UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Sabtu, 27 Januari 2018 09:33
Kesal kepada Kepsek, Guru Nekat Bakar Sekolah

Ngaku Sering Dipersulit saat Mengurus Keperluan

DISEL : RNH, tersangka pembakaran gedung SMA 2 diamankan beserta barang bukti yang ditemukan di TKP. (POLRES BULUNGAN UNTUK KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kebakaran yang menghanguskan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tanjung Selor, ternyata benar bukan murni musibah. Diduga kebakaran yang menghanguskan dua ruang sekolah itu memang disengaja. Ironisnya, pelaku diduga adalah oknum guru di sekolah itu.

Polisi yang bergerak cepat melakukan olah TKP akhirnya berhasil mengamankan pelaku. “Jadi kami berhasil mengungkap pelaku yang melakukan pembakaran terhadap SMA 2 Tanjung Selor,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita kepada Kaltara Pos, kemarin (26/1).

Kebakaran sendiri terjadi pada Selasa (23/1) lalu sekira pukul 19.30 Wita. Dalam kejadian itu, dua ruangan hangus terbakar. Yakni ruang tata usaha yang penuh dengan peralatan elektronik seperti komputer, serta ruangan guru.

AKP Gede mengatakan, setelah kebakaran itu, Kepala SMA (Kepsek) 2, Budi Nirwana melapor ke pihak berwajib. Sehingga kepolisian dengan cepat bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian setelah api padam. Dari hasil olah TKP, polisian memang mendapati ada yang janggal. Petugas curiga karena menemukan minyak tanah dan sumbu.

“Dalam olah TKP Tim Reskrim dan Ident menemukan beberapa kejanggalan yang mengarah pidana. Seperti bau bensin dan minyak tanah di lokasi kejadian. Ditemukan sumbu yang disambung-sambung dan beberapa sumbu yang hangus terbakar,” bebernya.

Akibat kejadian itu, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Di samping melakukan olah TKP, polisian juga menemukan petunjuk. Seorang saksi yang juga merupakan siswa SMA 2 yang saat itu ikut memadamkan api, melihat seseorang yang mondar mandir di dekat TKP, namun tidak membantu memadamkan api.

“Setelah diperhatikan sesaat dan melihat ciri-ciri helm yang digunakan pelaku, maka saksi meyakini bahwa orang yang dilihatnya adalah gurunya sendiri bernama RNH. Dengan kesaksian tersebut, tim langsung mengamankan RNH,” ujarnya.

Kemudian tim melakukan pemeriksaan secara intensif serta melakukan penggeledahan ke rumah pelaku, dan menemukan kaus merah bertuliskan “young killer never die”seperti yang dilihat siswa tersebut. Selain itu juga celana pendek warna biru dengan les samping warna putih, sepatu boot warna hijau yang digunakan pelaku saat di TKP, serta motor Jupiter Z warna biru bernomor polisi KT 5779 TC yang tercium sedikit aroma minyak tanah di bagian tengah bawah motor.

“Dilakukan interogasi awal terhadap anak-anaknya pelaku, kemudian didapati petunjuk mengenai RNH sempat keluar rumah pada jam-jam yang diyakini sebagai jam dilakukannya pembakaran sekolah,” jelasnya.

Pelaku, RNH (40) sendiri merupakan pegawani negeri sipil (PNS) dan mengajar di SMA 2 Tanjung Selor. Dia beralamat di Jalan H. Thamrin, belakang Pasar Induk. Kepada polisi, TNH mengaku membakar sekolah karena sakit hati dengan kepala sekolahnya (kepsek). Pasalnya selama ini dia mengaku dipersulit setiap urusan dengan tersangka. Terlebih tersangka selama ini mengaku tipe orang yang sering mengkritisi kebijakan kepala sekolah.

“Dia sakit hati awalnya dan sengaja melakukan pembakaran pada pintu ruang guru dan pintu ruang TU menggunakan campuran bensin dan minyak tanah, hingga terbakar sebagian kedua ruangan. Pasal yang diberikan yakni Pasal 187 Ayat (1) KUHP,” tutupnya.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Dinas Pendidikan di Bulungan. Pasalnya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 yang berada di Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur terbakar.

Kebakaran terjadi sekira pukul 19.30 Wita tadi malam (23/1). Api diduga berasal dari dua ruangan di sekolah itu. Yakni ruangan guru dan ruangan tata usaha. Nasib baiknya, tak ada korban jiwa yang ditemukan melainkan kerugian materil, sebab dua ruangan tersebut terbakar.

Saksi mata kejadian tersebut, Sudarsono (51) pertama kali melihat api menyala dengan begitu besar. Tak kuasa dirinya langsung berteriak meminta pertolongan. Saat itu api sudah menghanguskan dua ruangan. Beruntung tak merembet ke ruangan lain dan bangunan sekitar sekolah.

“Saya lihatnya memang sudah besar dari dua ruangan ini, TU sama ruang guru. Saya lari minta tolong kepada warga untuk padamkan,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, kemarin (23/1).

Sudarsono mengatakan, saat itu dirinya hendak ke rumah anaknya. Tapi anaknya bilang kenapa ada api di sekolah itu. Sehingga dirinya langsung mendatangi sekolah tersebut yang kebetulan hanya di depan rumah anaknya. Bersama warga, dia memadamkan api dengan menggunakan air yang terdapat dalam bak profil saja.

“Tak ada mobil pemadam tadi, kami bisa padamkan apinya sekitar setengah jam. Sedikit terbantukan karena TU-nya langsung datang dan membuka pintu ruangan tersebut. Memang pintunya tertutup dengan pintu trails dan pintu kayu,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kasubbag Perencanaan Keuangan dan BMD Disdik Provinsi Kaltara ini.

Dia mengatakan, di ruang yang terbakar, dia menemukan sumbu minyak tanah. Dia curiga kejadian tersebut karena adanya unsur kesengajaan. Hal ini lantaran dia melihat ada sumbu dan bekas minyak tanah yang tercecer di sekitar kebakaran. “Ada sumbu sama minyak tanah dilantai,” bebernya.(mul)


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers