja aku pak nda makai. Setelah dia (JN, Red.) ditangkap baru aku lagi pak,” ucapnya singkat.

Kini rasa sesal mereka pun seperti tak berguna lagi karena harus berurusan dengan hukum. Tentu saja hal ini akan menjadi pelajaran kedua pelaku agar kedepan tak lagi melakoni bisnis yang pelakunya paling sering dicari polisi tersebut. Mereka juga harus menikmati hari-hari mereka di balik jeruji hingga batas waktu yang belum ditentukan. (*/azs)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 11:13
BREAKING NEWS

Diperkirakan Ada Korban di Speedboat yang Terbalik Itu

TARAKAN- Proses evakuasi speedboat Rezeki Baru yang karam dan terbalik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers